Sabtu, 14 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / OLAHRAGA / Komdis Belum Putuskan Hasil Liga 3

Komdis Belum Putuskan Hasil Liga 3

Diposting pada 25/09/2019, 14:18 WIT
SIDANG: Komdis Asprov PSSI Malut saat mengelar sidang memintai keterangan dari saksi maupun pengurus Persiter dan Persihalbar, kemarin
SIDANG: Komdis Asprov PSSI Malut saat mengelar sidang memintai keterangan dari saksi maupun pengurus Persiter dan Persihalbar, kemarin

Minta Keterangan Persiter dan Persihalbar, Hasilnya Bakal Diputuskan

Editor : Haiyun Umamit
Laporan: Alfandi Bambang

TERNATE - Sidang Komisi Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) Maluku Utara (Malut) telah dilakukan kemarin (24/9), di lantai 5 Hotel Batik. Sidang tersebut untuk memintai keterangan terkait protes yang diajukan oleh tim Persiter Ternate, terhadap salah satu pemain Persihalbar yang dianggap tidak sah, pada Kompetisi Liga 3 zona Provinsi Malut beberapa waktu lalu.

Ketua Komdis, Hasyim A Karim usai sidang mengatakan, kedua belah pihak baik itu tim Persiter maupun Persihalbar telah dimintai keterangan. Disertai dengan penjelasan dari para saksi maupun dokumen-dokumen yang berhubungan dengan status pemain yang dipermasalahkan telah dirangkum. Pemain tersebut atas nama Ariyanto Hamid.

"Terkait data pemain yang diduga tidak sah ini harus diverifikasi. Karena ini juga menyangkut masalah umur, jadi dari pihak Persiter meminta agar dilakukan pemeriksaan secara medis. Tapi biasanya pemeriksaan secara medis itu bisa dilakukan  apabila pemain masih berusia dibawah 20 tahun. Karena di usia tersebut masih akan nampak perkiraan usia dari bentuk otot dan juga postur tubuh. Tapi karena dia (Ariyanto) sudah berusia di atas 20 tahun maka tidak perlu dilakukan pemeriksaan medis," jelasnya.

Terkait pemeriksaan saksi Hasyim mengatakan, telah dilakukan pemeriksaan kepada pihak yang mengajukan, dalam hal ini Persiter dan juga Persihalbar. Dalam pemeriksaan saksi Hasim mengatakan tim Persiter merekomendasikan 3 saksi yang terdiri dari 2 pemain dan 1 orang panitia penyelenggara piala Walikota Cup tahun 2018 lalu.

"Kita sudah selesai bersidang hari ini (kemarin, red) dan selanjutnya kami (Komdis) akan menyusun hasil yang didapat dalam persidangan ini, baik itu bukti surat (dokumen), keterangan saksi, dan fakta pendukung lainnya yang muncul dalam persidangan. Kita dari masing-masing anggota Komdis kemudian akan mengkonstruksikan hasil-hasil yang kita dapat dan kita rapatkan," paparnya.

Pada sidang ini, Hasyim menegaskan tidak semua hakim memiliki pandangan yang sama. Dirinya membuka kemungkinan bahwa tiga hakim yang memimpin persidangan ini (Hasby Yusuf, Fauji Momole, Hasyim A Karim) bisa saja memiliki pandangan yang berbeda. Dari pandangan tiga hakim ini kemudian akan dirampung dan disimpulkan untuk dibuat keputusan.

"Jadi selanjutnya kita dari Komdis akan menelaah lagi terkait bukti-bukti yang sudah diajukan, apakah  keterangan dari kedua belah pihak terjadi kesesuaian dengan bukti-bukti atau tidak. Kalau misalnya terbukti bahwa dugaan yang disampaikan tim Persiter itu benar, maka pemain (Ariyanto) ataupun Persihalbar akan kita kenakan sanksi sesuai regulasi liga3, dan kalaupun sebaliknya (tidak terbukti) maka tidak ada sanksi bagi kedua tim," jelasnya.

Selanjutnya, Komdis Asprov Provinsi Malut, meminta kepada seluruh publik agar dapat bersabar, sambil menunggu hasil putusan yang akan disampaikan oleh pihaknya beberapa waktu kedepan. "Jika kemudian kedua belah pihak merasa keputusan Komdis tidak memenuhi rasa keadilan, maka bisa saja mereka mengajukan banding ke PSSI," paparnya sambil menyampaikan bahwa sudah tidak ada lagi sidang lanjutan.

Sementara itu, pihak Persihalbar yang diwakili pelatih Lukman Muhammad mengatakan, apa yang disangkakan oleh tim Persiter terhadap salah satu pemainnya merupakan hal yang tidak benar. Lukman menegaskan NIK yang tertera pada KTP Ariyanto adalah NIK yang terdaftar pada Pencatatan Sipil maupun pusat.

"Kalau soal perbedaan NIK KTP dengan tahun lahir itu bukan hanya terjadi pada dia (Ariyanto). Banyak orang-orang yang memilki NIK yang berbeda dengan tahun lahir. Dan kita berpegang pada tahun lahir di KTP nya yaitu 1998," katanya.

Selain itu, Lukman mengatakan bahwa tim pelatih sejak awal hanya menerima dokumen yang disampaikan oleh pemain yang kemudian diteruskan kepada tim Admin (Penginput data ke PSSI). Dirinya juga tidak menyalahkan apabila tim Persiter melakukan gugatan. Namun di samping itu, Persihalbar juga punya kewajiban untuk menyampaikan bukti-bukti terkait dengan apa yang digugat oleh tim Persiter.

"Kami sebagai pelatih maupun manajemen dalam menangani tim Persihalbar, sejak awal kita melakukan seleksi pemain, kemudian pemain yang sudah terpilih kita lakukan seleksi berkas. Jadi berkas yang kita terima dari pemain itu (Ariyanto) adalah berkas asli dan bukan foto copy kemudian diteruskan ke PSSI. Jadi berdasarkan tahun lahir dia (Ariyanto) kita masukkan sebagai kategori pemain junior karena dia kelahiran 26 Juni 1998," terangnya.

Sementara itu, kuasa hukum tim Persiter Sarman Saroden mengatakan, tuntutan tim Persiter terhadap tim Persihalbar ini bukan pada persoalan kalah menang, tapi lebih kepada bagaimana sistem penegakan aturan. Karena menurutnya Provinsi Malut sudah pernah mengalami hal serupa pada kompetisi Piala Soeratin musim 2017. 

"Ariyanto itu pernah bermain di Piala Walikota Cup dan saya selaku sekretaris panitia saat itu. Data kelahirannya tercacat 1996. Bukti-bukti yang sudah kami serahkan itu 3 hari sebelum kompetisi liga 3 dimulai, datanya (NIK Ariyanto) sudah dirubah karena tanggal terbitnya KTP tertanggal 4 Agustus 2019, jadi 3 hari sebelum kompetisi dimulai," jelasnya.

Dirinya juga mengatakan, ada dugaan kuat, Dinas Capil bersama-sama dinas pendidikan melakukan perbuatan terstruktur, sistematis dan masif untuk mengubah data pemain tersebut. Dirinya menginginkan agar bukti ijazah SMA juga turut dihadirkan, karena menurutnya Ijazah SMA adalah ranahnya Provinsi dan Kabupaten Halbar tidak mungkin bisa mengubah.

"Komdis seharusnya melakukan investigasi mendalam terhadap tim yang dilaporkan (Persihalbar) dan bukan Persiter. Terkait pembenaran-pembenaran data pembanding silahkan Komdis melakukan pembandingan," tegasnya. (mg-01/yun)

 

Share
Berita Terkait

Sepak Bola Indonesia Harus Maju

18/04/2019, 10:49 WIT

Asprov Panggil 43 Pemain

13/02/2019, 13:21 WIT

Zamroni Dipanggil Perkuat PSPS Riau

07/03/2018, 13:12 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan