Jumat, 06 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Kepsek SMPN 25 Didemo Siswanya

Kepsek SMPN 25 Didemo Siswanya

Diposting pada 18/09/2019, 15:15 WIT
DEMOSNTRASI: Siswa-siswi SMPN 25 saat melakukan aksi protes kepada kepala sekolah.
DEMOSNTRASI: Siswa-siswi SMPN 25 saat melakukan aksi protes kepada kepala sekolah.

TIDORE - Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 25 Kota Tidore Kepulauan, Nurhayati Hadi, didemo siswanya sendiri. Hal ini karena Nurhayati dinilai tidak becus mengurus sekolah yang terletak di Desa Kosa, Kecamatan Oba itu. Selain tidak becus mengurus sekolah, Kepsek juga dianggap tidak disiplin.

Aksi yang dimotori Ikatan Pelajar Mahasiswa Kosa (IPMK) ini dilaksanakan pada Senin (16/9) sekira pukul 10.00 itu membuat aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut molor. Menurut koordinator aksi, Gufran Muhlis, aksi ini dilakukan bertujuan untuk menegur kepala sekolah serta Dinas Pendidikan Maluku Utara maupun Tikep untuk melihan masalah pendidikan yang tertinggal jauh di SMPN 25 Tikep. Pasalnya, semenjak tahun 2018, tidak ada fasilitas sekolah berupa kursi dan meja.

Ini membuat salah satu ruangan dari empat ruangan ini terpaksa melantai saat proses belajar mengajar. Tidak hanya itu, dari hasil advokasi dan investigasi yang dilakukan, pihaknya mendapatkan begitu banyak problem pendidikan di SMPN 25. "Untuk itu  kami minta hadirkan fasilitas pendidikan berupa kursi belajar, meja belajar. Kami juga meminta copot Kepsek dari jabatannya. Jika tuntutan ini tidak diindahkan, maka kami dan seluruh masa aksi akan memboikot aktivitas sekolah," tegas Gufran.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Tikep, Ismail Dukomalamo, menuturkan bahwa persoalan terkait dengan moubeler, saat ini sudah jadi dan tinggal menunggu waktu saja. "Saya sudah telpon ke tukang, dan kalau tidak ada halangan akan diantar. Tadi tukangnya bilang cetnya masih basah dan masih lengket, jadi besok pagi (hari ini) sudah diantar. Jadi moubeler ini anggaplah sudah selesai," turunya. Untuk masalah guru, kata Ismail, Tikep sampai saat ini masih kekurangan guru. Sehingga itu, tidak bisa menggeser guru di sekolah lain ke sekolah tersebut. "Tapi nanti kita lihat di sekolah-sekolah tetangga, apakah ada guru yang kelebihan yang bisa untuk geser, ya kita geser ke sekolah ini," sambungnya.

Dirinya menyesalkan tindakan aksi yang dilakukan para siswa ini. Sebab, dirinya menilai aksi tersebut diarahkan oleh orang-orang. Padahal, menurut dia, persoalan pendidikan itu masih bisa diselesaikan secara persuasif. Aksi yang diarahkan itu merupakan suatu contoh yang kurang baik. "Saya tidak tahu siapa yang mengarahkan. Namun saya melihat anak-anak pegang spanduk dan mengancam kepala sekola ini etikanya tidak baik.

Kita mendengungkan pendidikan berkarakter, sementara orang mengarahkan anak-anak untuk demo ini kan tidak baik," tandasnya sembari mengatakan moubeler saat ini sudah siap dan tinggal distribusikan saja ke sekolah. Sehingga itu dirinya sangat menyayangkan adanya siswa yang dikerahkan untuk melakukan aksi.

Terkait dengan evaluasi kepala sekolah, lanjut Ismail, besok (hari ini) pihaknya akan turun untuk evaluasi. Jika dalam evaluasi itu ditemukan adanya kelemahan kepsek, maka yang harus dilakukan adalah pembinaan dan jika sampai tidak bisa dilakukan pembinaan lagi, maka harus dievaluasi. "Yang jelas kita akan turun untuk evaluasi. Jika memang kepala sekolah harus dievaluasi ya dievaluasi, bukan karena ada desakan masyarakat, tapi memang sepantasnya dievaluasi," jelasnya. (cr-03/lex)

Share
Berita Terkait

Sultan Tidore Apresiasi Rizal Ramli

05/04/2018, 12:36 WIT

Tak Terima, Yaser Marah

10/10/2018, 11:34 WIT

Tuan Rumah KKN Kebangsaan

19/02/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan