Rabu, 21 Agustus 2019

 Headline
MALUT POST / POLITIK / Realisasi Anggaran Dinas Pangan Jongkok

Realisasi Anggaran Dinas Pangan Jongkok

Diposting pada 13/08/2019, 13:58 WIT
SERAH TERIMA: Suasana serah terima jabatan pelaksana tugas Kepala Dinas Pangan Malut dari Saiful Turuy ke Saleh A. Gani di aula Kantor Dinas Pangan Malut, Senin (12/8)
SERAH TERIMA: Suasana serah terima jabatan pelaksana tugas Kepala Dinas Pangan Malut dari Saiful Turuy ke Saleh A. Gani di aula Kantor Dinas Pangan Malut, Senin (12/8)

Pembayaran Utang Jadi Faktor Utama

Peliput : Gunawan Tidore
Editor  : Jufri Duwila

SOFIFI - Serapan anggaran di Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara (Malut)  pada semester satu tahun 2019, jongkok. Betapa tidak, hingga memasuki semester kedua, realisasi anggaran Dinas Pangan baru capai 29,7 persen.  Ini diakui Penjabat Kadis Pangan Malut Saleh A. Gani, kemarin (12/8).
Gani yang ditemui di ruang kerjanya tersebut mengatakan, rendahnya realisasi anggaran disebabkan sejumlah kegiatan di belanja modal belum terlaksana. Di antaranya pembuatan pagar keliling kantor, jalan paving blok di kantor dan gudang di Bicoli. "Saya dapat laporan itu yang baru terealisasi di triwulan 2 per semester satu baru 29,7 persen. Masih rendah di bawah 50 persen. Ini yang akan kita kejar," kata Saleh.
Tak hanya itu, Saleh mengaku, soal kedipsiplinan pegawai juga menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya realisasi anggaran. Misalnya, anggaran untuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang sudah dianggarkan namun tidak terpakai semuanya. "TPP itu sudah dianggarkan. Jadi penyerapan anggaran kurang karena kehadiran pegawai. Sudah dianggarkan sesuai jumlah pegawai dan kehadiran pegawai dalam satu bulan. Tetapi karena permintaan itu sesuai dengan kehadiran makanya anggaran itu tidak terpakai semuanya sehingga ada sisa," jelasnya.
Karena itu, dia menegaskan akan menindak tegas pegawai yang malas berkantor. “Tidak ada tawar menawar. Kalau disiplin semuanya, maka anggaran itu akan terpakai.  Karena itu saya lebih tekankan pada disiplin," tegas Saleh.
Ditanya soal pagu anggaran untuk Dinas Pangan, Saleh mengaku belum tahu persis. "Saya belum tahu persis. Karena saya belum lihat secara detil. Jangan sampai saya salah sebut," ujarnya sembari mengaku, akan memperbaiki realisasi dengan memasang target di atas 80 persen.
Sementara  kegiatan yang sudah terealisasi, lanjut dia, di antaranya rapat koordinasi, gelar pangan murah atau pasar murah dan kelengkapan kantor lainnya. "Ini anggarannya kecil.  Insyah Allah pekan depan semua kegiatan mulai dilaksanakan," tambahnya.
Sementara, mantan Kadis Pangan,  Saiful Turuy kepada Malut Post mengaku, faktor rendahnya realisasi anggaran  karena pembayaran utang tahun 2017 dan 2018. "Fokus pada pembayaran utang pihak ketiga. Utang tahun 2017 dan 2018 kurang lebih Rp 5 miliar," ungkapnya.
Pembayaran utang meliputi proyek pengadaan truk 10 unit, rehab kantor dan pembuatan Gedung TTI dan toko tani. "Jadi,  kendala penyerapan anggaran itu karena bayar utang. Semua itu dibayar utang tapi tidak dihitung sebagai realisasi anggaran 2019," tambah Saiful. (cr-01/jfr) 

Share
Berita Terkait

Jokowi-Ma’ruf di Atas Angin

18/04/2019, 14:36 WIT

SS DPR RI Diduga Disembunyikan

18/04/2019, 14:25 WIT

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan