Selasa, 17 September 2019

 Headline
MALUT POST / EKONOMI / Kunjungi Korban Kecelakaan Kerja

Kunjungi Korban Kecelakaan Kerja

Diposting pada 10/09/2019, 10:22 WIT
KUNJUNGI: Korban kecelakaan kerja dikunjungi pihak BPJS Ketenagakerjaan Ternate.
KUNJUNGI: Korban kecelakaan kerja dikunjungi pihak BPJS Ketenagakerjaan Ternate.

TERNATE- BPJS Ketenagakerjaan Mengunjungi korban kecelakaan kerja yang dirawat di RSUD Chasan Boesoerie Ternate, Jumat (6/9) pekan lalu.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ternate, Khomsan Hidayat menuturkan tujuan dari kunjungan untuk melihat kondisi terbaru dari peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja 4 september.  Mereka adalah  Muhammad Andika Perdana, karyawan PT. Megah Surya Pertiwi mengalami kecelakaan kerja pukul 17.00 WIT pada saat dia dan dua rekannya sedang mengganti breaker listrik. Kejadian bermula saat korban dan dua orang temannya sedang melakukan pekerjaan penggantian breaker listrik di ruang distribusi power room. “Nahas, pada saat memasang breaker yang baru tiba-tiba muncul percikan api yang mengenai muka serta beberapa anggota badan Andika,” ujarnya. Andika mengalami luka bakar di wajah, mata, leher dan tangan kanannya. Dia juga harus dirawat intensif karena luka bakar di daerah mata yang menyebabkan mata Andika sampai saat ini tidak dapat berfungsi.
Dia menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan mempunyai 4 program, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP). Peserta BPJS Ketenagakerjaan seperti Andika berhak atas Jaminan Kecelakaan Kerja atas kejadian yang menimpanya. Jaminan Kecelakaan Kerja dapat ditanggung sejak peserta berangkat dari rumah menuju ketempat kerja, pada saat melakukan aktivitas bekerja sampai dengan peserta pulang kembali ke rumah.
Kecelakaan kerja yang dialami oleh Andika sebagai gambaran atas pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, karena risiko biaya yang timbul akibat kecelakaan kerjakan dialihkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.  “Dengan ini peserta sudah tidak dipusingkan lagi dengan biaya pengobatan yang timbul atas kecelakaan kerja tersebut,” tuturnya. Dia juga menyampaikan sampai pada bulan Agustus tercatat 22 kasus kecelakaan kerja dan BPJS Ketenagakerjaan sudah membayarkan kecelakaan kerja sebesar Rp 1,6 Milyar.
Khomsan mengimbau kepada Pemberi Kerja atau Badan Usaha untuk mendaftarkan setiap pekerjanya guna menghindari risiko biaya yang timbul apabila terjadi kecelakaan kerja. “Saya rasa perlindungan sosial mutlak diberikan oleh para pemberi kerja khususnya di Malut. Karena selain mengalihkan resiko kepada kami, kewajiban pemberi usaha dan hak pekerja dapat  terpenuhi,” tegasnya.
BPJS Ketenagakerjaan sebagai institusi negara hadir untuk melindungi pekerja dan pelaku usaha di Indonesia. Dengan terdaftar sebagai peserta, risiko yang timbul akibat kerja sudah teralihkan, sehingga para pekerja tidak perlu lagi khawatir dengan kesejahteraan sosial mereka. “Risiko biaya akibat kecelakaan kerja, bahkan resiko biaya karena meninggal dunia akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan syarat sudah terdaftar sebagai peserta aktifnya,” pungkas Khomsan. (tr-02/onk/pn).

 

Share
Berita Terkait

Tiket Mahal, Penumpang Pesawat Turun

16/04/2019, 12:33 WIT

Ultah ke-56, Taspen Cegah Stunting

12/04/2019, 08:58 WIT

Basuki: Jangan Ambil Kerang

18/04/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan