Selasa, 17 September 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Kepala Kemenkum HAM di-Warning

Kepala Kemenkum HAM di-Warning

Diposting pada 07/09/2019, 12:13 WIT
SERTIJAB: Pejabat lama dan pejabat baru berjabat tangan usai sertijab.
SERTIJAB: Pejabat lama dan pejabat baru berjabat tangan usai sertijab.

TERNATE - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly melalui Staf Ahli Menteri bidang Hubungan Antar Lembaga, Agus Hariadi menitipkan beberapa pesan kepada Ramli H.S selaku Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM, Maluku Utara yang baru.
Hal itu disampaikan oleh Agus Hariadi di acara serah terima jabatan (Sertijab) dan pisah sambut Kepala Kanwil Kemenkum HAM Malut dari Nofly selaku pejabat lama ke Ramli sebagai pejabat baru digelar di Hotel Grand Dafam, kemarin (6/9).

Agus Hariadi dalam sambutannya mengingatkan kepada Ramli selaku Kepala Kanwil Kemenkum HAM Malut yang baru agar senantiasa menjaga integritas dalam bertugas. Menjadi panutan dalam segala aspek, panutan dalam segala kepribadian, bersikap dan berkinerja sehingga menjadi panutan di lingkungan kerja. Ramli selaku pejabat yang baru juga diingatkan untuk segera melakukan konsolidasi dengan jajaran untuk merealisasikan target kerja yang telah direncanakan sehingga berimplikasi kepada peningkatan kualitas pelayanan sekaligus merealisasikan anggaran secara efektif dan efisien. Beberapa tahun belakangan ini, Kementerian Hukum dan HAM berkomitmen untuk membangun zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM), hal itu jangan menjadi ceremony belaka tetapi semangat WBK dan WBBM harus terinternalisasi kepada setiap pegawai pada satuan kerja yang dipimpin. “Siapa yang tidak siap melaksanakan WBK dan WBBM silakan keluar dari Kementerian Hukum dan HAM,” kata Agus.
Kepala Kanwil yang baru juga diingatkan agar terus mengembangkan semangat membangun jaringan kinerja dengan para stakeholder, tingkatkan komunikasi yang efektif dan kuatkan peran sebagai legislator sehingga mempermudah dalam melaksanakan tugas di kantor Kemenkum HAM di Malut. Ramli juga diingatkan agar menjaga dan mempertahankan opini atas laporan hasil pemeriksaan keuangan yang selama empat tahun berturut-turut Kemenkum HAM memperoleh predikat WTP dengan meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran pada masing-masing unit kerja.
“Jangan ada lagi permainan anggaran, permainan proyek. Memperhatikan administrasi pertanggungjawaban keuangan,” ujar Agus.

Ia menyatakan, pergantian pejabat tidak berarti membuat program baru dan meninggalkan semua program pejabat lama. Bagi jajaran pemasyarakatan, segera lakukan instruksi pimpinan khususnya dalam peranan tata laporan dan langkah-langkah strategis perlu segera dilakukan. Libatkan seluruh jajaran dengan meningkatkan koordinasi, lakukan terobosan, meminimalisir interaksi anggaran warga binaan pemasyarakatan dengan pegawai.

Sebab ke depan, kata Agus, tugas dan fungsi teknis Kemenkum HAM semakin besar sehingga pimpinan Kanwil Kemenkum HAM harus berpikir jangka panjang. 5-10 tahun kedepan, Indonesia memasuki era industri 4.0, semua serba digital dan otomatis dan masyarakat membutuhkan pelayanan yang lebih baik.

“Mari kita ciptakan inovasi-inovasi dan tingkatkan pelayanan kepada masyarakat. Prestasi yang telah diraih oleh Kemenkum HAM sangat ditentukan oleh jajaran Kemenkum HAM, semua unit kerja harus berpartisipasi, saling bahu membahu mencapai kinerja yang terbaik,” tuturnya.

Sementara, Ramli H.S, selaku kepala Kanwil Kemenkum HAM Malut dalam sambutannya meminta dukungan dari semua pihak agar selama bertugas di Malut selalu mendapat suport dan kerja sama, sinergitas agar Kanwil Kementerian Hukum dan HAM di Malut dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan Malut.

“Tugas ini tidak akan berjalan sebagaimana yang diharapkan bila tanpa ada dukungan seluruh jajaran. Sekali lagi saya mohon dukungan dan arahan serta bantuan, dorongan dan semangat sehingga kami dapat menjalan tugas di Malut dengan baik,” ungkap Ramli.

Sedangkan, mantan kepala Kanwil Kemenkum HAM Malut, Nofly meminta kepada semua komponen terutama pemerintah daerah agar dapat mendukung Kepala Kanwil Kemenkum HAM Malut yang baru agar dapat melaksanakan tugas dan fungsi dengan baik.

“Saya juga meminta maaf bila selama menjalan tugas di Malut, sikap dan tutur saya yang tidak berkenaan kepada semua jajaran maka saya mohon maaf,” pungkasnya. (aby/lex)

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

TKW Tewas Jatuh Saat Berusaha Kabur

07/09/2019, 12:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan