Senin, 09 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Dua Bulan Tanpa Gaji, PTT Kesehatan Mengeluh

Dua Bulan Tanpa Gaji, PTT Kesehatan Mengeluh

Diposting pada 24/09/2019, 14:25 WIT
KOMPAK:Foto bersamabupati Bahrain Kasuba bersama puluhan PTT tenaga kesehatan di aula kantor bupati, Senin (23/9) kemarin
KOMPAK:Foto bersamabupati Bahrain Kasuba bersama puluhan PTT tenaga kesehatan di aula kantor bupati, Senin (23/9) kemarin

Bupati Tebar Janji

Editor : Fitrah A Kadir
Peliput : Samsir Hamajen

LABUHA-Pelayanan kesehatan di kabupaten Halmahera Selatan memprihatinkan. Ini karena pelayanan terhadap masyarakat tidak didukung dengan Alat Kesehatan (Alkes) yang memadai, minimnya dokter hingga status dari tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang ikut diabaikan.

Karena itu, puluhan PTT didampingi Kepala Dinas Kesehatan ( Kadinkes) Ahmad Rajak lalu menyambangi kantor bupati.  Kedatangan puluhan tenaga PTT kesehatan ini lantaran sudah jenuh dengan janji-janji sehingga keluhan ini akan disampaikan langsung ke bupati Bahraian Kasuba. Kedatangan rombongan pada Senin (23/9) disambut langsung oleh bupati Bahrain di aula kantor. Tanpa basa-basi, satu per satu tenaga kesehatan ini lalu angkat bicara dan mengutarakan keluhan mereka.

Salah satu keluhan dari para tenaga kesehatan ini menyangkut dengan Avisena, salah satu Alkes yang hingga kini rusak dan belum diperbaiki. Akibat dari kerusakan Avisen milik puskesmas, banyak pasien yang membutuhkan pelayanan dengan terpaksa dirujuk ke RSUD. Selain itu, ada beberapa unit mobil ambulance yang juga rusak dan belum diperbaiki hingga kini.

Terakhir, menyangkut pembayaran gaji PTT selama dua bulan belum dibayar. “Kami minta pak bupati supaya bisa naikan tong pe gaji, karena tong so kerja keras tetapi gajikecil bahkan dua bulan ini tara dibayar,"keluh Ainun, salah satu perwakilan PTT yang bertugas di puskesmas Indari.
Menanggapi ini, Bahrain lantas berjanji untuk segera memenuhi semua keluhan dan tuntuan dari para tenaga kesehatan. Terutama kata Bahrain, perbaikan alkes avisena dan ambulance.

Disamping itu, Bahrain juga sempat menyentil pengelolaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang terkesan tidak transparan sehingga menjadi bahan evaluasi. Dnegan tegas, ia juga berjanji untuk mengevaluasi peran Kepala Desa (Kades) dalam program kesehatan. "Keluhan ini akan secepatnya diatasi hingga 2020,"janjinya. Menyangkut dengan molornya pembayaran gaji PTT selama dua bulan terakhir, kata Bahrain menjadi tanbggungjawab Dinkes.

Dihadapan PTT, Bahrain langsung memerintahkan Ahmad Rajak selaku Kadinkes untuk segera  melakukan pencairan dan membayar gaji PTT. Dalam kesempatan kemarin, ia juga berjanji untuk memenuhi hak PTT tepat waktu.

“Kalau bendahara tara bayar setiap bulan berjalan, lapor ke saya supaya bendahara puskesmas diganti,”tegas Bahrain. Meski demikian, dirinya menghimbau dan berharap kepada seluruh PTT di Halsel yang kurang lebih 600 orang agar tetap memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat. “Ingat, untuk  PTT harus tetap memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal,”pintanya. Setelah mendengar janji dan penegasan dari Bahrain, para PTT ini langsung membubarkan diri dan kembali ke puskesmas untuk menjalankan tugas pelayanan seperti biasa.(sam/aji)

Share
Berita Terkait

Lahir di Tengah Gempa

24/07/2019, 14:21 WIT

Video Mesum Siswi SMP Tersebar

12/01/2019, 11:46 WIT

Mahasiswi Tewas Saat Memotret

06/03/2018, 12:01 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan