Senin, 09 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Bawaslu Bidik Sejumlah ASN

Bawaslu Bidik Sejumlah ASN

Diposting pada 17/09/2019, 14:13 WIT
TERTANGKAP: Salah satu mobil berpelat merah digunakan pada kegiatan pasangan AMAN.
TERTANGKAP: Salah satu mobil berpelat merah digunakan pada kegiatan pasangan AMAN.

Diduga Ikut Deklarasi Pasangan AMAN

Editor : Irman Saleh
Peliput : Mahfud Hi Husen

TIDORE - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tikep tidak main-main dengan dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkot Tikep pada kegiatan deklarasi calon petahana Wali Kota dan Wakil Wali Kota Capt. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen (AMAN) di beberapa lokasi belum lama ini. Bahkan Bawaslu memiliki bukti dugaan keterlibatan ASN dan penggunaan fasilitas negara dalam deklarasi tersebut.

Ketua Bawaslu Tikep, Bahrudin Tosofu mengatakan bahwa dugaan keterlibatan oknum ASN ini saat ini telah dibahas secara internal dan sudah diplenokan di tingkat pimpinan. Bahkan pihaknya sudah melakukan koordinasi ke KASN maupun Bawaslu Provinsi, dan petunjuknya adalah mendalami dugaan keterlibatan itu sesuai dengan prosedurnya. Untuk itu, dalam waktu dekat akan dilayangkan surat panggilan terhadap sejumlah ASN yang diduga terlibat itu untuk klarifikasi.

Dirinya menjelaskan bahwa sekalipun tahapan pilkada ini belum jalan, namun posisi sebagai seorang ASN tidak bisa terlibat aktif dalam politik. Apalagi dalam deklarasi maupun silaturahmi yang dilakukan pasangan calon. "Karena ini dilarang keras," ujarnya. Terkait dengan dugaan penggunaan fasilitas negara, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan investigasi lebih mendalam.

Di samping investigasi, juga akan dilakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan. Untuk itu diri mengimbau kepada yang dilayangkan surat panggilan klarifikasi oleh Bawaslu nanti, diharapkan haris hadir. "Karena kalau tidak hadir sampai tiga kali, maka Bawaslu akan mengambil kesimpulan sesuai dengan bukti sah yang dikantongi yang nantinya direkomendasi ke KASN," terangnya.

Bahrudin juga meminta kepada tim pemeriksa daerah dalam hal ini Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tikep untuk mengimbau kepada ASN untuk menjaga netralitasnya. Pihaknya juga telah menyurat ke Pemkot terkait netralitas ASN ini, namun masih saja terlihat adanya keterlibatan ASN.

Sementara Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Tikep, Iryani A. Kadir, menegaskan bahwa sanksi yang nanti dijerat kepada ASN yang terbukti tetlibat adalah kode etik ASN. Dalam Perbawaslu Nomor 6 tahun 2018 tentang netralitas ASN juga sudah diatur mengenai sanksinya yakni sanksi ringan, sedang, berat. "Setelah hasil koordinasi dengan KASN, bahwa keterlibatan ASN itu sanksinya berat," tambahnya. Sehingga itu, setelah dilakukan pleno, pihaknya bersama tim akan melakukan pendalaman lagi. Setelah dilakukan pendalaman dengan cara investigasi, barulah dibuat undangan klarifikasi kepada yang diduga terlibat.

Pihaknya tidak segan-segan memproses kasus dugaan keterlibatan ASN ini karena ada dugaan lain yang sudah dikantongi. Dugaan ini, kata Iryani, sangat kuat dengan dukungan bukti. Namun pihaknya belum bisa membeberkan ke publik. "Nanti setelah investigasi, baru kita umumkan ke media. Jika temuan di lapangan sudah terpenuhi dan Bawaslu Provinsi sudah memberi arahan, maka akan kita publis," terangnya. (cr-03/lex)

Share
Berita Terkait

Sultan Tidore Apresiasi Rizal Ramli

05/04/2018, 12:36 WIT

Tak Terima, Yaser Marah

10/10/2018, 11:34 WIT

Tuan Rumah KKN Kebangsaan

19/02/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan