Rabu, 20 November 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Terkait Kiki Kumala, Polda dan Kejati Didemo

Terkait Kiki Kumala, Polda dan Kejati Didemo

Diposting pada 10/09/2019, 13:26 WIT
DEMO: Suasana aksi di depan Mapolda Malut, kemarin
DEMO: Suasana aksi di depan Mapolda Malut, kemarin

TERNATE – Ratusan massa yang tergabung dalam koalisi masyarakat untuk keadilan Kiki Kumala menggelar aksi di Mapolda dan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut, kemarin (9/9). Pada aksi di Polda, massa menyuarakan kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan pelaku Ronal terhadap Kiki Kumala beberapa pekan lalu.

Inti dari aksi tersebut, massa yang di dalamnya KNPI Malut, IMM,GMKI, PPI, PII, KPPI, IPEMI, ASSPER, KPI, KAPITA MALUT, GARDA NUKU, KAPITA TAHANE, IPMI MAKAYOA, HPMI GARUT, IGOBULA, OKK MALUT dan BEM se- Malut, berharap penyidik Polda mengkostruksi penyidikan sebaik mungkin dengan mencantumkan fakta dan data sehingga Ronal bisa dituntut dan divonis hukuman mati.

Kordinator Aksi, Marlita Puasa mengatakan, ia dan ratusan massa menyampaikan lima tuntutan ke penegak hukum. Pertama, meminta Polda agar menyegarkan pengungkapan kasus tersebut dengan memenuhi semua fakta atau unsur yang berkaitan dengan upaya hukuman mati bagi pelaku. Kedua, meminta penyidik Polda Malut segera memenuhi berkas perkara se-profesional mungkin agar harapan publik hukuman mati bagi pelaku dapat terwujud.

Ketiga, meminta Kejaksaan Tinggi serius menangani kasus pembunuhan, pemerkosaan, penculikan dan pemerkosaan Kiki Kuma dengan konstruksi tuntutan hukuman mati bagi pelaku. Keempat, bagi publik Malut yang mencintai kemanusiaan, tidak ada kalimat lain selain eksekusi mati terhadap pembunuh Kiki dan kelima akan terus mengawal kasus tersebut hingga pelaku diputus hukuman mati oleh pengadilan.

Aksi sempat berlangsung tegang, ketika massa aksi aparat kepolisian saling dorong. Akan tetapi massa dan polisi saling koordinasi sehingga aksi berlangsung damai dan lancar.

Ketika massa aksi mendatangani kantor Kejati, gerbang kantor sudah ditutup. Sikap pihak Kejaksaan tersebut memancing amarah massa aksi. Massa akhirnya mendobrak gerbang, sehingga pintu gerbang mengalami kerusakan kecil. Setelah berorasi, massa membubarkan diri dengan tertib.  
Menanggapi aksi massa, penyidik Polda, AKBP Agus Wilyanto menuturkan, pihak telah bekerja keras agar perkara tersebut segera selesai.  Penyidik terlambat dengan hasil otopsi karena di Malut tidak ada Dokter Forensik, sehingga Polda Malut memanggil dokter dari Jakarta.

“Kami sudah otopsi. Selanjutnya itu prosesnya panjang. Kami berupa sebaik mungkin agar pelaku dihukum setimpal,” jelasnya.

Ia mewakili Polda menyampaikan terima kepada massa aksi yang telah menggelar aksi dalam rangka mendukung penyidik untuk memantapkan penyelidikan dan penyidikan.

Asisten Intelijen Kejati, I Putu Gede Astawa menambahkan, berkas yang dikirim penyidik Polda pada 16 Agustus lalu, sudah ditindaklanjuti jaksa. Hasilnya ditemukan beberapa kekurangan, sehingga jaksa mengembalikan ke Polda untuk dilengkapi.(mg-07/lex)
 

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

TKW Tewas Jatuh Saat Berusaha Kabur

07/09/2019, 12:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan