Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Saya Tak Mau Harapan Itu Padam

Saya Tak Mau Harapan Itu Padam

Diposting pada 26/09/2019, 14:49 WIT
BENTUK DUKUNGAN: Awkarin saat membagikan nasi bungkus untuk para mahasiswa di depan gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9)
BENTUK DUKUNGAN: Awkarin saat membagikan nasi bungkus untuk para mahasiswa di depan gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9)

Cara Awkarin dan Ananda Badudu Mendukung Perjuangan Para Mahasiswa

Penggalangan dana Ananda Badudu sepenuhnya digunakan untuk makanan, minuman, ambulans, dan membantu transportasi para mahasiswa. Adapun Awkarin memilih membagikan langsung ribuan nasi kotak kepada para demonstran di sekitar gedung DPR.

ZALZILATUL HIKMIA, Jakarta – ADINDA A.W., Surabaya

TELAH banyak lagu ditulis Ananda Badudu, terutama semasa berduet dengan Rara Sekar di Banda Neira dulu.
Tentang berbagai hal, untuk merespons beragam keadaan.

Tapi, sekarang, saat Indonesia gonjang-ganjing akibat disahkannya Undang-Undang (UU) KPK dan berbagai RUU kontroversial, dia merasa bukan saatnya menulis lagu. Percuma. Akan menguap begitu saja. ”Mau dikasih lagu sekeras apa pun, dikasih hasil penelitian sebagus apa pun oleh LSM (lembaga swadaya masyarakat, Red), mau diomongin oleh tokoh-tokoh nasional yang keberpihakannya jelas pada demokrasi dan antikorupsi, mau diomongin segalak apa pun, nggak didenger. Sama sekali nggak dengar,” kata musisi kelahiran 26 Desember 1987 tersebut.

Karena itu, untuk mendukung perjuangan para mahasiswa yang tengah turun ke jalan untuk memprotes ketidakmauan DPR dan presiden mendengar suara publik, dia memilih jalan lain. Mantan duet Rara Sekar di Banda Neira itu mengorganisasi pengumpulan dana lewat kitabisa.com.

Hasilnya sepenuhnya digunakan untuk mendukung aksi mahasiswa. Ananda mengaku, sempat ada kebimbangan di awal terkait dengan target donasi. Dia khawatir target Rp 50 juta terlalu tinggi dan tak akan tercapai.

Sebab, donasi kali ini sedikit berbau politik. Sementara di crowdfunding kitabisa.com, itu sangat jarang terjadi. ”Ekspektasinya, orang nggak banyak tertarik donasi,” tutur cucu ahli bahasa J.S. Badudu itu.

Di sisi lain, ada ketakutan juga ketika target tak tercapai, dapat melunturkan semangat mereka yang tengah berjuang. ”Takutnya malah jadi bumerang. Karena yang tadinya dibikin untuk memberi dukungan moral, kalau kecil kan malah seperti oh nggak didukung orang-orang,” terang Ananda yang juga jurnalis tersebut.

Keputusannya final ketika sejumlah mahasiswa meyakinkan dia bahwa aksi itu bukan untuk menggulingkan Joko Widodo (Jokowi) dari kursi presiden. Melainkan menuntut agar kebijakan-kebijakan Jokowi sejalan dengan janji-janjinya sendiri.

Dan, Minggu lalu (22/9) dimulailah penggalangan dana itu. Ternyata, berbagai kekhawatiran tersebut tak terjadi.
Bahkan sebaliknya. Siapa sangka, kurang dari 24 jam, target terpenuhi. Bahkan jauh melampaui.
Hingga Selasa malam (24/9), pukul 20.30 WIB, sudah Rp 175 juta dana yang terkumpul. ”Nggak nyangka banget. Terima kasih kepada semua donatur,” ungkapnya.

Dia memastikan bahwa dana bakal disalurkan dengan tepat. Sesuai dengan ide awal, dana digunakan untuk makanan, minuman, dan mobil komando. ”Makanan dan minuman akan terus dibelanjakan,” katanya.

Ananda tak kerja sendiri. Banyak pihak yang turut membantu dalam koordinasi di lapangan. Termasuk, pemanfaatan kelebihan dana dari target awal. Melalui dana tersebut, dia dan rekan-rekannya sudah menyiapkan sejumlah ambulans untuk siaga di area DPR, Senayan, Jakarta, tempat demonstrasi di ibu kota. ”Kami sudah keluarkan sekitar Rp 24 juta untuk ambulans. Posisinya stand by terus di DPR,” ungkapnya.

Dana juga digunakan untuk membantu transportasi mahasiswa. Sebab, banyak kendala yang harus dihadapi para mahasiswa dalam perjalanan menuju depan gedung DPR-MPR. Mulai penipuan oleh PO bus sampai penghadangan aparat. Mirisnya lagi, sejumlah mahasiswa melapor kepadanya bahwa perjuangan mereka ke gedung dewan harus dimulai dengan aksi tawuran melawan sejumlah warga sekitar kampus. ”Jadi, ini kelihatan sistematis. Seperti ada kesengajaan untuk mengurangi kekuatan mahasiswa untuk kumpul di DPR,” jelasnya.

Itu masih ditambah sejumlah persoalan lain yang tak kalah membuat dia miris. Mulai konflik Papua sampai kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah.
Belum lagi sikap Presiden Jokowi yang tegas menolak mengeluarkan perppu. Artinya, UU KPK akan tetap berjalan.

Kondisi tersebut diperburuk sikap DPR yang akan memperpanjang masa sidang paripurna sampai akhir bulan. Dengan kata lain, ancaman disahkannya paket RUU masih begitu besar. ”Saya melakukan (penggalangan dana, Red) ini karena nggak mau harapan padam,” katanya.

Dukungan untuk aksi mahasiswa juga ditunjukkan oleh YouTuber Karin Novilda alias Awkarin. Senin lalu (23/9) dia mengunggah di Instagram Story: Sedang mencari katering yang bisa menyediakan 3.000 nasi kotak untuk hari ini (kemarin) sebelum pukul 08.00.

Unggahan itu sempat dinyinyiri sejumlah warganet karena dinilai tidak realistis. Keesokan harinya baru diketahui bahwa ribuan nasi kotak itu untuk dibagikan kepada mahasiswa yang mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPR.

Bersama timnya, Karin yang memakai kaus dan celana hitam itu turun langsung ke jalan untuk memberikan nasi kotak. ”Perjuangan banget mau nganterin 3.000 nasi kotak buat kakak-kakak yang lagi demo,” cuit content creator itu di Twitter kemarin (24/9).

Dia juga mengatakan, banyak pekerjaannya yang harus ditunda demi mendukung perjuangan para mahasiswa itu. Karin juga menceritakan bahwa dirinya sempat kesulitan ”membelah” jalan. Itu akibat banyaknya demonstran yang tidak ikut beraksi, tapi memenuhi jembatan penyeberangan.

”Semangat mahasiswa, jangan sampai hak kita dirampas. Dan tolong banget yang gak ada niatan bantuin, jangan blokir jalanan. Kami tim logistik & tim medis kesusahan karena akses diblokir oknum-oknum yang cuma nonton,” cuitnya.

Aksi Karin itu disambut baik peserta demo dan warganet. Dia juga sempat membalas warganet yang nyinyir soal pencarian katering untuk 3.000 nasi kotak dalam waktu semalam itu. Sampai berita ini ditulis, cuitan tersebut disukai 7.159 orang.(jpc/kai)

 

 

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan