Selasa, 17 September 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Selawat dan Puasa Bisa Bawa Pulang Makanan Gratis

Selawat dan Puasa Bisa Bawa Pulang Makanan Gratis

Diposting pada 02/09/2019, 15:01 WIT
BERSELAWAT: Salah satu bocah ikut membacakan selawat nabi di Fifani Dessert, Jumat (30/8). Cukup dengan selawat, ia mendapat dessert gratis untuk dibawa pulang HIZBULLAH MUJI/MALUT POST
BERSELAWAT: Salah satu bocah ikut membacakan selawat nabi di Fifani Dessert, Jumat (30/8). Cukup dengan selawat, ia mendapat dessert gratis untuk dibawa pulang HIZBULLAH MUJI/MALUT POST

Ketika Bisnis Bertemu Sedekah di Fifani Dessert, Ternate

Fifani Dessert yang digarap tiga kakak beradik mencari rida Allah dengan cara sendiri. Hanya perlu membaca selawat nabi, pelanggan sudah bisa membawa pulang //dessert// secara cuma-cuma. Lucunya, masih ada saja yang “mengganti” ketentuan berselawat dengan membaca Alfatihah dan ayat pendek lainnya.

Putri Citra Abidin, Ternate

PEMANDANGAN berbeda terlihat di salah satu kedai di Jl. Merdeka, Kelurahan Santiong, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Jumat (30/8). Kedai bernama Fifani Dessert yang terletak di belakang Benteng Oranje itu dipenuhi orang-orang yang dengan sabar berdiri mengantre. Diantara yang mengantre itu, dominasinya kaum lelaki bersetelan koko dilengkapi peci. Mereka baru saja selesai Jumatan di masjid.

Ketika antrean mulai bergerak, satu per satu orang maju ke arah pemilik kedai. Di depan situ ada meja, di atasnya bertumpuk dessert seperti pisang ijo dan banoffee. Di depan pemilik kedai, orang yang antre membacakan selawat nabi lalu diberi satu cup dessert, gratis. Saat antre pun para pengantre menyenandungkan selawat.

Pemberian dessert dengan timbal balik selawat itu diberlakukan Fifani Dessert tiap Jumat. Sedangkan pada Senin dan Kamis, dessert gratis diberikan pada mereka yang berpuasa sunah.
Kedai itu sendiri memang kental nuansa islaminya. Di dindingnya banyak ditemukan tempelan aturan makan dan minum dalam Islam. “tempelan begini kita memang sengaja, sebab banyak dari kita tidak peduli lagi dengan hal-hal kecil,” ungkap Fitri Apriani Sangadji, salah satu pemilik kedai, kepada Malut Post.

Hal-hal simpel yang dimaksud Fitri misalnya makan dan minum dengan tangan kanan, mengucap doa sebelum makan, tidak menyisakan makanan, hingga ucap alhamdulillah setelah makan. “Banyak dari kita sudah mulai sepelekan hal kecil seperti itu, padahal sebenarnya sudah pada tahu,” lanjutnya.

Nilai-nilai Islam yang dianut kemudian dikembangkan pula dalam bisnis yang diasuh Fitri dan dua adiknya, Faradila Sangadji dan Fani Desmarani Sangadji. Lewat Fifani Dessert yang merupakan akronim dari nama ketiganya, mereka menebar kebaikan.

Bisnis keluarga ini dicetus baru-baru saja. Fitri lah yang sudah lebih dulu ke dunia bisnis daring lewat akun Facebook. “Nah, kebetulan adikku (Fadila, red) baru saja resign dari pekerjaannya sebagai seorang pramugari,” tuturnya.

Meski pada dasarnya punya passion yang beda, adik-adik Fitri manut saja diajak berbisnis. Apalagi, orangtua amat mendukung. Terbersitlah ide menjual pisang ijo buatan ibu mereka yang rasanya tak diragukan lagi. “Gimana kalau pisang ijo-nya mama kita jual dengan membuka kedai. Alhamdulillah adik-adik setuju dan kita dapat tempat (jualan) di sini,” kisah Fitri.

Fifani Dessert dibuka sejak 19 Agustus lalu. Itu berarti, program jual dessert dengan bayaran selawat sudah berjalan selama dua pekan. “Kalau sekarang sudah lebih meluas hingga ke Instagram,” tambah Fani.

Upaya kebaikan yang dilakukan tiga kakak beradik ini bukannya tanpa tantangan. Orang-orang di sekitar mereka ada pula yang mempertanyakan keputusan itu. Ketiganya bahkan dibilang gila. “Ada yang nanya, yakin mau setiap minggu seperti itu? Kita malah dibilang orang gila,” aku Fitri.

Fitri mengakui modal yang harus dikeluarkan untuk menyediakan 200 cups dessert gratis kurang lebih Rp 4 juta. Ada juga godaan lain, yakni dessert yang disiapkan untuk dibagi gratis justru di-order untuk kegiatan lain. “Kemarin ada yang order 50 cups untuk kegiatan Pramuka. Tapi kami tolak lantaran lebih memilih fokus yang ini,” ceritanya.

Di tengah cobaan-cobaan semacam itu, Fitri dan adik-adiknya yakin dengan pilihan mereka. “Alhamdulillah, kita merasa senang dan bahagia tersendiri ketika melihat orang datang dan berselawat,” kata mereka.

Fadila menambahkan, hari Jumat memiliki keistimewaan sendiri. Dimana ada hadis yang menganjurkan untuk memperbanyak selawat. “Jadi ini merupakan salah satu jalannya. Kalau dihitung-hitung secara akal manusia, ruginya sangat banyak. Tapi in shaa Allah kita akadnya sama Allah SWT saja,” katanya mantap.

Selain selawat, Fifani Dessert juga bagi-bagi dessert gratis bagi mereka yang berpuasa Senin dan Kamis. “Tinggal datang, sebut password-nya Fifani Dessert, kita sudah tahu mereka lagi puasa,” sebut Fitri.

Selama menjalankan aksi bagi-bagi dessert, Fitri dan adik-adiknya kerap menemukan momen lucu. Misalnya ketentuan baca selawat oleh pelanggan sering diganti dengan membaca Alfatihah atau surat-surat pendek Alquran lainnya. Karena itu, langkah ini sekaligus hendak membumikan selawat nabi. “Pengalaman selama bagi-bagi makanan bersama komunitas, sewaktu minta selawat toh masih ada yang baca Alfatihah,” kisah Fitri.

Ketiganya berharap, mereka bisa tetap istikamah di jalan tersebut. “Didoain biar tetap istikamah ya. Mohon doanya juga, semoga usaha kita lancar, terutama dapat berkahnya,” ujar Fitri.

Sementara salah satu pelanggan yang datang berkunjung, Muhlis, mengaku mengetahui informasi adanya pembagian dessert dengan membaca selawat dari salah satu temannya. “Masya Allah, masih ada orang banyak yang berbuat kebaikan. Semoga ke depannya banyak orang yang bisa mencontoh,” harapnya.(mg-05/kai)

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan