Rabu, 11 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Bupati Instruksikan Akomodir Insentif Kader Posyandu

Bupati Instruksikan Akomodir Insentif Kader Posyandu

Diposting pada 18/09/2019, 15:11 WIT
PENGHARGAAN : Bupati Danny Missy saat menyerahkan penghargaan dan kartu KIS kepada Kader Posyandu saat acara temu Kader Posiyandu dilapangan Sasadu Lamo Desa Acango Kecamatan Jailolo, Selasa (17/9).
PENGHARGAAN : Bupati Danny Missy saat menyerahkan penghargaan dan kartu KIS kepada Kader Posyandu saat acara temu Kader Posiyandu dilapangan Sasadu Lamo Desa Acango Kecamatan Jailolo, Selasa (17/9).

JAILOLO – Bupati Danny Missy menginstruksikan kepada kepala desa (kades) memprioritaskan anggaran insentif kader posyandu di masing-masing desa. Hal ini ditegaskan bupati saat menghadiri acara temu kader posyandu tingkat kabupaten yang dilaksanakan di Lapangan Sasadu Lamo Desa Acango Kecamatan Jailolo, Selasa (17/9).

    Kegiatan dengan tema “Membangun kebersamaan kader menuju pelayanan yang berkualitas dan mandiri” ini ada beberapa perwakilan kader posyandu mengeluhkan dana insentif dan beberapa fasilitas untuk peningkatan pelayanan posyandu. Seperti timbangan dan minimnya kesadaran masyarakat dalam mengikuti posyandu. Keluh para kader ini langsung ditanggapi bupati dan meminta para kades mementingkan kebutuhan kader posyandu.”Ini karena kader posyandu berada di garda terdepan dalam melakukan pelayanan kesehatan di desa,”ujarnya.

       Orang nomor satu di Pemkab Halbar ini mengatakan kader posyandu adalah tenaga kesehatan gugus terdepan. Karena itu, kebutuhan dan insentifnya harus diperhatikan. Untuk menekan angka Stunting, gizi buruk dan kematian ibu hamil dimulai dari desa. Karena itu, peran kades dalam memperhatikan kebutuhan kader posyandu sangat penting.”Tahun 2020 mendatang, kades harus lebih fokus pada anggaran insentif kader posyandu karena untuk menekan angka stunting, gizi buruk dan kematian ibu serta bayi harus dimulai dari desa,”katanya.

    Tujuan dilakukan temu kader posyandu ini agar para kades juga mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kader posyandu dalam mendeteksi kasus stunting, gizi buruk, angka kematian ibu dan bayi.”Koordinasi harus dilakukan antara kader posyandu dan kades, sehingga pencegahan stunting, gizi buruk dan kematian ibu dan bayi sudah bisa dilakukan di tingkat desa. Minimal ada penanganan pertama dari desa,”harapnya.

    Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Rosfince Kalengit mengatakan kegiatan temu kader posyansu bakal digelar di semua kecamatan untuk mendengar keluh kesah para kader posyandu agar bisa menjadi perhatian bersama.”Temu kader kemarin adalah gabungan tiga kecamatan. Yakni Jailolo, Sahu dan Sahu Timur. Selanjutnya Kecamatan Ibu, Ibu Selatan, Tabaru dan Loloda dan terakhir di Kecamatan Jailolo Selatan,”ucapnya.(din/met)

Share
Berita Terkait

Jokowi Menang Telak di Desa Danny

18/04/2019, 13:04 WIT

Danyonif RK 732/Banau Berganti

07/12/2018, 12:50 WIT

Sehari, Empat Tewas di Jalan

12/03/2018, 12:37 WIT

Jembatan Goin - Kedi Tuntas 2020

22/07/2019, 14:17 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan