Senin, 19 Agustus 2019

 Headline
MALUT POST / / Suami Merantau, Tunawicara Dihamili Mertua

Suami Merantau, Tunawicara Dihamili Mertua

Diposting pada 07/08/2019, 14:15 WIT
Ilustrasi Gambar
Ilustrasi Gambar

SANANA – Seorang perempuan tunawicara alias bisu diduga menjadi korban asusila mertuanya sendiri. Akibat perbuatan tak terpuji itu, Anggrek (19) -bukan nama sebenarnya, saat ini hamil tua. Meski kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian tiga bulan lalu, penanganan polisi terhadap kasus tersebut terkesan sangat lamban.
Informasi yang dihimpun Malut Post dari keluarga korban, Anggrek awalnya dititipkan suaminya, NS, ke rumah orangtua NS di Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula. Pasalnya, sang suami harus merantau ke Ternate untuk mencari kerja. Saat dititipkan itulah Anggrek diduga menjadi korban pelecehan seksual ayah mertuanya.
Kejanggalan mulai terungkap saat Anggrek dipulangkan mertuanya ke rumah orangtuanya lantaran sakit. Keluarga pun membawa Anggrek ke Puskesmas untuk diperiksa. Betapa terkejutnya mereka ketika dokter mengatakan Anggrek tengah hamil, sebab sang suami diketahui sudah lama ada di Ternate.
Keluarga menduga, pria yang menghamili Anggrek bukan suaminya. Karena curiga, hal tersebut lalu dilaporkan ke Polres Kepsul.
Saat melapor, ahli bahasa isyarat Indonesia (bisindo) ikut dihadirkan untuk menerjemahkan keterangan Anggrek. Benar saja, Anggrek mengaku telah digauli mertuanya. Bahkan berdasarkan hasil visum, di kemaluan korban juga terdapat bekas luka lecet. Sayangnya, tiga bulan pasca membuat laporan itu, kasus ini belum juga mendapat titik terangnya.
Kasat Reskrim Polres Kepsul Iptu Paul Tri Yustiam yang dikonfirmasi Malut Post membenarkan telah menerima laporan kasus tersebut. Meski begitu, hingga kini progresnya masih dalam tahap penyelidikan. “Untuk tersangka belum kita tetapkan,” kata Tri kemarin (6/8).
Tri bilang, saat ini penyidik masih terus mendalami keterangan sejumlah saksi. Apalagi, lanjut Tri, korban merupakan tunawicara sehingga pihaknya harus mendalami betul keterangan saksi maupun korban. Selain itu, menurut dia dibutuhkan banyak saksi untuk memperkuat laporan. ”Karena masih tahap lidik, belum sidik, jadi statusnya masih sebatas terlapor,” katanya.
Sementara Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kepsul Melyan Marantika juga mengaku belum menerima Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) atas kasus tersebut. ”Belum kita terima,” pungkasnya.
Keluarga korban berharap, pihak kepolisian bisa bergerak cepat menuntaskan kasus tersebut. Selain usia laporan sudah tiga bulan lalu, tak lama lagi korban sudah akan melahirkan anaknya.(ikh)

Share
Berita Terkait

Tiga Pejabat Dicopot

22/02/2018, 11:59 WIT

Prabowo-Sandi Unggul di Lapas Sanana

18/04/2019, 12:56 WIT

Hendrata: 11 ASN Tetap Dipecat

26/03/2018, 12:33 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan