Sabtu, 07 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Saiful Dorong Kampung Ayam Sebagai

Saiful Dorong Kampung Ayam Sebagai

Diposting pada 20/08/2019, 14:46 WIT
 PROYEKSI: Syaiful Abdul Radjak Adam, SPt., MSc, (kanan) saat bersama dengan salah satu peternak ayam kampung  RUSDI ABDURRAHMAN
PROYEKSI: Syaiful Abdul Radjak Adam, SPt., MSc, (kanan) saat bersama dengan salah satu peternak ayam kampung RUSDI ABDURRAHMAN

SOFIFI - Peluang pengembangan ternak Ayam sangat potensial untuk dilaksanakan di Maluku Utara (Malut). Pasalnya, Malut  merupakan  satu  satunya daerah di Indonesia yang masih bebas penyakit menular Avian Influenza (AI). Di samping itu juga kebutuhan masyarakat akan konsumsi daging dan telur  terus meningkat, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pendapatan masyarakat, serta meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya bahan makanan protein asal ternak.
Peluang tersebut sangat ditunjang dengan tersedianya lahan pengembangan dan bahaya penyakit menular yang mudah dieliminir, karena daerah kepulauan. Sedangkan prospek pemasaran sangat strategis  karena  berada dekat dengan beberapa provinsi di Indonesia bahkan dekat dengan beberapa negara di Asia Tenggara.
Dengan daya dukung potensi sumber daya yang ada seperti; lahan, iklim, sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta peluang pasar dan harga yang cukup baik. Hal ini sangat memungkinkan untuk mengembangkan komoditas peternakan ayam pedaging dan petelur. Lahan yang belum dimanfaatkan masih tersedia cukup besar, namun belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, Anggaran pemerintah baik berupa APBN maupun APBD belum bisa membantu peternak untuk dapat meningkatkan populasi maupun produksi, sehingga sampai saat ini  kebutuhan daging ayam dan telur   masih harus di import dari Provinsi lain.
Kondisi ini, mendorong, Saiful Abdul Radjak Adam, Spt. Msc, menjadikan rencana proyek perubahan (RPP) PIM III. Pegawai dinas Pertanian Provinsi ini mengatakan, Program pengembangan berbasis kawasan merupakan salah satu upaya yang harus dijalankan, dalam rangka mengembangkan usaha  ayam yang dikelola secara terpadu/terintegrasi melalui pendekatan kelompok pada satu kawasan/wilayah pengembangan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas dan nilai ekonomis usaha budidaya yang dilakukan oleh peternak sehingga populasi, produksi dan produktivitas ternak dapat ditingkatkan.
Untuk memaksimalkan peluang dan potensi yang dapat dikembangkan di Provinsi Maluku Utara, antara lain sebagai daerah sumber bibit dan pemasok daging serta hasil ikutan lainnya maka  dibutuhkan sebuah model pengembangan peternakan. Hal ini mampu memaksimalkan pemanfaatan potensi yang dimiliki, dengan demikian kebijaksanaan yang paling penting dan mendesak untuk saat ini dan kedepan adalah Provinsi Maluku Utara harus memiliki Wilayah pengembangan  ternak ayam yang  berkualitas dan representatif guna menjawab tantangan dan persoalan ketersediaan bahan pangan asal ternak yang berkelanjutan,  maka  perlu diadakannya  Program “Kampung Ayam” sebagai sentral Pengembangan usaha.
Kota ternate kata dia, dipilih sebagai fokus dari Proyek Perubahan, karena   Kota ternate merupakan salah satu wilayah pengembangan ternak ayam sehingga dapat dijadikan  Pilot Project di wilayah Provinsi Maluku Utara.
"Diharapkan program Perubahan ini dapat berkembang  ke seluruh wilayah Kabupaten Kota  sehingga dapat memicu percepatan pembangunan Peternakan di Provinsi Maluku Utara secara keseluruhan," terangnya.
Dia menjelaskan, Tujuan yang ingin di capai dari kegiatan ini dibagi kedalam tiga bagian, yakni tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang sebagai berikut, Tujuan jangka pendek Terbentuknya Model Usaha Peternakan Ayam Berbasis Kawasan Pengembangan “Kampung Ayam” di Kelurahan Sasa Kota Ternate. Tujuan jangka menengah Terbentuknya Suatu Kawasan Khusus untuk pengembangan Komoditas Ayam Sebagai Sumber pendapatan ekonomi masyarakat dan penyediaan protein hewani di Provinsi Maluku Utara. Sementara Tujuan jangka panjang Menjadikan Kampung Ayam sebagai daerah penghasil sumber bibit dan pemasok daging, untuk kebutuhan Pangan asal hewani di dearah daerah maupun Export Terwujudnya Pendapatan Asli Daerah ( PAD), sektor peternakan Terwujudnya kesejahteraan peternak melalui Kampung Ayam.(udy/adv/yun/*)

 

Share
Berita Terkait

Sultan Tidore Apresiasi Rizal Ramli

05/04/2018, 12:36 WIT

Tak Terima, Yaser Marah

10/10/2018, 11:34 WIT

Tuan Rumah KKN Kebangsaan

19/02/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan