Senin, 16 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Warga Dua Desa “Memanas”

Warga Dua Desa “Memanas”

Diposting pada 27/08/2019, 13:47 WIT
PERTEMUAN : Mediasi yang dilakukan Forkompincam Sahu Timur bersama warga Desa Awer dan Taraudu Kusu di kantor camat Sahu Timur, Senin (26/8).
PERTEMUAN : Mediasi yang dilakukan Forkompincam Sahu Timur bersama warga Desa Awer dan Taraudu Kusu di kantor camat Sahu Timur, Senin (26/8).

Rebutan Batas Wilayah, Pertemuan Pertama tak Ada Hasil

Editor : Muhammad Nur Husen
Peliput : Samsudin Chalil

JAILOLO – Kepala Desa Taraudu Kusu (Tarkus) Kecamatan Sahu Timur Markus Patysilano diduga menyerobot batas wilayah Desa Awer. Dugaan ini bahkan memicu konflik antar warga dua desa, karena pada Jumat (23/8) lalu Pemerintah Desa (Pemdes) Tarkus membangun jalan di atas wilayah Desa Awer.”Kami tidak terima. Makanya pekerjaan tersebut akan kami boikot,”tandas Ketua BPD Awer Demisius Boky, Senin (26/8).

   Akibat konflik tersebut pihak kecamatan mengundag dua desa untuk mediasi pertemuan di Kantor Camat Sahu Timur, Senin (26/8). Demisius mengatakan secara fakta pekuburan Desa Tarkus masuk dalam wilayah Desa Awer. Bahkan perbatasan dua desa tersebut juga ditandai dengan patok batas wilayah yang sangat jelas, sehingga proyek jalan yang dibangun Pemdes Tarkus adalah unsur kesengajaan atau penyerobotan wilayah.

  Tak hanya itu, ada juga ketidakberesan yang dilakukan Pemdes Tarkus. Di mana ada sekitar 20 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Desa Awer, namun Pemdes membuat KTP milik warga Desa Awer. Bahkan sertifikat tanah yang dikeluarkan melalui Pemdes Desa Awer. Anehnya pembayaran pajak dilakukan di Desa Tarkus."Jadi kami minta pihak kecamatan menertibkan masalah administrasi kependudukan di Desa Tarkus, karena mereka semena-mena melakukan penyerobotan dan masuk di wilayah Desa Awer,"ucapnya.

  Sementara Kades Tarkus Markus Patysilano membantah pihaknya melakukan terobosan. Program pembangunan yang dilaksanakan demi kepentingan masyarakat, bukan atas kepentingan pribadi atau kelompok."Itu program berbasis masyarakat, bukan ada unsur kesengajaan, jadi pembangunan jalan demi kepentingan masyarakat,"ujarnya. Mediasi yang dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, Pemdes dan BPD dua desa serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) ini tidak menemukan kesepakatan, karena kedua desa mempertahankan kebenarannya masing masig.”Karena tak ada titik temu, saya memberikan waktu tiga hari untuk diselesaikan di tingkat desa melalui musyawarah. Kalau waktu yang diberikan ini tidak juga selesai, maka dilanjutkan ke tingkat kabupaten untuk diselesaikan,”tandas Camat Sahu Timur Edy Bassay yang memimpin pertemuan tersebut.(din/met)

 

Share
Berita Terkait

Jokowi Menang Telak di Desa Danny

18/04/2019, 13:04 WIT

Danyonif RK 732/Banau Berganti

07/12/2018, 12:50 WIT

Sehari, Empat Tewas di Jalan

12/03/2018, 12:37 WIT

Jembatan Goin - Kedi Tuntas 2020

22/07/2019, 14:17 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan