Selasa, 17 September 2019

 Headline
MALUT POST / / Enggan Komentar Kasus Irigasi Kaporo

Enggan Komentar Kasus Irigasi Kaporo

Diposting pada 02/09/2019, 14:35 WIT
TAK SELESAI: Saluran irigasi hanya digali, tidak ditembok. Ft ikram/malut post
TAK SELESAI: Saluran irigasi hanya digali, tidak ditembok. Ft ikram/malut post

Pekerjaan tak Tuntas, Pencairan 100 Persen

Editor : Bukhari Kamaruddin
Peliput : Ikram Salim

SANANA - Penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula (Kepsul) diam-diam   menyelidiki proyek pembangunan bendungan dan jaringan irigasi di Desa Kaporo, Kecamatan Mangoli Selatan.

Bahkan proyek dengan nilai Rp 9 miliar lebih tersebut kini sudah masuk penyelidikan. Informasi yang dihimpun koran ini dari orang dalam Kejaksaan menyebutkan, penyidik tengah memeriksa sejumlah pihak yang berhubungan dengan perkara tersebut. Bahkan kasus tersebut diperkirakan akan menyeret salah satu oknum anggota DPRD Kepsul yang baru terpilih dalam pileg 2019 lalu. penyidik juga telah memeriksa salah satu pejabat utama Pemkab  Kepsul yang diduga mengetahui kasus tersebut.

Kasi Intel Kejari Kepsul Rezki Pandie saat dikonfirmasi menolak memberikan keterangan. Dia justru meminta wartawan untuk mengontak langsung ke Kasi Pidsus. ”Saya tidak tahu itu,” katanya.

Sekadar diketahui, pagu awal proyek ini Rp 10,658 miliar dengan nilai harga perkiraan sementara (HPS) Rp 10,014 miliar. Saat lelang, dimenangkan oleh PT. Amarta Maha Karya dengan harga negosiasi Rp 9 miliar lebih atau turun dari nilai HPS. Padahal, berdasarkan aturan pengadaan barang dan jasa nilai penawaran oleh penyedia, tidak bisa lebih dari pagu maupun turun dari HPS. Meski turun jauh, namun PT. Amarta Maha Karya tetap memenangkan proyek tersebut.

Pekerjaan proyek tersebut juga dipantau langsung oleh Wakil Bupati Sula Zulfahri Abdullah Duwila saat turun langsung ke lapangan. Menurut Zulfahri, proyek tersebut tidak memiliki papan nama. 

Selain itu, item pekerjaan seperti bendungan juga hanya dikerjakan beberapa meter saja. Sisanya hanya dilakukan penggalian. Bahkan pekerjaannya belum selesai,  namun pencairan sudah 100 persen dengan sekali adendum. Bahkan sampai saat ini proyeknya belum juga selesai. (ikh/onk).

Share
Berita Terkait

Tiga Pejabat Dicopot

22/02/2018, 11:59 WIT

Prabowo-Sandi Unggul di Lapas Sanana

18/04/2019, 12:56 WIT

Ayah Hamili Anak Kandung

28/11/2018, 12:32 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan