Rabu, 21 Agustus 2019

 Headline
MALUT POST / POLITIK / Isu Enam Desa Mencuat di Dialog Publik

Isu Enam Desa Mencuat di Dialog Publik

Diposting pada 14/08/2019, 13:53 WIT
DIALOG: Suasana dialog publik yang digelar Kesbangpol Malut di Hotel Bukit Pelangi, Selasa (13/8)
DIALOG: Suasana dialog publik yang digelar Kesbangpol Malut di Hotel Bukit Pelangi, Selasa (13/8)

TERNATE – Isu enam desa mencuat di dialog publik tentang Pendekatan Pranata Adat dan Kesultanan (Pena Sultan) dalam Penanganan Konflik yang digelar publik yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Maluku Utara (Malut), Selasa ( 13/8).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Bukit Pelangi di Jati Perumnas, Ternate Selatan ini menyentil soal isu 6 desa dan juga konflik-konflik yang ada di Maluku Utara.  “Adanya konflik di Maluku Utara, baik yang berskala kecil, sedang bahkan besar,” ungkap Kaban Kesbangpol, Omar Fauzy saat memaparkan materi.
Omar menjelaskan, ada beberapa konflik horizontal yang perlu diantisipasi, di antaranya konflik SARA, konflik masalah tapal batas wilayah, konflik pilkada hingga konflik di pertambangan. “Terima kasih kepada sejumlah pihak dari narasumber, audience hingga Ismit Alkatiri selaku moderator yang telah sukses memfasilitasi dialog ini,” ucapnya.

Narasumber yang turut hadir dalam dialog tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara, M. Al Yasin Ali, Karo OPS Polda Maluku Utara, Juwari, Kasi Kumrem Korem 152/Babullah, MHL Nainggolan, Budayawan Kesultanan, H. Ridwan Dero, dan sosiolog Malut, Herman Oesman.  

Ulasan terkait isu enam desa dari perspektif berbagai narasumber tersebut akan disajikan dalam Pro Publik pada edisi Senin (19/8) pekan depan.  (mg-05/jfr)

Share
Berita Terkait

Jokowi-Ma’ruf di Atas Angin

18/04/2019, 14:36 WIT

SS DPR RI Diduga Disembunyikan

18/04/2019, 14:25 WIT

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan