Rabu, 11 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Kanwil Gelar Pembinaan Paham Keagamaan

Kanwil Gelar Pembinaan Paham Keagamaan

Diposting pada 04/09/2019, 14:33 WIT
BERI SAMBUTAN: Kakanwil Kemenag Malut H. Sarbin Sehe (kedua dari kiri) saat membuka kegiatan pembinaan paham keagamaan, Selasa (3/9)
BERI SAMBUTAN: Kakanwil Kemenag Malut H. Sarbin Sehe (kedua dari kiri) saat membuka kegiatan pembinaan paham keagamaan, Selasa (3/9)

DARUBA - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar Pembinaan Paham Keagamaan, Selasa (3/9). Kegiatan yang berlangsung selama 1 hari di aula Madrasah Aliyah Nurul Huda Gotalamo Morotai ini, dibuka Kakanwil Kemenag Malut H. Sarbin Sehe.

Kegiatan yang diikuti 30 orang peserta dari unsur tokoh agama dan ormas Islam ini juga dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag yang berlangsung di Ballroom Hotel Perdana Morotai.

Kakanwil H. Sarbin Sehe saat menyampaikan materinya pada kesempatan tersebut mengatakan ada sejumlah persoalan bangsa berkaitan dengan bidang keagamaan yang perlu mendapatkan perhatian bersama pemerintah dan tokoh agama serta tokoh masyarakat. Di antaranya soal radikalisme, ajaran sesat atau menyimpang, ujaran kebencian, kurangnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama dan maraknya penyebaran hoax.

Menurut Kakanwil, radikalisme yang membuka ruang terjadinya tindakan terorisme, adalah akibat dari pemahaman ajaran agama yang sempit dan keliru dari pemeluknya. Agama apapun di muka bumi ini, kata Sarbin, mengajarkan kepada umatnya tentang pentingnya kedamaian. “Sebab agama itu tujuannya mencerahkan, bukan meresahkan.  Begitu juga dengan agama Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, yang mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan kedamaian,” terangnya.

Untuk itu, Kakanwil mengajak tokoh  agama dan pengurus Ormas Islam, agar memberikan pemahaman moderasi beragama kepada masyarakat.

Moderasi beragama menurut Kakanwil bukan berarti mencapur adukkan antar ajaran agama yang satu dengan agama yang lainnya, atau mengenyampingkan nilai-nilai agama dalam kehidupan individu dan masyarakat, tetapi moderasi beragama agama adalah, masing-masing individu secara mutlak meyakini kebenaran agamanya, menerapkan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan kesehariannya secara utuh, namun di satu sisi ia juga memberikan ruang yang cukup bagi pemeluk agama lain untuk mengimplementasikan nilai-nilai ajaran agamanya, serta dapat membuka diri hidup secara berdampingan dengan memberi rasa aman dan nyaman.

Pada kesempatan tersebut Kakanwil  juga meminta para tokoh agama dan pengurus Ormas Islam menjadikan terorisme, radikalisme, dan hoax sebagai musuh bersama yang harus diperangi. Kakanwil juga meminta kepada tokoh agama agar tidak mempertentangkan Pancasila dengan agama, dan bersama-sama menjaga keutuhan NKRI.

Sementara itu penanggung jawab kegiatan yang juga Pembimbing Syariah, H. Hasbullah Tahir mengatakan, kegiatan Pembinaan Pembinaan Keagamaan ini bertujuan mendeteksi secara dini kehadiran paham keagamaan sesat di tengah-tengah masyarakat serta pola penanganannya.

Menurut Hasbullah, dipilihnya tokoh agama dan pimpinan ormas Islam sebagi peserta karena para tokoh  lebih dekat dengan umat serta memiliki kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.

“Sehingga diharapkan nantinya mereka menjadi garda terdepan dalam menangkal aliran serta dan radikalisme,” pungkasnya.(udy/adv/jfr/*)

 

Share
Berita Terkait

Warga Antusias ke TPS

18/04/2019, 12:43 WIT

Oknum PNS Cabuli 3 Siswa SMP

24/02/2018, 09:57 WIT

Pembentukan Kodim Morotai Kian Dekat

26/09/2018, 09:10 WIT

Diduga Selingkuh, Guru Dianiaya

09/02/2018, 14:08 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan