Minggu, 08 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Distribusi di 15 Desa, Temukan Ibu Melahirkan di Pengungsian

Distribusi di 15 Desa, Temukan Ibu Melahirkan di Pengungsian

Diposting pada 05/08/2019, 13:55 WIT
DAMPAK GEMPA: Kondisi dermaga yang terdampak gempa di Pasipalele. Tampak di belakangnya sebuah rumah makan tenggelam lantaran jembatan penghubungnya patah total. Foto lain, Ketua Tim Relawan Almunawwar Hasby Yusuf bersama dua bocah korban gempa asal Desa Yomen, Syifa dan Mahan. AKSAL MUIN
DAMPAK GEMPA: Kondisi dermaga yang terdampak gempa di Pasipalele. Tampak di belakangnya sebuah rumah makan tenggelam lantaran jembatan penghubungnya patah total. Foto lain, Ketua Tim Relawan Almunawwar Hasby Yusuf bersama dua bocah korban gempa asal Desa Yomen, Syifa dan Mahan. AKSAL MUIN

Cerita Relawan Almunawwar Menyambangi Desa-desa Terpencil Terdampak Gempa Halsel

Gempa bumi yang memporakporandakan Halmahera Selatan Juli lalu mengundang perhatian banyak kalangan. Tak terkecuali relawan Almunawwar. Setelah menggalang bantuan dengan nilai total fantastis, kelompok ini mendistribusikan langsung ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Aksal Muin, Gane

MALUT Post bergabung dalam penyaluran bantuan relawan Almunawwar tahap IV. Setidaknya 30 orang ikut didalamnya, mulai dari unsur TNI, Palang Merah Indonesia, hingga Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai. Kami bertolak sejak Selasa (29/7) pukul 1 dini hari. Dengan kapal milik KPLP, perjalanan makan waktu kurang lebih 6 jam.
Titik pertama yang disinggahi adalah Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat. Di desa ini terdapat posko induk bantuan untuk warga terdampak. Secara keseluruhan, tim menyambangi 15 desa di tiga kecamatan, yakni Gane Barat, Gane Barat Selatan, dan Kepulauan Joronga.
Dari 15 desa, 8 diantaranya sudah tak punya dermaga, yakni Yomen, Kurunga, Sekely, Gane Dalam, Awis, Lemo Lemo, Tabamasa dan Oha. Padahal semuanya merupakan desa pesisir. Gempa 7,2 Skala Richter menenggelamkan jembatan dermaga mereka. “Yang lain jembatannya mulai rusak tapi terpaksa masih digunakan saat distribusi bantuan. Warga juga khawatir sewaktu-waktu kondisi itu bisa mengancam keselamatan,” ungkap Hasby Yusuf, Ketua Tim Relawan.
Rata-rata warga di desa terdampak masih bertahan di pengungsian. Mereka tidur beralaskan tikar, papan dan terpal. Beberapa desa mulai dilakukan aktivitas belajar mengajar meski belum efektif.
Dari Pelabuhan Saketa, kami bertolak ke Desa Balitata. Bantuan langsung diserahkan ke Kepala Desa Hariyadi Sangaji. Selanjutnya kami ke Desa Dowora. Sekira 336 Kepala Keluarga (KK) di desa itu masih bertahan di pengungsian pada malam hari.
Tiap kali kapal sandar di desa, anak-anak bertelanjang kaki bersorak gembira. Dengan wajah polos, mereka berlari menyambut. Apalagi di antara bantuan yang disalurkan ada paket khusus untuk anak-anak. Selain berisi perlengkapan sekolah, juga makanan ringan. Di tengah bencana, kegembiraan mereka mau tak mau membuat haru.
Di Desa Yomen, tim relawan membisu. Desa itu porakporanda. Rumah warga, fasilitas umum hingga tempat ibadah hancur tak berbentuk. Relawan MRC menetap di sana sementara untuk memulihkan anak-anak dari trauma.
Di Yomen, salah satu warganya, Irma Mata, terpaksa melahirkan bayinya di lokasi pengungsian, Senin (29/7). Beruntung, buah hatinya dengan sang suami Safrudin itu dalam kondisi sehat.
Dari Yomen, kami melanjutkan perjalanan dengan truk ke Desa Kurunga. Kapal KPLP sudah lebih dulu bertolak ke Kurunga. Tim lalu bermalam di Desa Liboba Hijrah, Kepulauan Joronga.
Pada hari kedua distribusi bantuan, cuaca tidak bersahabat. Desa Sekely jadi tujuan pertama. Total bantuan yang berhasil digalang Relawan Almunawwar sebanyak 65 ton yang terdiri atas bahan makanan, pakaian layak pakai, terpal, selimut, tikar, hingga perlengkapan bayi dan perempuan. Sedangkan uang yang dikumpulkan mencapai Rp 210 juta.
Di desa-desa yang dermaganya rusak, para relawan terpaksa menggunakan //ketinting// alias perahu kecil bermesin tempel untuk mampir. Pasalnya, kapal tak bisa berlabuh. Di Desa Lemo Lemo, kami sempat diajak warga menikmati es kelapa muda dan makan bersama di tepi pantai.
Setelah 15 desa berhasil disinggahi untuk distribusi, tim relawan kembali ke Saketa untuk bermalam. Kami kembali berlayar ke Ternate Kamis (1/8) pagi.
Rencananya, tiga hari pasca Idul Adha tim akan kembali menyalurkan bantuan tahap lima. Saat ini, Relawan Almunawwar kembali membuka penggalangan bantuan berupa hewan kurban untuk warga terdampak. Menurut Hasby, bantuan tersebut akan disalurkan dalam bentuk daging yang sudah dipotong-potong. “Dan nantinya baik warga muslim maupun nonmuslim disalurkan bantuan tersebut secara merata. Sangat sedih ketika melihat saudara-saudara kita yang lagi tertimpa musibah tapi mereka terlihat semangat untuk bangkit kembali,” pungkasnya.(mg-07/kai)

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan