Minggu, 20 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / AKADEMIKA / Ajak Mahasiswa Membuat Riset Potensi Lokal

Ajak Mahasiswa Membuat Riset Potensi Lokal

Diposting pada 17/09/2019, 13:53 WIT
KULIAH UMUM: Prof.Dr. Ir Sedarnawati Yasni, M.Agr saat menyampaikan kuliah umum di Fakultas Pertanian.
KULIAH UMUM: Prof.Dr. Ir Sedarnawati Yasni, M.Agr saat menyampaikan kuliah umum di Fakultas Pertanian.

Guru Besar ITB Memberikan Materi di Unkhair

TERNATE – Maluku Utara, khususnya Kota Ternate dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah yang sudah dikenal sejak zaman dahulu. Karena rempah tersebut, daerah ini dijajah Portugis dan bangsa Eropa lainnya yang datang untuk mencari rempah-rempah itu.

Rempah-rempah tersebut berguna untuk berbagai hal, baik sebagai campuran bahan makanan hingga menjadi bahan pengawet juga berkhasiat untuk kesehatan.  

Sejauh ini, masih banyak khasiat potensi lokal yang belum diketahui, karena itu perlu ada penelitian sebab banyak yang bisa diolah dan menjadi income yang layak. "Jangan rempahnya banyak tapi malas, dan selalu dijual bentuk kering terus," kata Prof.Dr. Ir Sedarnawati  Yasni, M.Agr  saat menyampaikan kuliah umum di Fakultas Pertanian, kemarin (16/9).  

Karena itu, guru besar dari ITB ini menyarankan mahasiswa agar melakukan penelitian. Sebab selama ini, rempah yang diekspor selalu dalam bentuk kering, tidak pernah dikasih teknologi untuk menjadikan suatu produk.

"Misalnya bentuk ekstrak atau  produk lain sehinga bisa  dipakai orang lain, seperti tepung bumbu yang bisa di campur dengan ayam goreng, udang," jelasnya. Untuk mengelolanya yang terpenting adalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). "Mahasiswa harus punya kesadaran untuk mengolah potensi alam seperti ubi jalar ungu berkhasiat anti oksidan, dan  rempah-rempah lain," Ujarnya.

Dia juga mengungkapkan ada beberapa produk hasil formulasi dan pengembangan pangan fungsional berbahan dasar rempah dengan khasiatnya yang telah
sudah berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Ristek dan Dikti.

Hanya saja, yang menjadi kendala di Malut adalah kurangnya
Laboratorium, sedangkan analisis di luar kampus butuh anggaran.

Untuk itu, dia menyarankan agar Kampus melakukan penjajakan kerja sama dengan pemerintah maupun swasta untuk mendorong mahasiswa suka melakukan riset. Kuliah umum tersebut dihadiri sejumlah dosen dan mahasiswa Pertanian.  (mg-04/nty)

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan