Senin, 09 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Karyawan NHM Kembali Mengancam

Karyawan NHM Kembali Mengancam

Diposting pada 14/08/2019, 14:02 WIT
PERTEMUAN:Suasana pertemuan antara serikat pekerja atau karyawan dengan pihak manajemen PT. NHM beberapa waktu lalu.
PERTEMUAN:Suasana pertemuan antara serikat pekerja atau karyawan dengan pihak manajemen PT. NHM beberapa waktu lalu.

TOBELO-Serikat pekerja tambang PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM), Gosowong, desa Tabobo kecamatan Malifut kembali menebar ancaman mogok kerja. Ancaman rencana mogok kerja yang direncanakan bakal digelar pada 18 Agustus nanti dikarenakan tuntutan dari para karyawan tidak menemukan solusi serta kesepakatan. Demikian disampaikan Iswan Ma’rus, selaku ketua serikat pekerja, Selasa (13/80 kemarin. "Rencana tanggal 18 kami akan mogok kalau apa yang menjadi tuntutan kami tidak sesai harapan,”tegasnya. Sebab kata Iswan, hingga kini, mogok kerja yang direncanakan sebelumnya sempat ditangguhkan sambil menunggu penjelasan dari Presiden Direktur (Presdir) NHM, Anang R Noor yang berjanji untuk memberikan keterangan resmi sebagaiomana disampaikan pihak manajemen, dalam pertemuan baru-baru ini. Dimana lanjut Iswan, dalam pertemuan kemarin, pihak manajemen berjanji untuk menghadirkan newcrest atau pemilik saham yang nantinya diakuisisi NHM. "Tapi jika manajemen dalam perjalanan nanti mencoba-coba untuk mengintimidasi karyawan, maka jangan salahkan kalau akan terjadi ledakan aksi mogok kerja secara besar-besaran. Dan itu tidak butuh waktu hingga tanggal 18 nanti,"tegasnya. Ia menambahkan, dalam pertemuan sebelumnya juga, tidak ada kesepakatan antar para karyawan dan pihak manajemen. Sehingga, pihak Pemkab melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) lalu  mengeluarkan himbauan, baik terhadap manajemen maupun karyawan agar bersama-sama bisa menahan diri sambil menunggu penjelasan serta keputusan dari Presdir NHM. “Selain itu, Disnaker juga meminta ke pihak manajemen agar tidak mengintimidasi karyawan dalam bentuk apapun,"ungkapnya. Sekadar diketahui sebelumnya, rencana demo dengan tuntutan yang tertuang dalam tiga poin atau Tritura, yakni pembayaran hak-hak pekerja jika terjadi akusisi, kemudian jalankan  pasal 67 PKB dan mengeluarkan  Philips Hopkins dan Nicholas Saunder dari Gosowong belum juga mendapat kepastian dari pihak karyawan.(cr-04/aji)

 

Share
Berita Terkait

TKA Tiongkok Kuasai Malut

26/01/2019, 15:24 WIT

Oknum Anggota DPRD Halut Pesta Miras

06/02/2018, 15:55 WIT

Tutup Tambang Roko

07/02/2018, 13:57 WIT

Ketua KPU Halut Nyaris Dipukul Napi

18/04/2019, 13:16 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan