Sabtu, 21 September 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Nggak Tahu Kenapa kok Ingin Ikut Suami

Nggak Tahu Kenapa kok Ingin Ikut Suami

Diposting pada 04/09/2019, 14:44 WIT
TABRAKAN DOMINO: Kendaraan yang mengalami tabrakan beruntun di Tol Purbaleunyi GANI MAHNIDA RADAR KARAWANG
TABRAKAN DOMINO: Kendaraan yang mengalami tabrakan beruntun di Tol Purbaleunyi GANI MAHNIDA RADAR KARAWANG

Kesaksian Mereka dari Detik-Detik Terjadinya Tabrakan Beruntun di Tol

Sebelum terguling dan memicu kecelakaan beruntun, truk pengangkut tanah menyalip truk kawannya yang sama-sama berangkat dari Cianjur. Si sopir sempat menelepon sebelum celaka, “Remku blong.”

GANI MAHNIDA, Purwakarta, Jawa Pos

 

SUARA dari balik telepon itu terdengar panik. “Remku blong…remku blong,” kata Dedi Hidayat, si penelepon, kepada Subana, kawannya sesama sopir truk.

Mengangkut tanah dari Cianjur dengan tujuan Karawang Timur, dump truck yang dikemudikan keduanya melaju di tol Cipularang kemarin siang (2/9). Awalnya, truk Subana yang berada di depan. Tapi, mendekati km 90 arah Jakarta, Dedi menyalip sang rekan yang ditemani istrinya, Manih.

Dan, kemudian, terjadilah petaka itu. Tak lama setelah telepon singkat dari Dedi tersebut, Subana tiba-tiba mengerem mendadak. Truk oleng, menabrak mobil yang berada di depannya, dan hampir terjatuh ke jurang.

Manih mengalami luka ringan dan dilarikan di RSU dr Abdul Radjak, Purwakarta. Di rumah sakit yang sama, Subana yang tak sadarkan diri juga tengah dirawat intensif.

Manih tak ingat mobil apa yang ditabrak truk suaminya. Atau berapa banyak kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun setelah truk Dedi terguling. “Yang saya ingat, begitu suami mengerem, saya langsung lari ke belakang kursi sopir,” kata Manih kepada Radar Karawang.

Selanjutnya, dia tak ingat apa-apa. Baru belakangan dia tahu bahwa Dedi tewas setelah truknya terguling di antara km 92. Yang lantas memicu kecelakaan massal yang melibatkan 21 kendaraan berbagai jenis. Sebanyak 9 orang tewas, 8 lainnya terluka parah, dan 25 orang mengalami luka ringan.

Menurut pengakuan Nafi, Toyota Avanza yang dia kendarai adalah mobil yang persis di belakang truk Dedi. Begitu melihat dump truck tersebut terguling, dia spontan mengerem.

Ada empat orang lain di mobil yang dikendarai Nafi. Termasuk Mardianto, saudaranya. “Kami mobil pertama yang berhenti setelah truk itu terguling. Kemudian, dari belakang, kendaraan yang kami tumpangi tertabrak dan terdorong kendaraan yang meluncur kencang dari arah Bandung,” lanjut Mardianto saat ditemui di RSU MH Thamrin, Purwakarta.

Kemudian, tabrakan berlanjut. Sampai kendaraan yang disopiri warga Babakan Caringin, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, itu terdorong hingga mendekati truk besar yang terguling. Tapi untung, kelima orang di mobil tersebut lolos dari maut.

Lokasi kecelakaan berada di Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. Sejumlah warga sekitar mengatakan, kawasan tersebut memang rawan kecelakaan. “Namun, yang paling parah dan banyak menelan korban jiwa adalah kejadian ini (kemarin, Red),” kata Dadan, warga Kecamatan Sukatani, kepada Radar Karawang.

Dodi, saksi mata lain, mengatakan, sopir truk pengangkut tanah yang terguling tewas di tempat kejadian akibat terpental keluar dari kendaraan.

Sementara itu, para korban lain yang terjepit ditolong warga dan para pekerja yang tengah menggarap proyek lereng di pinggiran tol Cipularang. “Setelah tabrakan beruntun, saya dengar, ada tiga kali suara ledakan dari kendaraan yang terbakar,” tuturnya.

Manih menyatakan, awalnya semua berjalan lancar. Total, ada enam truk yang berangkat untuk mengangkut tanah dari Cianjur ke Karawang. “Nggak tahu kenapa hari ini (kemarin, Red) kok saya ingin sekali ikut suami. Padahal, biasanya tidak pernah ikut,” kata perempuan 35 tahun itu.

Dia ingat, beberapa hari sebelumnya, Subana, sang suami, menceritakan bahwa dirinya baru bermimpi buruk. Kendaraan yang dia sopiri terbalik. Tapi, Manih tak pernah menganggap itu sebagai suatu firasat atau pertanda. Jadi, bukan karena itu pula dia ingin ikut kemarin. “Saya sendiri juga nggak ada (firasat, Red),” kata Manih.

Yang pasti, insiden kemarin membuat dia sangat trauma. “Nggak nyangka ngalamin kecelakaan seperti ini. Saya belum bisa menghubungi pihak keluarga karena semua barang-barang masih di mobil,” katanya.(jpc/kai)

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan