Rabu, 13 November 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Maju Pilwako, Rivai Umar Mendaftar di Empat Parpol

Maju Pilwako, Rivai Umar Mendaftar di Empat Parpol

Diposting pada 12/09/2019, 13:56 WIT
MENDAFTAR: Bakal calon wali kota Rivai Umar (Kemeja putih) saat mendaftar di Partai Golkar
MENDAFTAR: Bakal calon wali kota Rivai Umar (Kemeja putih) saat mendaftar di Partai Golkar

TERNATE- Pemilihan Wali Kota Ternate 2020 dipastikan bakal berlangsung seru. Belakangan ini makin banyak bakal calon yang bermunculan, salah satu diantaranya dari kalangan akademisi, Rivai Umar.  

    Bentuk keseriusan mantan Rektor Unkhair ini maju dalam Pilwako mendatang, yakni dengan mendaftar sebagai calon wali kota pada empat partai politik (parpol) yang membuka penjaringan.  Empat parpol itu yakni  
Partai Golkar, PDIP, Berkarya dan PBB.

    Rivai Umar yang ditemui di kediamannya mengatakan, dirinya memantapkan niat maju menjadi salah satu calon wali kota karena dia mengenal betul Kota Ternate dan sejak tahun 1975 telah berdomisili di Ternate. “ Mulai saya melanjutkan pendidikan hingga menjadi dosen,  
lalu dipercayakan menjadi dekan dan Rektor Unkahir menggantikan posisi (alm) Jusuf Abdurahman semuanya saya rintis di Ternate,” kisahnya.

    Dari perjalanan hidup dan pengalaman selama di Ternate itulah, dirinya tahu benar tentang problem kota dewasa ini. Kota Ternate dengan luasan wilayah yang sempit dan memiliki penduduk cukup padat, dibutuhkan perhatian yang serius. Terutama  pada sektor usaha, pengembangan home industri dan industri kreatif. Dengan begitu ekonomi masyarakat bisa tumbuh.  Sektor pertanian di Ternate tidak bisa dikembangkan maksimal karena lahan yang sudah terbatas. Karena itu, kedepan jika niatnya bisa tercapai industri kreatif dan industri rumahan menjadi fokus.

    Soal penataan kota, bagi Rivai, jangan hanya terfokus pada wilayah tengah, sementara wilayah utara dan selatan terabaikan. Sehingga terkesan ada ketimpangan pembangunan." Jangan karena alasan ancaman gunung berapi, wilayah utara tidak dikembangkan. Tidak bisa seperti itu. Ratusan tahun orang hidup di bagian utara tidak masalah,” terangnya.

    Untuk sektor pendidikan, harus menjadi faktor utama pemerintah. karena kabupaten/kota hanya memiliki kewenangan mengurus pendidikan dasar sampai SMP,  maka fokus pendidikan karakter menjadi penting. Dimana karakter anak harus dibentuk sejak masih berada di pendidikan usia dini atau PAUD."Pendidikan karakter itu butuh proses yang cukup lama. Sehingga harus dibentuk sejak awal, "tambah mantan calon wakil gubernur yang berpasangan dengan AHM ini.

    Lanjut dia, sistem pendidikan, sudah harus dikembangkan sesuai kemampuan anak. Sehingga ketika masuk perguruan tinggi anak tidak perlu bingung mau mengambil jurusan apa. Tapi tinggal memperkuat potensi yang ada pada dirinya. "Sehingga anak ketika lulus perguruan tinggi jangan hanya berharap menjadi PNS yang kesempatannya kian sempit, tapi dengan potensi yang dimiliki dapat dikembangkan untuk menciptakan peluang kerja sendiri, "tandasnya.

    Rivai mengaku optimis, bila dirinya akan diterima masyarakat. Itu dapat dilihat dengan perolehan suara terbanyak kedua pada Pilgub lalu. Karena itu dia menegaskan niatnya maju sebagai calon wali kota. Untuk pasangan, akan ditentukan partai setelah dilakukan survei nanti. "Kalau orang tanya kenapa belum kapok, setelah gagal Pilgub kemarin, sampai sekarang saya meyakini, Pilgub itu dimenangkan AHM-Rivai hanya saja dicurangi. Buktinya penetapan ditingkat KPU kami menang bahkan PSU juga menang. Karena itu, saya kembali berihtiar. Namun amanah itu ada pada Allah, jika diberikan maka harus dilaksanakan,” pungkasnya.(udy/pn/rul)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Dahlan Iskan