Senin, 19 Agustus 2019

 Headline
MALUT POST / / Warga Kusu Tuntut Dana CSR

Warga Kusu Tuntut Dana CSR

Diposting pada 06/08/2019, 14:12 WIT
DEMO:Aksi warga desa Kusu di kantor desa saat menuntut pembagian dana CSR, Senin (5/8) kemarin.
DEMO:Aksi warga desa Kusu di kantor desa saat menuntut pembagian dana CSR, Senin (5/8) kemarin.

TOBELO -Aksi demo di kantor desa kembali di terjadi di Kusu, kecamatan Kao Senin (5/8) kemarin. Aksi yang diikuti ratusan massa ini menyoal tentang pengelolaan dana CSR dari PT. NHM yang dinilai tidak transparan. Remon, selaku koordinator aksi dalam orasinya mengaku jika warga yang datang ke kantor desa hanya ingin memastikan langsung alokasi dana CSR sebesar Rp. 350 juta yang diduga bermasalah. Dalam aksinya, massa juga mendesak agar dana CSR yang telah dialokasikan PT. NHM segera diberikan ke warga melalui tim desa yang sudah terbentuk. "Mewakili masyarakat, kami menuntut dana CSR hari ini juga (Senin kemarin) segera diserahkan ke tim desa selanjutnya dierahkan ke kami dalam bentuk tunai,"saran Remos. Kedatangan ratusan warga ini lantas disambut langsung Nasrun Radji Kades Kusu. Dihadapan warganya, Nasrun menjelaskan, tepat pada tanggal 11 Juli lalu, dana CSR sebesar Rp 350 juta sudah di transfer ke rekening desa dan belum juga dicairkan hingga saat ini. Dia beralasan, hal tersebut memang sengaja dilakukan karena ada warga sebagian warga di lingkungan RT 01 belum menyerahkan data penerima sekaligus program ke Pemdes. "Data dari semua belum seluruhnya kami terima,”aku Kades. Tambah Kades, SESUAI REGULASI YANG ADA, PEMBERIAN DANA Komdev CSR tidak dalam bentuk tunai melainkan program desa. “Ini sesuai dengan regulasi pemerintah desa. Kami tidak mau mengambil resiko bila uang bantuan CSR tersebut di bagikan ke masyarakat dalam bentuk uang tunai,"jelasnya. Senada juga disampaikan  sekertaris tim desa, Yuswandi Pawate. Dikatakan Yuswandi, sesuai kesepakatan rapat yang di gelar 18 Juli lalu, dana CSR akan di bagikan dalam bentuk program. Hanya saja, kata Yuswandi, masih ada beberapa RT yang berkeinginan agar dana CSR di bagikan dalam bentuk uang tunai. “Ini bertentangan dengan regulasi yang nantinya menimbulkan dugaan penyalahgunaan anggaran. Makanya, perbedaan di masyarakat akan kami kembalikan sepenuhnya ke desa,”akunya. Ia juga berharap, perbedaan persepsi di masyarakat tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Karenanya, ia menyarankan agar Kades segera mengagendakan pertemuan lanjutan bersama warga. “Kami dari tim desa menyarankan agar rapat bersama bisa diagendakan kembali,"sarannya. Menyikapi ini, camat Kao, Melkianus Laranga yang juga hadir di tengah-tengah masyarakat Kusu juga menjelaskan hal yang sama. Dijelaskan Melkianus, sesuai regulasi, dana CSR tidak boleh di bagikan secara tunai, melainkan dalam bentuk program yang wajib diajukan dan disetujui masyarakat serta Pemdes. "Sebagai camat saya berharap, Kades dan masyarakat bisa menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin,”sarannya. Setelah mendengar penjelasan penutup dari Melkianus, massa lalu membubarkan diri dengan tertib.(cr-04/aji)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan