Kamis, 05 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Lakukan Penanggulangan Gizi Buruk

Lakukan Penanggulangan Gizi Buruk

Diposting pada 06/08/2019, 14:13 WIT
RAPAT: Suasana pertemuan membahas penanggulangan gizi buruk.
RAPAT: Suasana pertemuan membahas penanggulangan gizi buruk.

TIDORE - Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan menggelar pertemuan tim penanggulangan gizi buruk tingkat Kota Tidore Kepulauan tahun anggaran 2019, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, H. Asrul Sani Soleiman, bertempat di ruang rapat Wali Kota, Senin (5/7).
      Sambutan Wali Kota yang dibacakan Asrul Sani Soleiman mengatakan bahwa status gizi dan kesehatan ibu dan anak merupakan penentu kualitas sumber daya manusia karena status gizi dan kesehatan ibu pada masa prahamil, saat kehamilannya dan saat menyusui merupakan periode yang sangat kritis atau yang kita kenal dengan 1000 hari pertama kehidupan sehingga remaja putri secara eksplisit tidak disebutkan dalam 1000 HPK, namun status gizi remaja putri atau pranikah memiliki kontribusi besar pada kesehatan dan keselamatan kehamilan serta kelahiran, apabila remaja putri menjadi ibu.
      Asrul Sani Soleiman berharap agar pada akhir pertemuan ini bisa menghasilkan satu rekomendasi yang nantinya menjadi satu perencanaan untuk mengatasi permasalahan gizi masyarakat di Kota Tidore Kepulauan serta dapat mewujudkan manusia Indonesia yang sehat, produktif dan berdaya saing khususnya masyarakat di Kota Tidore Kepulauan.
      "Saya mengajak semua pihak untuk bekerjasama dalam mendukung terwujudnya gizi seimbang menuju bangsa sehat berprestasi dan percepatan perbaikan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan," ujar Asrul Sani Soleiman mengajak.
      Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Abdullah Maradjabessy dalam laporannya mengatakan bahwa permasalahan gizi masyarakat di Kota Tidore Kepulauan untuk belita pendek (stunting) 20,2 persen dari target nasional 28 persen balita gizi kurang (underweight) 8.6 persen dari target 17 persen dan balita gizi kurus  9,8 persen dari target 9.5 persen  serta untuk kasus gizi buruk pada tahun 2019 ada 2 kasus gizi buruk yang telah dirawat di Rumah Sakit (RS) dan status Gizi telah menjadi gizi kurang.
      Abdullah Maradjabessy berharap tidak ada lagi kasus-kasus gizi buruk pada masa yang akan datang. Turut hadir Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Kesra Muhammad Yasin, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Rahmawati Muhammad Sinen, Pimpinan OPD, para Camat se Kota Tidore Kepulauan serta para peserta pertemuan tim penanggulangan gizi buruk. (humas)

Share
Berita Terkait

Sultan Tidore Apresiasi Rizal Ramli

05/04/2018, 12:36 WIT

Tak Terima, Yaser Marah

10/10/2018, 11:34 WIT

Tuan Rumah KKN Kebangsaan

19/02/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan