Jumat, 06 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Pelaku Pembagian Roti ‘Hidup’ Diputus Bebas

Pelaku Pembagian Roti ‘Hidup’ Diputus Bebas

Diposting pada 20/09/2019, 14:42 WIT
SIDANG: Terdakwa kasus pemalsuan dokumen Endang Retna Sari alias Endang (48) saat menjalani sidang putusan, Kamis (19/9)
SIDANG: Terdakwa kasus pemalsuan dokumen Endang Retna Sari alias Endang (48) saat menjalani sidang putusan, Kamis (19/9)

TIDORE – Pelaku pembagian roti ‘hidup’ Endang Retna Sari alias Endang (48) diputus bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Soasio dalam sidang putusan yang digelar di PN Soasio, Kamis (19/9) kemarin. Sidang yang dimulai sekira pukul 12.00 WIT dan berlangsung selama 1 jam 30 menit ini dipimpin hakim ketua Ennierlia Arientowaty dan didampingi hakim anggota Ferdinal dan Bahrudin Tomajahu, serta dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muksin Umalekoa dan Dedi, juga dihadiri empat kuasa hukum terdakwa.

Sebelumnya dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Endang dengan dakwaan pemalsuan surat (Pasal 263 ayat 2 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUPidana) dan penipuan (Pasal 378 jo ayat 1 ke 1 KUHPidana). Ia juga didakwa melanggar Pasal 156a huruf a KUHPidana.

Namun berdasarkan fakta persidangan, majelis hakim tidak sependapat dengan JPU. Sedangkan pendapat lainnya seperti yang diuraikan dalam replik penuntut umum yang mengaitkan pendapat terdakwa memberikan roti ‘hidup’ saat sosialisasi narkotika di sekolah, menurut majelis hakim hal itu tidak ada relevansinya dengan tindakan terdakwa dalam menggunakan surat.

"Menimbang bahwa, karena terdakwa dibebaskan dalam segala dakwaan penuntut umum, maka kepada terdakwa harus direhabilitasi dengan memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan kedudukan harkat dan martabatnya. Menimbang bahwa oleh karena terdakwa dibebaskan, maka majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan terhadap terdakwa tidak perlu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan," ujar majelis hakim.

Setelah putusan itu dibacakan, majelis hakim mempersilahkan terdakwa dan JPU mengambil langkah hukum selanjutnya dalam waktu 7 hari ke depan. Terdakwa Endang menerima putusan tersebut, sedangkan JPU mengaku masih pikir-pikir. “Ya kita masih pikir-pikir dulu. Seperti itu tadi kita sampaikan," ungkap JPU Muksin Umalekoa saat ditemui wartawan usai sidang.

Menanggapi bebasnya putusan terdakwa kasus pembagian roti ‘hidup’ ini, Ketua Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Maluku Utara Hasby Yusuf angkat bicara. Dia mengaku sangat prihatin atas putusan bebas kasus dugaan penistaan agama di Kota Tidore oleh Pengadilan Negeri Soasio, Tidore. Pasalnya, sebelumnya putusan untuk kasus yang sama di Tobelo terdakwanya juga dibebaskan. "Ini jelas putusan yang mengindahkan aspek sosiologis dan suasana kebatinan umat Islam. Mereka jelas melakukan upaya terstruktur menyebarkan agama tertentu atas nama penyuluhan narkoba, pendidikan dan karnaval merah putih kepada anak-anak muslim. Tetapi pengadilan tidak melihat ini sebagai pelanggaran hukum," ujarnya.

Lanjut Hasby, pesan dari putusan bebas Pengadilan Negeri Tobelo dan Tidore adalah pemurtadan yang sah secara hukum. Itu berarti, setiap upaya pemurtadan dan menyebarkan agama pada kegiatan yang berbalut penyuluhan narkoba dan lainnya adalah sah menurut hukum.

“Inilah putusan yang tidak melihat fakta yang sesungguhnya dan sangat berbahaya. Saya juga prihatin dengan umat Islam yang tak pernah kompak dan seolah tak lagi peduli pada nasib agama. Tokoh-tokoh Islam juga tak lagi bisa diharapkan untuk membela kepentingan Islam. Seharusnya mereka yang mengaku ketua ormas Islam dan OKP Islam harus lebih responsif dalam isu-isu keumatan," kecamnya.

Dikatakannya, ini putusan yang harus menyatukan umat Islam untuk peduli pada nasib umat dan agama. "Kalau tidak, mereka makin merajalela. Dan hal ini akan terus mereka lakukan dengan tujuannya untuk merusak akidah anak-anak muslim," tandasnya.(cr-03/kai)

 

Share
Berita Terkait

Sultan Tidore Apresiasi Rizal Ramli

05/04/2018, 12:36 WIT

Tak Terima, Yaser Marah

10/10/2018, 11:34 WIT

Tuan Rumah KKN Kebangsaan

19/02/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan