Selasa, 17 September 2019

 Headline
MALUT POST / / Tanpa Mobiler, Siswa Belajar Melantai

Tanpa Mobiler, Siswa Belajar Melantai

Diposting pada 12/09/2019, 14:48 WIT
MELANTAI: Para siswa harus belajar melantai di SMPN 25 Tikep lantaran sekolah kekurangan mobile
MELANTAI: Para siswa harus belajar melantai di SMPN 25 Tikep lantaran sekolah kekurangan mobile

TIDORE - Puluhan siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 25 Tidore Kepulauan terpaksa melantai saat proses belajar mengajar. Pasalnya, SMP yang berada di Desa Kosa, Kecamatan Oba ini tidak memiliki meja dan kursi. Hal ini diketahui sudah berlangsung sejak Juli 2019 lalu.

Akademisi Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Isra Muksin mengatakan, kondisi ini tentu berdampak pada efektivitas belajar mengajar. Dekan Ilmu Pemerintahan ini menilai kondisi tersebut sangat tidak manusiawi. Padahal, kata dia, alokasi anggaran sesuai undang-undang di bidang pendidikan sebesar 20 persen dari APBD. "Sudah tiga bulan siswa SMPN 25 Tikep tersebut harus melantai, namun tidak ada upaya dari pihak sekolah untuk melakukan pengadaan. Bahkan kejadian serupa ini pernah terjadi di tahun 2018 lalu," katanya kepada Malut Post, Rabu (11/9).

Isra pun mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tikep agar segara mengatasi masalah tersebut. Dengan begitu, kualitas pendidikan yang baik dan misi mencerdaskan siswa-siswi bisa terwujud.

Dia juga mendesak Wali Kota Tikep agar turun tangan menyelesaikan masalah yang terjadi di SMPN 25 Tikep ini. Menurut dia, selain persoalan ketiadaan mobile, masalah lainnya adalah disiplin guru pada saat proses belajar mengajar yang hanya dilakukan hingga pukul 9 pagi.

“Masalah disiplin guru ini sudah terjadi sejak lama dan sudah pernah ditegur oleh warga setempat, namun tidak pernah digubris. Karena itu kami minta Diknas Tikep segera melakukan evaluasi dan harus segera mengganti Kepsek yang baru, yang lebih peduli terhadap kemajuan dunia pendidikan. Kami dapat informasi, Kepsek SMP 25 ini adalah salah satu tim sukses Wali Kota, makanya kinerjanya tidak baik tapi tak pernah ditegur," ungkapnya.

Kepala Sekolah SMP 25 Nurhayati Hadi yang dikonfirmasi terkait kebenaran siswanya belajar di lantai membenarkan kondisi tersebut. Namun menurut dia, Minggu (15/9) nanti meja dan kursi baru sudah akan datang. “Sementara ada proses, Minggu baru datang,” kata dia.

Nurhayati menambahkan, sebelumnya pihak sekolah telah mengadakan 20 lebih unit kursi. Namun kursi-kursi tersebut dirusak siswa. “Makanya Dinas pengadaan lagi dan seharusnya pekan lalu sudah ada tapi belum jadi. Jadi Minggu nanti,” tambahnya.

Senada, Kepala Diknas Tikep, Ismail Dukomalamo menuturkan saat ini mobile SMP 25 tengah dikerjakan. Dia berjanji dalam bulan ini juga siswa sudah bisa kembali menggunakan meja dan kursi. "Kemarin itu keluhannya mobiler dan pagar. Tahun ini saya penuhi semua untuk SMPN 25. Pagar sudah dibangun, tinggal mobilernya lama karena proses pengiriman kayu. In shaa Allah bisa dalam bulan ini," katanya sembari menyampaikan bahwa mobiler meja dan kursi yang nanti didatangkan itu sebanyak 50 pasang dan sudah siap diantar.(cr-03/kai)

 

Share
Berita Terkait

Sultan Tidore Apresiasi Rizal Ramli

05/04/2018, 12:36 WIT

Tak Terima, Yaser Marah

10/10/2018, 11:34 WIT

Tuan Rumah KKN Kebangsaan

19/02/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan