Sabtu, 21 September 2019

 Headline
MALUT POST / / Warga Demo NHM

Warga Demo NHM

Diposting pada 28/08/2019, 14:15 WIT
AKSI: Aliansi Tarik Mandat Rakyat (ATM) saat menggelar aksi di depan pintu masuk PT. NHM, Selasa (27/8) kemarin.
AKSI: Aliansi Tarik Mandat Rakyat (ATM) saat menggelar aksi di depan pintu masuk PT. NHM, Selasa (27/8) kemarin.

ATM Tagih Beasiswa dan RS

Editor : Fitrah A Kadir
Peliput : Ramlan Harun

TOBELO – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) didemo pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Tarik Mandat Rakyat (ATM), Selasa (27/8) kemarin. Dalam aksinya, puluhan massa aksi ini mengancam untuk memboikot pintu masuk utama PT NHM jika apa yang menjadi tuntutan mereka tidak diakomodir dalam waktu dekat. Dalam aksinya, massa menilai jika pihak NHM sama sekali tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat lingkar tambang yang tersebar di lima kecamatan.  Ancaman massa ini berkaitan dengan janji NHM untuk pengembangan mutu pendidikan dan kesehatan di lima kecamatan yang tak kunjung direalisasi hingga saat ini. Demikian ditegaskan koordinator aksi, Fikram S. Dijelaskan Fikram, aksi yang digelar adalah bagian dari kekecewaan atas janji-janji NHM terhadap masyarakat yang ada di lingkar tambang. Disebutkan, janji NHM untuk pemberian bantuan beasiswa bagi para mahasiswa di lima kecamatan, yakni Kao Barat, Kao Utara, Kao, Malifut dan Kao Teluk hanya sebatas isapan jempol belaka. “Beasiswa bagi mahasiswa harus dirubah proses pencariannya. Bila perlu, dalam tahun berjalan harus dua kali pencairan beasiswa. Kemudian, besaran anggaran mestinya dinaikkan. Saat ini, mahasiswa semester awal hanya Rp 1 juta dan semester III itu diberikan Rp 3 juta. Ini tidak berbanding lurus dibandingkan umur NHM selama beroperasi disini (Halut),"jelasnya. Dia mengatakan,  permasalahan beasiswa dari tahun ke tahun selalu bermasalah, sebab tidak ada tranparansi dari pihak CSR saat pencairan. "Makanya kami minta NHM harus evaluasi CSR di masing-masing koordinator kecamatan,"desaknya. Dari aspek kesehatan, lanjut Fikram, berkaitan dengan pembangunan rumah sakit yang direncanakan akan dibangun di kecamatan Kao namun tak kunjung dilakukan.

“Jangan saling lepas tanggungjawab, baik dari pihak PT. NHM dan Pemkab Halut. Apalagi, lahan sudah dibebasakan dengan anggaran hampir Rp 9 miliar lebih namun tender proyek sampai saat ini belum dilaksanakan. Ini berkaitan dengan hajat hidup masyarakat,"tegasnya. Dalam aksi kemarin, massa meminta PT. NHM dan Pemkab Halut untuk segera menyelesaikan janji-janji yang belum dipenuhi. “NHM dan Pemkab harus duduk bersama untuk mencari solusi, sebab ini menyangkut pendidikan dan masalah kesehatan. Ini masalah orang banyak, makanya secepatnya diselesaikan,"harapnya. Setelah menggelar aksi hampir kurang lebih satu jam, massa kemudian membubarkan diri. Sementara itu, pihak NHM yang dikonfirmasi, belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.(cr-04/aji)

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan