Senin, 16 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Dua Petinggi NHM Diberhentikan

Dua Petinggi NHM Diberhentikan

Diposting pada 07/08/2019, 14:03 WIT
TANGGUHKAN: Pekerja PT NHM memutuskan menangguhkan mogok kerja selama dua hari setelah Manajemen memenuhi satu dari tiga tuntutan mereka, Selasa (6/8) KSBSI NHM
TANGGUHKAN: Pekerja PT NHM memutuskan menangguhkan mogok kerja selama dua hari setelah Manajemen memenuhi satu dari tiga tuntutan mereka, Selasa (6/8) KSBSI NHM

Karyawan Tangguhkan Mogok Dua Hari

TOBELO - Mogok kerja besar-besaran yang dilakukan karyawan PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) akhirnya ditangguhkan selama dua hari ke depan. Ini setelah Manajemen mengabulkan satu poin tuntutan karyawan, yakni memberhentikan Manajer Operasional Philip Hopkins dan Deputy General Manager Nicholas Saunder. Hari ini rencananya bakal diadakan pertemuan antara Manajemen dengan Serikat Pekerja dan dihadiri perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja Maluku Utara, Disnaker Halmahera Utara, dan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.
Ketua Pengurus Komisariat (PK) Federasi Pertambangan dan Energi (FPE) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) NHM, Iswan Hi. Ma'ruf mengungkapkan, dua petinggi NHM, yakni Hopkins dan Saunder telah resmi dikeluarkan dari //site// Gosowong NHM siang kemarin (6/8). Keduanya ikut didemo ratusan karyawan lantaran dianggap gagal memimpin Gosowong dan membuat kebijakan sepihak yang berdampak pada kesejahteraan karyawan. “Mogok Kerja ditangguhkan sementara dalam dua hari ke depan, setelah kedua direktur dikeluarkan dari Gosowong siang tadi sekitar jam setengah 12 lewat," ungkap Iswan kepada Malut Post.
Dalam mogok kerja, para karyawan menuntut tiga hal. Dua tuntutan lainnya adalah Manajemen segera membayar hak-hak karyawan sebelum divestasi terjadi, serta menjalankan Pasal 67 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang menyangkut hak-hak karyawan.
Menurut Iswan, kemarin Serikat Pekerja juga telah berdiskusi dengan Presiden Direktur NHM Anang Rizkani Noor. Dalam pertemuan tersebut disepakati dilakukan penangguhan mogok selama dua hari dan karyawan mulai kembali bekerja hari ini. "Besok  (hari ini, red)  rencana perundingan dengan Manajemen, yang nanti dihadiri Dinas Tenaga Kerja dan Kemenaker serta Apindo dan DPP kedua serikat yakni SPSI dan SBSI," terangnya.
Karyawan perusahaan tambang emas itu sendiri awalnya berencana mogok selama 13 hari. Mereka telah mengantongi izin berdemo dari kepolisian sejak 5 sampai 18 Agustus. Namun pasca pertemuan kemarin demo ditangguhkan sementara.
Manajemen PT NHM melalui External Communications Ramdani Sirait kepada Malut Post menyampaikan, Manajemen dan para pemimpin Serikat Pekerja telah mencapai kesepakatan kemarin untuk melanjutkan pembicaraan tentang hak-hak karyawan terkait dengan akuisisi atau perubahan kepemilikan. "Pertemuan itu juga menyepakati bahwa pekerja yang melakukan mogok kerja dalam dua hari terakhir untuk menghentikannya dan kembali bekerja mulai besok (hari ini, red)," ujar Ramdani. “Pada hari Rabu, 7 Agustus 2019 juga akan ada pertemuan antara pemimpin Manajemen dan Serikat Pekerja di Site Gosowong, dan juga akan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara dan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Seluruh Indonesia,” tandasnya.(cr-04/kai)

Share
Berita Terkait

TKA Tiongkok Kuasai Malut

26/01/2019, 15:24 WIT

Oknum Anggota DPRD Halut Pesta Miras

06/02/2018, 15:55 WIT

Tutup Tambang Roko

07/02/2018, 13:57 WIT

Ketua KPU Halut Nyaris Dipukul Napi

18/04/2019, 13:16 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan