Minggu, 20 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / NASIONAL / Sudah 124 Jamaah Meninggal Dunia

Sudah 124 Jamaah Meninggal Dunia

Diposting pada 13/08/2019, 14:23 WIT
 SALING BANTU: Jamaah haji asal Maluku Utara saling gendong untuk membantu jamaah lanjut usia saat menjalankan rukun haji di Mina, Senin (12/8) TPHD MALUT
SALING BANTU: Jamaah haji asal Maluku Utara saling gendong untuk membantu jamaah lanjut usia saat menjalankan rukun haji di Mina, Senin (12/8) TPHD MALUT

MAKKAH - Jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia hingga Senin (12/8) kemarin sudah mencapai 124 jamaah. Data ini ditampilkan dalam Siskohat Kemenag pukul 16.29 WAS.
Pada 11 Dzulhijah 1440 H kemarin, jamaah haji telah melalui wukuf di Arafah dan sudah melewati Muzdalifah. Jamaah dijadwalkan melempar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah kemarin. Namun kondisi dan situasi di Mina yang diguyur hujan deras menjadi tantangan tersendiri.
Hal ini juga mengakibatkan sejumlah jamaah haji meninggal di Mina. Hingga kemarin, sudah sebanyak 13 jamaah meninggal di Mina. Namum jumlah tersebut tidak sebanyak tahun kemarin. "Data Siskohatkes, tahun lalu 2018 ada 25 jamaah meninggal di hari yg sama," kata Kepala Pos Kesehatan Haji Indonesia di Mina, Edi Supriatna.
Jarak antara tenda jamaah haji Indonesia menuju lokasi jamarat memang lumayan jauh. Jaraknya berkisar antara 2-5 kilometer, dan lagi jarak tersebut akan menjadi dua kali lipat karena jamaah harus berangkat dan pulang lagi ke tenda.
Hujan yang turun di Mina, tempat jamaah haji bermalam (mabit), berlangsung cukup lama. Meski sempat mereda, tetapi berkah hujannya turun kembali.
Awan gelap menggelayut sejak sore kemarin pukul 14.30 WAS. Benar saja, tak lama berselang hujan langsung mengguyur, dimulai dengan gerimis namun lama-lama kian deras.
Kondisi hujan kemudian sempat berhenti, dan membuat para jamaah keluar dari tenda. Ada yang memantau situasi, ada pula yang tengah bersiap untuk menjalankan prosesi melontar jamrah.
Namun tak lama berselang, ternyata hujan kembali mengguyur, hingga pukul 16.30 WAS. Alhasil, kondisi ini membuat para jamaah yang sebelumnya sudah di luar tenda jadi kembali ke dalam untuk berlindung. Termasuk mereka yang tengah bersiap untuk melontar jamrah terpaksa harus kembali ke tenda. "Dapat kabar untuk sementara ditutup dulu akses ke jamrah," ujar seorang jamaah yang sebelumnya bersiap melontar jamrah.
Sejatinya, pada tanggal 11 Zulhijah jamaah Indonesia bisa melakukan melontar jamrah sepanjang hari. Sementara larangan melontar jamrah untuk jamaah RI kembali berlaku pada 12 Zulhijah pukul 10.00-14.00. Tanggal 13 Zulhijah bebas lagi sepanjang hari.(okz/dtc/kai)

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan