Senin, 19 Agustus 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Pertunjukan Bambu Tada Pecahkan Rekor Dunia

Pertunjukan Bambu Tada Pecahkan Rekor Dunia

Diposting pada 08/08/2019, 14:04 WIT
PEMBERIAN PIAGAM: Bupati Benny Laos menerima sertifikat rekor dunia yang diserahkan Senior Manager MURI Awan Rahargo
PEMBERIAN PIAGAM: Bupati Benny Laos menerima sertifikat rekor dunia yang diserahkan Senior Manager MURI Awan Rahargo

Dari Kegiatan Festival Morotai 2019

Hari ketujuh Festival Morotai 2017 Rabu (7/8)  kemarin, dimeriahkan dengan pertunjukan musik bambu yang diikuti ribuan peserta. Kegiatan ini berhasil memecahkan rekor dunia, setelah dilakukan penilaian oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Sofyan Togubu, Morotai

PERTUNJUKAN musik bambu tada yang melibatkan ribuan peserta, dinilai tim dari  Museum Rekor Indonesia (MURI). Atraksi yang diikuti 2.124 orang, sukses memecahkan rekor dunia.
Senior Manager Muri, Awan Rahargo, memberikan piagam pemecahan rekor kepada Bupati Benny Laso, dan disaksikan Menteri Pariwisata Arief Yahya, kemarin (7/8). Setelah sebelumnya tim melakukan penilaian dengan menghitung total jumlah pemain musik bambu tada.
Menteri Pariwisata Arief Yahya, memberikan apresiasi atas keberhasilan pemecahan rekor dunia tersebut.  Dia juga memuji atraksi yang dilakukan penari kolosal, yang menurutnya sangat luar biasa. "Saya pastikan bahwa Festival Morotai akan masuk calender of event tahun 2020. Sekali lagi saya ucapkan selamat semoga menjadi destinasi utama wisata kelas dunia," katanya
Bupati Pulau Morotai Benny Laos juga mengapresiasi atraksi yang dilakukan para pemain bambu tada maupun penari klosal, serta masyarakat Morotai yang turut hadir ke festival.  "Penampilan yang luar biasa. Kita hanya targetkan masuk rekor MURI, tapi justru pecahkan rekor dunia.  Hari ini (kemarin, red) Morotai menampilkan yang terbaik untuk Indonesia, terima kasih kepada semua pihak atas partispasinya," kata Benny
Sementara Senior Manager MURI, Awan Rahargo, menjelaskan bahwa pagelaran musik bambu tada  sesuai kriteria masuk sebagai rekor dunia. " Kami yakin bambu tada ini belum terjadi di negara lain dan ini hanya terjadi di persada Nusantara yang ditampilkan segenap warga Morotai, maka kami kukuhkan sebagai rekor dunia. Ada dua kategori sehingga masuk rekor dunia pertama pagelaran yang dimainkan secara kolosal, kedua ini terbanyak di dunia," jelasnya.
Dia berharap masyarakat Morotai melestarikan budaya- dan kesenian khas daerah. "Supaya bisa dilestarikan, kita sama-sama menggelora kebanggaan nasional. Diharapkan pencapian rekor hari ini (kemarin, Red) bisa menjadi inspirasi penjuru tanah air agar bisa mengembangkan potensi budaya di setiap daerahnya masing-masing," tuturnya.
Terpisah, Ketua Panitia, Muhammad Maruf Karie, menjelaskan bahwa pesta rakyat yang bernama Festival Morota,  merupakan agenda tahunan Pemkab Morotai berdasarkan kalender event yang telah ditetapkan Kementerian Pariwisata RI. Hal ini dilakukan, lanjut sekkab, bukan tanpa alasan. "Tujuan untuk menarik wisatawan baik wisman dan wisatawan lokal untuk berkunjung ke Morotai. Karena selain menampilkan atraksi budaya, panitia juga menampilkan sejumlah event menarik seperti tinju amatir, lomba perahu hias, lomba fishing dan pameran serta berbagai macam lomba lainnya. Event ini  akan berlangsung sampai November mendatang," pungkasnya.
Selain pertunjukan musik bambu tada, juga ditampilkan  tarian kolosal tide-tide, soya-soya, cakalele, dana-dana, dan tarian khas suku Bugis. Ribuan warga menyaksikan acara ini.(tr-04/adv/onk)

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan