Sabtu, 21 September 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Aksi Menghadap ke Laut Serentak se Indonesia

Aksi Menghadap ke Laut Serentak se Indonesia

Diposting pada 19/08/2019, 13:52 WIT
JAGA LAUT: Pelepasan tukik (anak penyu)ke laut sebagai upaya melestarikan penyu.
JAGA LAUT: Pelepasan tukik (anak penyu)ke laut sebagai upaya melestarikan penyu.

    TERNATE- secara serentak se Indonesia tersebar pada 74 titik, dilakukan aksi menghadap ke laut 2.0. Gerakan ini berlangsung tepat pukul 18.00 sesuai waktu di daerah masing-masing, Minggu (18/8) kemarin. Di Maluku Utara (Malut) aksi ini berlangsung di dua titik yakni di Pantai Kastela Ternate dan di Pantai Desa Dayu Kabupaten Pulau Morotai.

    Di Ternate sendiri, aksi yang diprakarsai Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara (Malut) dan DKP Kota Ternate ini berlangsung mulai pukul  16.30 WIT. Sebelum aksi ini, acara diawali dengan bersih-bersih pantai dan pelepasan tukik ke laut. Setelah itu dilanjutkan dengan Deklarasi Relawan Pandu Laut Nusantara.

    Kadis Perikanan M Buyung Radjiloen ST, M.Si menuturkan, llaut merupakan sebuah sumber kehidupan, maka harus dijaga dan dilestarikan untuk kelangsungan hidup seluruh masyarakat di Malut. “ Aksi menghadap ke laut ini agar kita menyadari sepenuhnya bahwa menjaga laut adalah tugas kita bersama bukan hanya pemerintah. Namun ini adalah tanggungjawab seluruh lapisan masyarakat,” terang Buyung pada awak media, usai kegiatan, Minggu (18/8).

    Malut, sambungnya, dikenal dengan daerah kepulauan. Yang luas lautnya mencapai 69 persen. Sejauh ini kesadaran masyarakat dalam menjaga laut masih kecil. Itu dapat dilihat masih maraknya aktivitas bom ikan. Melalui kegiatan ini, dia berharap muncul kesadaran   
masyarakat untuk menjaga laut.

    Menurutnya, DKP Malut akan terus bergerak untuk menjadi garda  terdepan menjaga laut. Buyung mencontohkan, bila laut tidak dijaga dan dalam sehari satu orang membuang satu botol plastik ke laut maka, dalam satu tahun sudah ada 360 botol yang dibuang ke laut. “ Kalau Malut memiliki jumlah penduduk 1.300 jiwa, kira-kira sudah berapa ton sampah plastik yang di konsumsi. Itu belum termasuk sampah plastik lain. Untuk itu dirinya berharap kesadaran masyarakat menjaga laut. Kita tidak boleh membuang sampah apa pun ke laut. Saya mengajak setiap keluarga untuk dapat menjadi contoh di lingkungan masyarakat. Meski ada regulasi namun bila tidak didukung dengan kesadaran masyarakat maka akan sia-sia,” tukasnya.

     Kadis Perikanan Kota Ternate Ruslan Bian berharap, DKP Malut dapat mengambil bagian pada momen Pandu Laut tahun depan. Kota Ternate bersedia menjadi tuan rumah dalam hajatan tersebut.
    Bila nantinya, Ternate dapat menjadi tuan rumah, maka relawan pandu laut secara Nasional akan datang ke Ternate. Ini akan menjadi momentum yang cukup besar dalam gerakan mencintai laut. “ Dinas perikanan bisa berkolobarasi dengan pemerintah agar bekerja lebih maksimal untuk menjemput kegiatan pandu laut di tahun mendatang,” harapnya.

    Selain DKP Malut dan DKP Kota Ternate, Forum BUMN, PPN Ternate, Polres Ternate, Kodim, Lanal, WCS, PSDKP, Lurah Kastela, Koramil dan SD 58 Kastela juga ikut terlibat dalam kegiatan  tandasnya. (mg-07/adv/rul)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan