Minggu, 20 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Kecelakaan Mulai Berkurang

Kecelakaan Mulai Berkurang

Diposting pada 13/09/2019, 14:49 WIT
PELANGGARAN: Sejumlah kendaraan roda yang diamankan petugas lantaran tidak dilengkapi dengan kelengkapan surat.
PELANGGARAN: Sejumlah kendaraan roda yang diamankan petugas lantaran tidak dilengkapi dengan kelengkapan surat.

Pelanggaran Masih Didominasi Roda Dua

Editor : Irman Saleh
Peliput : Hasbi Konoras

TERNATE - Operasi Patuh Kie Raha 2019 yang digelar secara serentak oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Malut dan jajaran berakhir pada 11 September 2019. Data hasil operasi yang digelar selama 14 hari itu disebutkan jumlah kejadian laka lantas mengalami penurunan 25 persen yaitu pada operasi patuh tahun 2018 sebanyak 8 perkara, namun pada operasi patuh tahun 2019 sebanyak 6 kejadian.

Jumlah korban meninggal dunia turun dengan trend 100 persen, yaitu dalam laka lantas pada operasi patuh tahun 2018 sebanyak 6 orang, dan pada tahun 2019 tidak terdapat korban meninggal dunia. Jumlah luka berat laka lantas pada operasi patuh tahun 2018 sebanyak 8 orang, sedangkan pada tahun 2019 mengalami penurunan yaitu 6 orang atau turun 25 persen. Jumlah luka ringan laka lantas pada operasi patuh tahun 2018 sebanyak 37 orang, dan pada tahun 2019 mengalami penurunan drastis menjadi 8 orang atau turun 78 persen. Jumlah kerugian materil operasi patuh 2019 seluruh Polres jajaran Polda Malut sebanyak Rp 23 juta.

Jumlah pelanggaran lalu lintas pada operasi patuh tahun 2018 sebanyak 3.928 pelanggaran, sedangkan pada tahun 2019 sebanyak 9.853 pelanggaran atau naik sebanyak 5.925 pelanggaran dengan trend  151 persen. Sedangkan data jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara roda dua selama operasi patuh 2019 itu sebanyak 7.267 pelanggaran. Hal ini mengalami kenaikan sebesar 4.648 pelanggaran atau dengan trend 177 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 2.619 pelanggaran.

“Jenis pelanggaran tertinggi kendaraan roda dua tahun 2019 adalah tidak menggunakan helm yaitu sejumlah 4.184 pelanggaran,” kata Kabid Humas Polda Malut, kemarin (12/9).
Juru bicara Polda Malut itu juga membeberkan, data usia pelanggar lalu lintas pada operasi patuh 2019 didominasi usia 21-25 tahun sebanyak 1.604 orang. Hal itu mengalami  kenaikan dengan trend 184 persen yang mana pada tahun 2018 hanya sebanyak 562 orang.

“Penindakan Pelanggaran tertinggi operasi Patuh 2019 terdapat di Polres Ternate dengan Jumlah 2.119 tilang, sedangkan yang terendah yaitu Polres Morotai dengan 292 tilang,” ungkap Hendri.
Dari total keseluruhan pelanggar lalu lintas yang dikenakan tilang baik oleh Polda dan jajaran berjumlah 7.974. Sedangkan total pelanggar yang mendapat teguran baik dari Polda dan jajaran berjumlah 1.879
“Operasi patuh Kie Raha 2019 ini mengedepankan penegakan hukum secara selektif prioritas untuk meningkatkan kesadaran, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas kepada masyarakat,” jelas Hendri.

Terpisah, Kepala Satuan lalulintas Polres Ternate AKP Andreas mengaku pelanggaran lalu lintas  di kota Ternate pada tahun ini cukup tinggi terdapat 2. 119 pelanggaran, ketimbang tahun 2018 hanya terdapat 565. Andreas merinci pelanggaran yang berhasil dijaring pada operasi patuh kali ini untuk  kendaran roda dua sebanyak 2034 unit, mini bus 38 unit, mobil Pick Up 9 unit, angkot 24 unit, mobil sedang 6 unit dan mobil truk 6 unit.

“Pelanggaran itu karena tidak memiliki  surat tanda nomor kendaraan (STNK) sudah tidak berlaku bahkan tidak ada, ditambah berbagai jenis pelanggaran lainnya. Meski telah berakhirnya operasi patuh ini kami tetap berharap masyarakat Kota Ternate tetap tertib berlalu lintas” pinta Andreas. (aby/lex)

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

TKW Tewas Jatuh Saat Berusaha Kabur

07/09/2019, 12:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan