Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / / Mantan Bendahara Fagudu Ditangkap

Mantan Bendahara Fagudu Ditangkap

Diposting pada 17/09/2019, 14:09 WIT
KONFERENSI PERS: Kapolres Kepsul AKBP Tri Yulianto dan Kasat Reskrim Iptu Paul Tri Yustiam memberikan keterangan pers terkait penangkapan mantan bendahara Desa Fagudu, Fitriani (kerudung hitam membelakangi lensa).
KONFERENSI PERS: Kapolres Kepsul AKBP Tri Yulianto dan Kasat Reskrim Iptu Paul Tri Yustiam memberikan keterangan pers terkait penangkapan mantan bendahara Desa Fagudu, Fitriani (kerudung hitam membelakangi lensa).

Buron Tiga Bulan, Jelajahi Tiga Provinsi

Editor : Bukhari Kamaruddin
Peliput : Ikram Salim

SANANA - Pelarian FU alias Fitriyani, tersangka kasus dugaan korupsi DD dan ADD 2016 berakhir Rabu (12/9).
Mantan bendahara Desa Fagudu, Kecamatan Sanana Kepulauan Sula (Kepsul),  dibekuk di Jalan Durian, Kampung Jalo, Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Dia menghilang tiga bulan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

Penangkapan, perempuan 32 tahun itu bermula dari informasi masyarakat yang mengaku melihat Fitriyani di Kampung Jalo. Warga yang melihat itu langsung menelpon nomor yang tertera dalam DPO yang disebar polisi. Setelah mendapat info tersebut, Polres Kepsul langsung bergerak cepat dengan mengontak Polres Kendari agar melakukan pemantauan sesuai laporan masyarakat. Benar saja, polisi melihat perempuan yang ciri-cirinya sesuai dengan DPO Polres Kepsul.

”Petugas kita yang dipimpin KBO Reskrim langsung bertolak ke Kendari,” kata Kapolres Kepsul AKBP Tri Yulianto melalui konferensi persnya di Markas Polres Kepsul, Senin (16/9). Tiba di Kendari, langsung dibentuk tim bersama Polres Kendari dan mereka menuju lokasi  tersebut. Polisi melihat perempuan berkulit putih itu berboncengan motor dengan salah satu kerabatnya hendak menuju ke acara pesta. Tak menunggu lama, target yang sudah di depan mata langsung dibekuk. ”Penangkapannya itu sekitar pukul delapan malam,” kata Tri.

Polisi lalu mengamankannya ke Polres Kendari. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan KTP baru milik tersangka yang mengubah alamatnya di Desa Wandoka, Kecamatan Wangi Wangi, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulteng. Menurut Tri, selama pelarian tersangka berpindah-pindah mulai dari Jakarta, NTT, dan Wakatobi. Untuk membiayai hidupnya kata Tri, tersangka menggunakan DD. ”Kita langsung bawa ke Sanana untuk pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

Saat ini penyidik telah memeriksa 37 orang sebagai saksi baik saksi ahli, dari pemkab maupun perangkat desa serta masyarakat. Pihaknya juga telah mengamankan 64 dokumen dokumen sebagai barang bukti.  ”Sekarang kita tinggal melengkapi petunjuk jaksa untuk tahap dua, ” jelasnya
Dia menambahkan selain kasus dugaan korupsi, Fitriyani juga diadukan oleh mantan Kades Fagudu Mubir Fataruba atas dugaan penggelapan DD senilai Rp 500 juta.

”Jadi kasusnya ada dua LP (laporan polisi) kasus dugaan korupsi dan penggelapan,” bebernya.
Kasat Reskrim Polres Kepsul Iptu Paultri Yustiam mengaku, seluruh uang yang diduga bersumber dari DD telah habis terpakai. Disinggung soal belum dilakukan penahanan terhadap mantan kades yang juga terseret kasus yang sama, menurut Paultri, tersangka kooperatif selama pemeriksaan.

Sebelumnya polisi sudah menetapkan mantan Kades Fagudu MF bersama FU sebagai tersangka. Mereka dijerat pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 junto pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 telah diperbaharui dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang, pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun, denda paling banyak Rp 1 miliar. (ikh/onk)

 

 

Share
Berita Terkait

Tiga Pejabat Dicopot

22/02/2018, 11:59 WIT

Prabowo-Sandi Unggul di Lapas Sanana

18/04/2019, 12:56 WIT

Ayah Hamili Anak Kandung

28/11/2018, 12:32 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan