Sabtu, 21 September 2019

 Headline
MALUT POST / AKADEMIKA / Tiga Petinggi Unkhair Ikut Ujian Advokat

Tiga Petinggi Unkhair Ikut Ujian Advokat

Diposting pada 02/09/2019, 14:08 WIT
UJIAN: Para peserta Ujian Profesi Advokat konsentrasi saat mengikuti ujian tertulis
UJIAN: Para peserta Ujian Profesi Advokat konsentrasi saat mengikuti ujian tertulis

TERNATE - Rektor Unkhair, Husen Alting mengikuti Ujian Profesi Advokat 2019 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di Aula Baabullah, lantai IV  Rektorat Unkhair, Sabtu (31/8)

Husen menjelaskan  bahwa tujuan mengikuti ujian ini dalam rangka penguatan badan institusi fakultas. Karena, salah satu item akreditasi fakultas adalah harus ada keterlibatan dosen pada organisasi-organisasi profesi. Salah satunya, PKPA ini. "Dimana menjadi pintu masuk bagi kami untuk terlibat di dalamnya," tuturnya.

Harapannya, jika banyak dosen yang latar belakang studinya hukum, terlibat dalam organisasi-organisasi ini. Maka, akreditasi fakultas dan institusi akan menjadi lebih baik. "Itu sebenarnya, motivasi kami mengikuti ujian ini. Tidak ada yang lain," katanya sembari mengaku, kalau motivasi mengikuti ujian ini karena tujuannya untuk praktik itu tidak benar. Sebab, masa pensiun bagi Husen masih 23 tahun lagi.

Menurutnya, ke depan organisasi kemitraan dan organisasi profesi sangat penting untuk perguruan tinggi. Di mana, sertifikat profesi menjadi penting dibandingkan ijazah. “Seseorang yang memiliki ijazah tambah sertifikat profesi itu lebih diutamakan di lapangan kerja dibandingkan hanya memiliki sertifikat,” jelasnya.  Olehnya itu, dia berharap lebih banyak lagi alumni Fakultas Hukum berbondong-bondong mencari sertifikat kompetensi. "Karena, kelak memudahkan dia mencari pekerjaan di lapangan," paparnya. Pantauan Malut Post, selain Rektor, Dekan Hukum, Jamal Hi Arsad dan Warek III Unkhair yaitu Syawal Abd Adjid juga menjadi bagian dari 44 peserta ujian tersebut.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Nasional Peradi, Hermansyah Dulaimi menuturkan, Selain Kota ini, ada 38 Kota di Indonesia yang juga menggelar ujian ini.  Nanti, hasilnya akan diumumkan lima minggu setelah ujian ini. “Peserta yang yang lulus akan mengikuti ujian susulan di Bogor nanti,” tambahnya.

Terkait dengan aturan kalau PNS tidak bisa berstatus advokad, sementara para dosen yang mengikuti tes tersebut termasuk Dosen PNS, Hermansyah mengaku tidak berpengaruh. “Tujuannya untuk penguatan institusi dan bukan praktik, maka tidak apa-apa,” pungkasnya.  (tr-01/nty).

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan