Sabtu, 14 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Masyarakat Ngofakiaha Kembali Aksi

Masyarakat Ngofakiaha Kembali Aksi

Diposting pada 15/08/2019, 13:59 WIT
AKSI:Aksi warga desa Ngofakiaha di depan kantor camat Malifut, Rabu (14/8) kemarin.
AKSI:Aksi warga desa Ngofakiaha di depan kantor camat Malifut, Rabu (14/8) kemarin.

TOBELO–Aksi unjuk rasa di kantor kecamatan kembali digelar masyarakat desa Ngofakiaha, kecamatan Malifut Rabu (14/8) kemarin. Masih dengan tuntutan yang sama. Puluhan massa aksi ini menuntut agar Fahri Yamin selaku Kades dicopot dari jabatan. Dalam aksinya, massa menuntut agar pihak kecamatan segera menyampaikan tuntutan mereka ke bupati Frans Manery untuk ditindaklanjuti. Koordinator aksi, Isra Latif dalam orasinya mengatakan, aksi digelar karena hingga kini belum juga ada jawaban maupun tanggapan dari bupati dalam menyikapi persoalan di desa Ngofakiaha. Desakan pencopotan Fahri sebagai Kades dikarenakan buruknya tata kelola pemerintahan di desa, terutama sistem pengelolaan keuangan yang dinilai tidak transparan. “Kebijakan yang diambil juga  sepihak dan menguntungkan sekelompok orang tertentu. Ini tentunya sangat meresahkan masyarakat,”koar Isra dalam orasinya. Dia menambahkan, persoalan yang terjadi kiranya bisa menjadi pertimbangan bupati untuk menindak tegas Fahri Yamin selaku Kades. Dijelaskan Isra, sesuai Peraturan Dalam Negeri (Permendagri) nomor 82 tahun 2015, ikut mengatur pengangkatan dan pemberhentian kapala desa. Lanjut Isra, hal yang sama juga bisa dilihat dalam undang-undang desa nomor 6 tahun 2014 tentang  pelanggaran administrasi yang dilakukan kepala desa.
“Makanya, Pemkab secepatnya menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Kita juga sudah tidak lagi menganggap Fahri Yamin sebagai Kades,”tegasnya. Tuntutan massa aksi ini mendapat tanggapan balik dari Abubakar Hi Soleman, camat Malifut. Dijanjikan camat, pihaknya bakal meneruskan tuntutan masyarakat Ngofakiaha ke Bupati. Mendengar pernyataan janji dari camat, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Sekadar diketahui sebelumnya, Fahri Yamin yang juga selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Halut ini juga diduga melakukan kesalahan administrasi. Yakni tandatangan palsu dengan meniru tandatangan bendaharanya saat pencairan anggaran Dana Desa (DD) di Bank, tahun 2018 lalu. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum.(cr-04/aji)

Share
Berita Terkait

TKA Tiongkok Kuasai Malut

26/01/2019, 15:24 WIT

Oknum Anggota DPRD Halut Pesta Miras

06/02/2018, 15:55 WIT

Tutup Tambang Roko

07/02/2018, 13:57 WIT

Ketua KPU Halut Nyaris Dipukul Napi

18/04/2019, 13:16 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan