Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / / Sidang Kasus Pencurian Sapi Berlanjut

Sidang Kasus Pencurian Sapi Berlanjut

Diposting pada 19/09/2019, 14:01 WIT
SUMPAH: Para saksi diambil sumpah sebelum dimintai keterangan oleh hakim.
SUMPAH: Para saksi diambil sumpah sebelum dimintai keterangan oleh hakim.

SANANA - Sidang kasus pencurian sapi dengan terdakwa Randi, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Sanana, kemarin (18/9).

Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wiwik menghadirkan tiga saksi yakni pemilik ternak Muhammad Sirajudin, Darsan Umawaitina, dan M. Faikal Umasangaji. Sirajudin yang lebih dulu diperiksa hakim menceritakan, awalnya, dia tidak lagi melihat ternaknya tersebut.

Berulang kali dicari namun tidak ditemukan. Karena itu Muhammad bersama salah satu rekannya Darsan menuju Desa Mangoli untuk mencari tahu apakah ada yang menjual sapi atau tidak. ”Kita ke pak Lukman kebutulan beliau biasa membeli sapi, ternyata betul dia mengaku baru membeli sapi,” ujarnya. Darsan lantas meminta Lukman untuk menunjukkan apakah ada tanda di sapi tersebut atau tidak. Ternyata sapi tersebut miliknya yang hilang, karena ada tanda kalung di leher.  Kalung penanda itu  diberikan kepada Kades,  dan mereka memintanya memanggil Randi yang diduga menjual sapi tersebut.

Berbeda dengan dua saksi lainnya, keterangan Faikal justru membela terdakwa. Menurutnya, tindakan Randi sudah sesuai aturan dalam Peraturan Desa (Perdes) setempat serta adat. Terdakwa mengaku geram karena tanamannnya berulang kali dimakan  ternak warga. ”Karena itu memang sudah menjadi adat kami di sana (Waitina), kalau ada ternak yang dilepas dan makan tanaman warga maka kita bisa ambil tindakan,” katanya.

Dia bilang, saat itu ia dipanggil terdakwa bahwa ada sapi terjerat di kebunnya. "Tapi saya tidak tahu itu sapi siapa katanya itu sapi liar," ungkap Faikal.
Hakim lantas menanyakan alasannya membantu terdakwa menjual sapi padahal tidak tahu pemiliknya.
Sementara JPU Wiwik juga i

kut mencecar saksi maupun terdakwa. Namun Wiwik hanya mengorek beberapa hal saja. Setelah mencecar saksi dan terdakwa, Hakim Ridho lalu menutup sidang dan dilanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan JPU.  Sementara Muhammad Sirajudin kepada hakim ia mengaku bertekad menggiring kasus tersebut ke pengadilan lantaran ingin menguji hukum di Sula. ”Karena saya lihat di televisi itu orang mencuri kayu saja dihukum apakah hukum di Jawa sama dengan di Sula atau tidak,” kata Sirajudin (ikh/onk).

Share
Berita Terkait

Tiga Pejabat Dicopot

22/02/2018, 11:59 WIT

Prabowo-Sandi Unggul di Lapas Sanana

18/04/2019, 12:56 WIT

Ayah Hamili Anak Kandung

28/11/2018, 12:32 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan