Sabtu, 21 September 2019

 Headline
MALUT POST / / Jalan Momojiu-Sabatai Terancam Putus

Jalan Momojiu-Sabatai Terancam Putus

Diposting pada 30/08/2019, 14:19 WIT
DIHANTAM ABRASI: Kondisi jalan dari Desa Momojiu ke Sabatai hampir putus dihantam abrasi air laut.
DIHANTAM ABRASI: Kondisi jalan dari Desa Momojiu ke Sabatai hampir putus dihantam abrasi air laut.

PUPR Morotai Surati Kementerian

Editor : Bukhari Kamaruddin
Peliput : Sofyan Togubu

DARUBA - Jalan dari Desa Momojiu menuju Desa  Sabatai Kecamatan Morotai Timur  dikeluhkan warga. Ruas jalan terancam putus karena abrasi air laut.

Pantauan Malut Post Kamis, (29/8). Abrasi mengakibatkan jalan amblas sepanjang 20 meter sedalam satu meter. Akibatnya ruas jalan sepanjang 20 meter itu menyempit, dan hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat. Jika dua kendaraan berpapasan, maka salah satunya harus mengalah. 

Menurut Fandi, pengguna jalan, kondisinya sudah parah sehingga butuh penanganan segera.  "Rusak parah badan jalan hampir putus . Jalan terus terkikis air, lama-lama semuanya amblas," katanya
Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai, Abubakar A. Rajak, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa itu merupakan jalan nasional, sehingga mereka sudah menyurat ke Balai SDA Kementerian PUPR.

“Kami menunggu surat balasan untuk ditindaklanjuti, karena semua dokumennya sudah dikirim ke Jakarta," katanya. Dia mengaku sudah melihatnya, dan untuk penanganan darurat akan dilakukan.

Dia juga berharap kondisi ini menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morotai, karena itu juga menjadi bagian dari tanggung jawab instansi tersebut.

Pada kesempatan itu dia menambahkan, awal September dilakukan penandatanganan kontrak proyek multiyears pembangunan masjid raya. Dia menuturkan lambatnya penyusunan dokumen membuat lelang proyek ini baru dilakukan Agustus ini.  Ini juga membuatnya dipanggil DPRD Morotai.  "Kalau bicara perencanaan kan di Bappeda. Hasil perencanaannya itu bukan serta merta langsung dibuat dokumen lelang dan langsung dibawa ke ULP. Hasil perencanaan konsultannya harus di uji terlebih dulu. Kita harus periksa nilainya dan gambar. Dan periksa gambar itu bukan satu dua hari, karena mengandung risiko jadi kita harus teliti baik-baik. Karena kita juga mau produknya harus baik, jadi butuh waktu untuk mengkaji itu. Makanya kita baru lelang sekarang," jelasnya
Menurut dia,  jika proses pekerjaannya di mulai September, dari segi waktu masih bisa untuk dikerjakan hingga Desember mendatang. "Tahap pertama anggarannya Rp 6,5 miliar. fokusnya ke pondasi bangunan,” jelasnya. (tr-04/onk).

 

Share
Berita Terkait

Warga Antusias ke TPS

18/04/2019, 12:43 WIT

Oknum PNS Cabuli 3 Siswa SMP

24/02/2018, 09:57 WIT

Diduga Selingkuh, Guru Dianiaya

09/02/2018, 14:08 WIT

Bantuan untuk Nelayan Disalurkan

13/02/2018, 15:04 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan