Selasa, 17 September 2019

 Headline
MALUT POST / / Penyelesaian Tapal Batas Gagal

Penyelesaian Tapal Batas Gagal

Diposting pada 03/09/2019, 14:05 WIT
PENYELESAIAN MASALAH: Rapat penyelesaian sengketa tapal batas dua desa yakni Desa Kupal dan Desa Gandasuli. Rapat tersebut digelar di Kantor Bupati Halsel, kemarin
PENYELESAIAN MASALAH: Rapat penyelesaian sengketa tapal batas dua desa yakni Desa Kupal dan Desa Gandasuli. Rapat tersebut digelar di Kantor Bupati Halsel, kemarin

Warga Kupal-Gandasuli Bersitegang

Editor : Hayun Umamit
Peliput : Samsir Hamajen

LABUHA - Menindaklanjuti masalah penetapan tapal batas yang terjadi antara dua desa bertetangga, Desa Gandasuli dan Desa Kupal Kecamatan Bacan Selatan ternyata gagal lagi. Pasalnya, Rapat Penyelesaian yang dipusatkan di kantor Bupati dipimpin Asisten I Setda Halsel Amirudin Dokumalamo itu gagal karena belum ada penyelesaian.

Dalam rapat tersebut, Pemda Halsel menghadirkan para Kepala desa yakni Sanusi Lariaga Kepala Desa Kupal, Umar Lasuma Kepala Desa Gandasuli dan Camat Bacan Selatan Yaman Daeng Mappe, Tokoh Masyarakat serta Kades Tuwokona Nursanti Awal. Hadir pula Pihak Kesultanan Bacan Ompu Jogugu Muchdar Arif, Juru Tulis RA Tufail Iskandar Alam, Bendahara Kesultanan Bacan M. Nur Kamarullah. Rapat ini dipimpin langsung oleh Asisten 1 Amiruddin Dukomalamo yang didampingi oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Daud Djubaedi, Staf Ahli Bidang Sarana dan Prasarana Iksan Subur, Mewakili Kepala Bappeda Halsel dan Kabag Tata Pemerintahan Abdullah Hadi.

Asisten 1 Setda Halsel Amiruddin Dukomalamo menyampaikan, untuk penetapan tapal batas harus melibatkan pihak-pihak yang mengetahui sejarah yang tentunya dalam hal ini adalah pihak Kesultanan Bacan. “Kita mendiami negeri ini, berarti kita adalah masyarakat adat Kesultanan Bacan. Meskipun, desa adatnya ada di Amasing dan Labuha bukan berarti kita terlepas dari adat Kesultanan Bacan,” ungkapnya.

Amiruddin juga meminta kepada pihak yang bersangkutan agar menunggu keputusan dari Pemerintah Daerah dan mengikuti ketentuan yang akan ditetapkan. “Jadi jangan dulu dipatok batasnya, karena ini yang akan mengakibatkan konflik. Jaga keamanan agar tetap kondusif jangan terpancing emosi dan tetap menjaga kerukunan demi masa depan Halsel," Harapnya.

Camat Bacan Selatan, Yaman Daeng Mappe mengatakan, ini merupakan pertemuan yang ke empat kalinya bersama para pihak yang bersangkutan. Pertemuan kemarin telah selesai namun, beberapa jam kemudian memanas lagi. "Untuk itu, dirinya berpesan kepada agar setelah pertemuan ini, usahakan menahan diri dan menunggu keputusan dari Pemerintah Daerah. (sam/yun)

Share
Berita Terkait

Lahir di Tengah Gempa

24/07/2019, 14:21 WIT

Mahasiswi Tewas Saat Memotret

06/03/2018, 12:01 WIT

Video Mesum Siswi SMP Tersebar

12/01/2019, 11:46 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan