Rabu, 21 Agustus 2019

 Headline
MALUT POST / / Ibu Hamil Ditangkap Bawa Sabu

Ibu Hamil Ditangkap Bawa Sabu

Diposting pada 14/08/2019, 14:10 WIT
KONFERENSI PERS: Kepolisian Halmahera Barat menggelar konferensi pers terkait penangkapan istri pengedar narkoba yang tengah hamil, Selasa (13/8) SAMSUDIN CHALIL/MALUT POST
KONFERENSI PERS: Kepolisian Halmahera Barat menggelar konferensi pers terkait penangkapan istri pengedar narkoba yang tengah hamil, Selasa (13/8) SAMSUDIN CHALIL/MALUT POST

Sakau, Bos Rumah Makan Seret Istri Masuk Penjara

JAILOLO – Pergaulannya dengan narkotika harus dibayar mahal Iswahyudi (36). Tak hanya dirinya yang mendekam di balik jeruji besi, sang istri yang tengah hamil pun ikut diseretnya masuk penjara. Gara-gara candu, hukuman Iswahyudi pun bertambah berat.
Penangkapan Uswatun Hasanah (30), istri Iswahyudi, dilakukan Minggu (11/8) malam di kediamannya Desa Guaemaadu, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat. Saat ditangkap, perempuan yang tengah hamil 4 bulan itu hanya bisa menangis. Ia lantas ditahan di Mapolres Halbar, bersebelahan ruang dengan suaminya yang sudah lebih dulu ditahan.
Tertangkapnya Uswatun berawal dari perilaku sang suami. Iswahyudi yang merupakan pemilik Rumah Makan Ampera di Jailolo itu diciduk polisi Sabtu (3/8) lalu atas kepemilikan 52 paket sabu-sabu berukuran kecil dan dua paket berukuran sedang. Ketika diringkus, Iswahyudi tengah teler di bawah pengaruh narkoba.
Di dalam penjara, Iswahyudi rupanya beberapa kali mengalami sakau. Ia bahkan sempat jatuh sakit. Tak tahan dengan efek kecanduan, Iswahyudi nekat memesan narkoba dari balik jeruji penjara.
Sabtu (10/8) pagi sekira pukul 10, bertepatan dengan jadwal besuk tahanan, Iswahyudi berpesan pada Suryadi (40) untuk membantunya. Suryadi merupakan kakak Riswan Salehu (26), rekan sesama pengedar narkoba yang ditangkap sejam sebelum Iswahyudi. Kepada Suryadi, Iswahyudi meminta bantu mengambil harta miliknya yang ada di rumah Riswan. “Tolong bantu ambil harta saya, soalnya istri saya lagi hamil dan butuh biaya, karena harta saya tinggal satu-satunya," ungkap Kasat Reskrim AKP Riyanto menirukan pernyataan Iswahyudi saat menggelar konferensi pers kemarin (13/8).
Merasa iba pada Iswahyudi, Suryadi yang berprofesi sebagai pengendara bentor (becak motor) itu pun setuju. Sekira pukul 15.30 WIT, Suryadi menuju rumah Riswan. Sesuai petunjuk, Suryadi lantas menggali tanah di samping rumah yang sudah ditandai batu, dekat kandang ayam.
Suryadi lalu menemukan sebuah kotak yang dibungkus lakban. Tanpa curiga, ia kemudian mengantarkan kotak yang ternyata berisi 28 paket sabu-sabu itu kepada Uswatun, sesuai petunjuk Iswahyudi. Kepada istrinya, Iswahyudi juga sudah menelepon dan berpesan agar benda tersebut dibungkus rapi lalu diselipkan di antara baju-baju Iswahyudi yang hendak dikirim ke tahanan, Minggu (11/8).
Uswatun pun dengan patuh mengirim pakaian dan sabu tersebut ke sel Mapolres. Ia menyuruh Rafik, tukang bentor lain, yang mengantarkan. Benda terlarang itu dengan mudah lolos masuk sel tahanan.
Naas, sel Iswahyudi dilengkapi CCTV. Lewat pantauan CCTV, polisi melihat gerak-gerik Iswahyudi yang mencurigakan. Polisi pun memutuskan menggeledah sel miliknya.
Hasil penggeledahan, ditemukan 6 paket sabu-sabu yang disimpan dalam kantong kresek beserta alat isapnya. Iswahyudi pun diinterogasi. “Awalnya tersangka tidak bersedia memberitahukan dari mana asal barang tersebut,” tutur Riyanto.
Polisi pun memutuskan mengamankan Uswatun untuk dimintai keterangan. Menurut Uswatun, benda tersebut diterimanya dari orang suruhan suaminya yang tak dikenalinya. Polisi terus mengejar identitas pengantar sabu-sabu ke tangan Uswatun, hingga nama Suryadi akhirnya muncul.
Suryadi pun diamankan dari rumahnya di Bobanehena, Kecamatan Jailolo. Dari mulut Suryadi, semua terungkap. Dia pun ditetapkan sebagai saksi kasus tersebut, sedangkan Uswatun ikut jadi tersangka. Polisi juga kembali menggeledah ruang tahanan Iswahyudi dan menemukan 22 paket sabu yang disembunyikan dalam botol sampo Senin (12/8) dini hari. Atas temuan dan pengakuan saksi, Iswahyudi pun tak bisa lagi berkelit. Ia mengakui benda-benda haram itu adalah miliknya.
Akibat perbuatan Iswahyudi, sang istri pun harus ikut mendekam di penjara. Ia dikenakan Pasal 112 ayat (1) junto 132 atau Pasal 116 ayat (1) Undang-Undang Narkotika. Sementara Iswahyudi yang sebelumnya dikenakan Pasal 112 ayat (2) junto Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun kurungan, kini mendapat pasal tambahan yakni Pasal 64 KUHP. "Istri Iswahyudi saat ini juga sudah ditahan di sel tahanan polres," ucap Riyanto.
Kanit Resmob Bripka Muhammad Guntur mengakui, Iswahyudi sudah sangat kecanduan narkoba. Ia pun sempat menyembunyikan kembali barang bukti yang diamankan polisi agar bisa digunakan belakangan. "Tersangka Iswahyudi sudah sangat kecanduan, sehingga BB yang sudah kita temukan, kembali disembunyikan lagi," jelasnya.
Uswatun, di sisi lain, hanya bisa menangis sepanjang konferensi pers kemarin. Saat digelandang masuk ke bilik penjara pun ia tak berhenti meneteskan airmata.

Buron
Sementara itu, tim Resmob Polres Halbar juga terus memburu pelaku pengedar narkoba atas nama Fandi yang saat ini masuk buronan polisi. Menurut Muhammad Guntur, Fandi menjadi buronan saat tim resmob menangkap Iswahyudi dan Riswan Sabtu dua pekan lalu. Iswahyudi dan Riswan berhasil ditangkap, namun Fandi hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. "Kita masih selesaikan kasus tersangka Iswahyudi dan Riswan, setelah kita lakukan pengejaran terhadap Fandi," ungkapnya.
Guntur mengaku, jika tersangka Fandi belum juga menyerahkan diri maka dalam waktu dekat statusnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Nantinya foto-fotonya akan disebarkan di semua Polres dan Polda. "Intinya kita masih lakukan pengejaran terhadap tersangka Fandi," tegasnya.
Sedangkan barang bukti berupa 52 paket kecil sabu-sabu dengan berat tiap sachet 1 gram, 2 paket sedang dengan berat masing-masing 4 gram, empat sachet pil ekstasi jenis inex berisi 40 butir dan alat pipet penghisap sabu sudah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar. "BB dua tersangka sudah kita kirim ke Labfor Makasar tadi (kemarin, red)," pungkas Guntur.(din/kai)

 

Share
Berita Terkait

Jokowi Menang Telak di Desa Danny

18/04/2019, 13:04 WIT

Sehari, Empat Tewas di Jalan

12/03/2018, 12:37 WIT

Danyonif RK 732/Banau Berganti

07/12/2018, 12:50 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan