Selasa, 17 September 2019

 Headline
MALUT POST / / Puluhan Mahasiswa Tolak Kenaikan BPJS

Puluhan Mahasiswa Tolak Kenaikan BPJS

Diposting pada 10/09/2019, 13:36 WIT
AKSI:Aksi puluhan mahasiswa dari berbagai elemen di depan kantor DPRD  Halut menolak kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan, Senin (9/9) kemarin.
AKSI:Aksi puluhan mahasiswa dari berbagai elemen di depan kantor DPRD Halut menolak kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan, Senin (9/9) kemarin.

TOBELO –Selain di Ternate, gelombang aksi penolakan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS) kesehatan juga terjadi di Halut.

Senin (9/9) kemarin, puluhan massa aksi yang tergabung dari berbagai elemen, diantaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Partai Rakyat Demokratik (PRD), API Kartini, Liga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND) dan Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (Gamhas) menggelar aksi di perempatan jalan pelabuhan Tobelo. Dalam aksinya, massa menuntut agar pemerintah pusat hingga daerah mengurangi peserta penerima bantuan iuran BPJS kesehatan, ganti sistem BPJS ke Jamkesmas dan mengevaluasi kinerja BPJS dari ketimpangan untuk mewujudkan layanan kesehatan yang adil dan demokratis. Demikian disampaikan Apeles Kayeli, koorlap aksi.

Dalam orasinya, Apeles mengatakan, kenaikan BPJS sangat berdampak pada masyarkat kecil, mulai dari petani, nelayan hingga buruh. "Kenaikan iuran BPJS sangat meresahakan masyarakat,"koarnya. Karena itu, massa meminta agar tuntutan mereka ditindaklanjuti Pemkab dan disampaikan ke pemerintah pusat.

"Kami meminta kepada DPRD untuk membantu menyampaikan apa yang menjadi tuntutan kami,"pinta Apele. Senada ikut disampaikan Fen Budiman, orator lainnya. "Kami meminta agar BPJS dialihkan ke Jamkesmas. Kemudian, pemerintah harus menjamin kesehatan masyarakat, bukan justru mempersulit masyarakat dengan menaikan iuran BPJS,"tegasnya.

Setelah beberapa menit melakukan orasi secara bergantian di jalan kawasan pelabuhan, massa lalu bertolak menuju ke kantor DPRD. Sayangnya, aksi massa di depan kantor DPRD itu tidak mendapat tanggapan dari para wakil rakyat. Ini karena hampir seluruh wakil rakyat tidak berada di kantor lantaran sedang melaksanakan perjalanan dinas ke luar daerah. Kedatangan puluhan mahasiswa ini hanya disambut Yudihart Noya, Sekretaris Dewan (Sekwan).

Dihadapan massa aksi, Yudhart lalu meminta maaf karena ermintaan hearing dengan dewan belum bisa dipenuhi. "Seharusnya, perihal ini diterima langsung oleh anggota DPRD, akan tetapi mereka ada di Jakarta karena ada agenda lain harus dihadiri,"aku Yudihart.

Meski demikian, dirinya berjanji untuk menyampaikan apa yang menjadi tuntutan massa aksi kepada para dewan Halut. "Makanya nanti dibuatkan surat resmi sehingga pertemuan bisa kita agendakan,"saran Yudihart. Pernyataan saran dari Yudihart mendapat respon positif dari massa aksi. Setelah mendengar penjelasan Yudihart, massa lalu membubarkan diri dengan tertib.(cr-04/aji)

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan