Rabu, 11 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Gelar Pasukan Operasi Patuh

Gelar Pasukan Operasi Patuh

Diposting pada 30/08/2019, 14:36 WIT
UPACARA: Kapolres AKBP Andri Hariyanto saat mengecek pasukan dalam upacara gelar pasukan operasi patuh 2019 di halaman Mapolres, Kamis (29/8) kemarin.
UPACARA: Kapolres AKBP Andri Hariyanto saat mengecek pasukan dalam upacara gelar pasukan operasi patuh 2019 di halaman Mapolres, Kamis (29/8) kemarin.

WEDA – Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Tengah melaksanakan apel gelar pasukan operasi kepolisian kewilayahan Patuh 2019 di halaman Mapolres, Kamis (29/8). Operasi ini dalam rangka meningkatkan ketertiban dan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas.

    Kapolres AKBP Andri Hariyanto yang juga Inspektur Upacara dalam membacakan amanat Kapolda Brigjen Pol Suroto mengatakan, permasalahan di bidang lalulintas dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis. Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam menunjang kebutuhan hidupnya.

   Evaluasi pelaksanaan operasi patuh kieraha 2017 dan 2018, data menunjukan kejadian lakalantas di Malut  mengalami peningkatan sebanyak 10 kasus dari 6 kasus di tahun 2018. Korban meninggal dunia meningkat sebanyak 6 kasus dari 2 kasus di tahun 2017 menjadi 9 kasus di tahun 2018, korban luka ringan meningkat sebanyak 41 kasus dari 4 kasus di tahun 2017 menjadi 45 kasus di tahun 2018. "Jumlah pelanggaran lalulintas operasi patuh tahun 2018 sejumlah 3.633 pelanggaran meningkat 2% dari tahun 2017 sebanyak 3.552 pelanggaran dan teguran sejumlah 971 pelanggaran," terangnya.

 Secara umum dari hasil evaluasi didominasi pelanggaran sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, melawan arus dan kelengkapan surat surat kendaraan. Sedangkan kendaran roda empat melanggar pengunaan safetty belt dan pelanggaran terhadap rambu marka jalan. Dengan pola operasi gakum lantas 70 persen, giat preventif 20 persen dan target operasi secara umum adalah menekan potensi gangguan menghilangkan ambang gangguan dan menekan hukum lantas terhadap gangguan nyata yang berkaitan dengan kamseltibcarlantas. Sedangkan sasaran secara prioritas telah ditentukan oleh Korlantas Polri sebanyak 8 sasaran. Yakni pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar, Pengemudi roda empat tidak menggunakan safty belt, Pengemudi roda empat yang melebihi batas maksimal kecepatan, pengemudi ranmor yang lawan arus, mabuk pada saat mengemudikan kendaraan.

  Pengendara ranmor yang masih di bawah umur, menggunakan handphone saat mengemudikan kendaraan, kendaraan yang menggunakan lampu rotator strobo / sirine tidak sesuai peruntukan.(mpf/met)
    

 

Share
Berita Terkait

Panwascam Temukan Pemilih Ganda

05/04/2018, 12:34 WIT

18 Perusahaan Beroperasi di Halteng

28/03/2019, 12:18 WIT

WBN Siap Serap 15 Ribu Tenaga Lokal

31/08/2018, 12:40 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan