Rabu, 20 November 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / TKW Tewas Jatuh Saat Berusaha Kabur

TKW Tewas Jatuh Saat Berusaha Kabur

Diposting pada 07/09/2019, 12:18 WIT
Brigjen (Pol) Suroto
Brigjen (Pol) Suroto

TERNATE – Fakta baru terungkap dari kematian Lily Wahidin (28), tenaga kerja wanita (TKW) asal Kelurahan Jati Perumnas, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate. Lily yang dipekerjakan di Malaysia diduga tewas setelah terjatuh dari gedung bertingkat saat berusaha melarikan diri dari agency-nya. Penyebab ibu tiga anak itu berusaha kabur lantaran dipaksa bekerja di tempat yang tak sesuai perjanjian awal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Ternate Jusuf Sunya mengungkapkan, dilihat dari kronologis dan laporan yang dibuat Kepolisian Kerajaan Malaysia, dipastikan Lily meninggal setelah jatuh dari lantai 3 gedung. Kecelakaan itu juga mengakibatkan ia mengalami patah kaki. “Jatuh karena berusaha lari dari agency yang mempekerjakannya,” ungkapnya saat dikonfirmasi Malut Post, Jumat (6/9).
Disnaker juga mendapat informasi jika saat mengikuti pelatihan di Bekasi selama 2 bulan, mendiang Lily dilatih untuk menjadi asisten rumah tangga (ART). Namun sesampainya di Pulau Pinang, Malaysia, ia justru ditempatkan bekerja di panti jompo. “Mungkin ketidaksiapan mental terhadap kondisi kerja yang sebenarnya jadi ini yang membuat korban awalnya menolak bekerja di panti jompo. Itu sebagai informasi yang kami peroleh," tutur Jusuf.

Keberadaan PT Maharani Tri Utama Mandiri, perusahaan penyalur tenaga kerja yang menyalurkan Lily, di Ternate diketahui legal. Mereka memiliki izin operasi yang dikeluarkan Disnaker Provinsi Maluku Utara. Jusuf mengakut saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan perusahaan agar secepatnya membayar hak-hak Lily. “Dan perusahaan siap melakukan pembayaran," ujarnya.
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja (PPTK) Disnaker Malut Sri Bagiyo kepada //Malut Post// menjabarkan, Lily dilaporkan meninggal sehari setelah masuk kerja di Negeri Jiran. Ia sebelumnya berangkat dari Ternate ke Jakarta Juli lalu untuk mengikuti pelatihan. “Dia dilatih keterampilan di selama dua bulan. Setelah itu korban berangkat ke Malaysia pada tanggal 28 Agustus 2019. Di Malaysia, korban bersama beberapa TKI ditampung di sana. Kemudian tanggal 1 September korban masuk kerja dan besoknya tanggal 2 Lily dikabarkan meninggal," jabarnya.
Meski membenarkan laporan Kepolisian Malaysia bahwa Lily jatuh dari gedung bertingkat, Sri mengaku tak tahu persis penyebab jatuhnya korban. "Nah penyebab jatuh dari gedung itu yang masih misteri dan jatuhnya dari gedung lantai berapa itu yang saya belum konfirmasikan," akunya.
Bahkan lokasi jatuhnya pun belum diketahui pihak Disnaker, apakah di gedung milik agency atau milik majikan. “Itu juga belum jelas. Nanti kita konfirmasikan lagi ke agency-nya," ujar Sri.
Kematian Lily menjadi tanda tanya setelah jenazahnya tiba di Ternate, Kamis (5/9). Di tubuhnya terdapat luka bekas jahitan dan salah satu kakinya patah. Berdasarkan gambar yang diterima Malut Post setelah jenazah Lily dikeluarkan dari peti, bekas luka jahit terdapat di dahi dan memanjang vertikal dari dada hingga perut.

Keluarga yang tak terima pun meminta dilakukan autopsi oleh Polda Malut. “Bekas luka jahitan itu juga kita belum tahu persis. Nanti kita lihat saja hasil visum hari Senin pekan depan. Kalau misalnya ada kejadian di luar dugaan, nanti tim forensik dari Mabes Polri akan datang ke Ternate untuk autopsi. Jadi jangan dispekulasikan bahwa Lily dibunuh atau bunuh diri. Yang jelas berdasarkan keterangan dari Kepolisian Malaysia bahwa korban jatuh dari gedung," ujar Sri.

Sayangnya, kepolisian Malut masih bersikap tertutup terhadap penanganan laporan kasus ini. Kepala Bidang Humas AKBP Hendri Badar yang sebelumnya berjanji akan memberikan keterangan kemarin kembali menjanjikan waktu lain. Ia beralasan masih sibuk dengan event Gugu Gia Si Gololi Ternate. “Nanti Senin,” katanya.

Kapolda Brigjen Pol Suroto justru mengisyaratkan sulitnya penanganan kasus tersebut. Sebab menurutnya, tempat kejadian perkara (TKP) terletak di Malaysia. “Kalau meninggalnya di Malaysia kita juga tidak bisa proses. Kan TKP-nya di sana,” singkatnya.
 
Pernah Skorsing
Meski telah mengantongi izin operasi di Malut, perusahaan penyalur TKI yang menyalurkan Lily Wahidin, PT Maharani Tri Utama Mandiri, bukannya tak pernah bermasalah. Pada 2017 lalu, perusahaan yang berpusat di Tangerang ini pernah mendapat skorsing dari Kementerian Tenaga Kerja lantaran terindikasi melakukan penempatan TKI improsedural.

Di Ternate, perusahaan ini berkantor di RT/RW 008/004 Lingkungan BTN, Kelurahan Marikuburu, Ternate Tengah. Mereka mengontrak sebuah rumah beberapa bulan belakangan untuk dijadikan kantor. Namun tak ada papan nama yang terpasang. Warga sekitar juga mengaku tak pernah tahu soal kegiatan perekrutan TKI oleh perusahaan tersebut.

Kepala Kantor PT Maharani Tri Utama Mandiri Cabang Ternate, Prasetyo yang dikonfirmasi kemarin enggan berkomentar lagi. Dia menyatakan harus menunggu hingga keluarnya hasil visum oleh Polda Malut Senin (9/9) besok.

Us, salah satu warga lingkungan tersebut menyatakan, kantor itu mulai beroperasi sebelum Ramadan tahun ini. Dia mengaku beberapa orang pernah menanyakan padanya letak keberadaan kantor itu lantara ketiadaan papan nama kantor. “Kantor itu harus ada papan nama, biar masyarakat tahu. Kalau tidak bisa dikatakan ilegal karena mulai masuk sampai saat ini tidak miliki papan nama yang dipajang di depan kantor," katanya.

Senada, Ketua RT/RW 008/004 Ramlan menuturkan, pihak perusahaan pernah menyampaikan padanya soal bidang kerja perusahaan, yakni melakukan perekrutan tenaga kerja. Namun berapa yang sudah diberangkatkan, ia tak pernah tahu lagi. “Memang bukan kewenangan kami sampai ke situ, tapi paling tidak basiloloa lah, karena kantornya ada di wilayah hukum kami,” kata Ramlan.
Menurut Ramlan, ia baru tahu ihwal tewasnya seorang TKW dari warganya. “Anak-anak di pangkalan (ojek) kasih tahu baru saya tahu,” ujarnya.

Sedangkan Lurah Marikurubu, Murdi Hi Hukum mengaku tak pernah diberitahu soal pengoperasian PT Maharani di wilayahnya sama sekali. Padahal, kata dia, seharusnya pihak perusahaan melaporkan agar bisa dilakukan verifikasi. “Termasuk laporan perusahaan itu bergeraknya di bidang apa. Ini juga untuk menghindari kecurigaan masyarakat, jangan sampai dikira aliran ini atau itu,” kata dia.(udy/cr-01/mg-07/kai)

 

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

TKW Tewas Jatuh Saat Berusaha Kabur

07/09/2019, 12:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan