Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / / Oknum Dokter Palsu Tipu Warga

Oknum Dokter Palsu Tipu Warga

Diposting pada 19/09/2019, 14:09 WIT
DIDUGA MENIPU: BR alias Bur, pria yang diduga menipu banyak warga dengan berbagai modus, mulai dari mengaku semarga dengan korban hingga menyaru jadi dokter
DIDUGA MENIPU: BR alias Bur, pria yang diduga menipu banyak warga dengan berbagai modus, mulai dari mengaku semarga dengan korban hingga menyaru jadi dokter

Rentetan Pengakuan Puluhan Korban Muncul Setelah Viral

SANANA – Seorang pria berperilaku kemayu membuat resah sejumlah warga di Kabupaten Kepulauan Sula. Pasalnya, pria yang belakangan diketahui bernama asli BR alias Bur ini diduga menipu warga dengan berbagai modus. Setelah aksinya diviralkan lewat media sosial, muncul banyak pengakuan warga dari berbagai kabupaten/kota lain yang pernah jadi korban.

Dugaan penipuan yang dilakukan Bur ini terungkap setelah akun Facebook Jainur Adam mengunggah kisahnya. Ia mengaku ditipu seorang pria yang menggunakan nama Adit. Dalam unggahan tersebut Jainur bilang, awalnya pria itu datang ke rumahnya di Sanana dan mengaku sebagai alumni Poltekkes Kementerian Kesehatan Ternate tahun 2011. “Dia mengaku bekerja di Fakultas Kedokteran Unkhair. Modusnya, dia bilang tengah menghadiri pernikahan teman di Sanana cuma kekurangan uang, makanya dia pinjam uang ke saya,” tutur Jainur, Rabu (18/9).

Tanpa menaruh curiga, Jainur meminjamkan uang pada pria berkulit putih itu. “Ternyata setelah itu saya hubungi sudah tidak bisa lagi,” ungkapnya.
Postingan Jainur ini rupanya ‘membangunkan’ para korban lainnya. Ternyata, Bur selama ini diduga sudah menipu puluhan warga. Modusnya yang digunakannya beragam. Mulai dari mengaku semarga dengan korban, berprofesi sebagai dokter, hingga berstatus sebagai alumni Poltekkes yang tengah melakukan penelitian. Nama yang digunakannya pun berganti-ganti.

Seperti yang diungkapkan korban lain, Ardiansyah Alkatiri. Kepada Ardiansyah, Bur yang diduga berasal dari Desa Pigaraja, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Halmahera Selatan ini mengaku semarga dengan Ardiansyah. Belum lama ini pria berkacamata itu mendatangi rumah Ardiansyah di Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Kepsul. “Dia langsung ketemu orangtua saya. Ke orangtua, dia mengaku semarga juga dari Manado, jadi kita tidak menaruh rasa curiga. Dia sempat menginap, baru seminggu ini perginya,” aku Ardiansyah.

Selain Ardiansyah, salah satu istri tentara yang berdomisili di Ternate juga bernasib sama. Perempuan yang juga alumni Poltekkes itu mengaku didatangi Bur. Kepadanya, Bur mengaku-aku sebagai Dosen Konseling di Poltekkes. Setelah berbincang, pria yang memakai behel itu lantas meminjam uang. “Dia mengaku nama Adi, tapi abis itu setelah dia pergi saya tanya teman dosen di Poltekkes dia bilang tidak ada dosen nama itu. Saya ternyata juga kena tipu,” ungkapnya sembari menolak menyebutkan jumlah uang yang ia berikan.

Di Sanana, Bur diketahui sempat melancarkan aksinya di Dusun Kampung Baru Desa Mangega, Kecamatan Sanana Utara. Di sana dia menyaru sebagai dokter dan melakukan suntik KB kepada warga. Selanjutnya Bur disebut meminta dan meminjam sejumlah uang.

Postingan Jainur itu seperti membuka tabir kebohongan Bur. Bukan hanya warga Kepsul, beberapa warga di Halsel, Halmahera Barat dan Halmahera Timur pun mengaku jadi korban.
Syafika Fatma, salah satu warga Tobelo, Halut, mengaku menjadi korban keganasan lelaki tersebut. Saat itu Bur mengaku kehilangan ATM. “Karena dia batamang dengan adik saya jadi saya tidak curiga. Ternyata dia ini penipu,” katanya kesal.

Sebelum melancarkan aksinya, Bur terlebih dulu mencari tahu identitas orang yang menjadi targetnya. Setelah mengetahui alamat rumah target, dia lalu mendatangi dan pura-pura punya hubungan kekerabatan dan sebagainya. Saat ini, pria yang disebut-sebut tak punya pekerjaan tetap itu diketahui masih berada di Sanana.

Hingga kini, aksi Bur yang meresahkan warga itu belum sampai ke meja polisi. Kapolres Kepsul AKBP Tri Yulianto yang dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini belum ada laporan dari warga terkait dugaan penipuan tersebut. “Kalau tidak salah belum ada, tapi coba tanyakan dulu sama Kasat Reskrim,” kata Tri tadi malam.

Senada, Kasat Reskrim Iptu Paultri Yustiam menyatakan belum mendapat pengaduan dugaan penipuan. “Pengaduan belum ada di meja saya. Tapi besok (hari ini, red) saya cek,” ujarnya.(ikh/kai)

 

Share
Berita Terkait

Tiga Pejabat Dicopot

22/02/2018, 11:59 WIT

Prabowo-Sandi Unggul di Lapas Sanana

18/04/2019, 12:56 WIT

Ayah Hamili Anak Kandung

28/11/2018, 12:32 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan