Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / EKONOMI / Pelni Revitalisasi Terumbu Karang

Pelni Revitalisasi Terumbu Karang

Diposting pada 26/09/2019, 14:12 WIT
REVITALISASI: Rumah terumbu karang buatan (artifi cial reef) daun khatulistiwa yang ditenggelamkan di Jikomalamo
REVITALISASI: Rumah terumbu karang buatan (artifi cial reef) daun khatulistiwa yang ditenggelamkan di Jikomalamo

TERNATE- PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) melakukan revitalisasi terumbu karang di Pantai Jikomalamo, Rabu (25/9).

Pelni bersinergi dengan Yayasan Terumbu Rupa, menenggelamkan rumah terumbu karang buatan (artificial reef) dengan motif daun jati yang dinamakan daun khatulistiwa atau domus frosiquilo.
Direktur Utama PT Pelni (Persero), Insan Purwarisya L Tobing mengatakan, revitalisasi terumbu karang merupakan salah satu program kerja PKBL PT Pelni dalam Pelni Peduli Lingkungan.  PT Pelni berkomitmen untuk turut memperhatikan serta melestarikan ekosistem laut dengan melakukan revitalisasi terumbu karang. 

“Mengingat perusahaan kami bergerak dibidang pelayaran dan sangat erat hubungannya dengan bahari Indonesia,” ujarnya. Dia berharap dapat menyelamatkan terumbu karang di perairan Indonesia yang mulai rusak.

Direktur Keuangan PT Pelni Tri Andayani menambahkan, rumah terumbu karang yang ditenggelamkan tersebut memiliki diameter  7 x 3.5 meter. "Kami mengeluarkan investasi sebesar Rp 775 juta, di mana nilai tersebut mencakup biaya produksi sejak pagelaran artjog. Rangka tersebut memiliki bentuk layaknya kubah yang dibangun oleh seniman Teguh Ostenrik," tuturnya.

Andayani juga menambahkan Pelni juga telah melakukan kegiatan yang serupa dengan membangun dan menenggelamkan rumah buatan terumbu karang yang dinamakan domus arcae similis (rumah bahtera) dengan panjang 15 meter di Perairan Pulau Sepa, Kepulauan Seribu, Jakarta dan domus hippocampi (rumah kuda laut) berbentuk lorong sepanjang 21 meter yang ditanam di Pulau Bangka, Sulawesi Utara. Menurut dia kegiatan ini yang ketiga kalinya.

Menurutnya, Pelni melihat bahwa wilayah ini membutuhkan revitalisasi karena banyaknya terumbu karang yang rusak. “Ternate juga menjadi salah satu destinasi wisatawan lokal maupun internasional untuk menyelam, sehingga kami berupaya untuk dapat mengkonservasi dan memelihara keberlangsungan terumbu karang, agar keindahan bawah laut khususnya di Pantai ini terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya,”pungkasnya. (tr-02/onk).

Share
Berita Terkait

Tiket Mahal, Penumpang Pesawat Turun

16/04/2019, 12:33 WIT

Ultah ke-56, Taspen Cegah Stunting

12/04/2019, 08:58 WIT

Basuki: Jangan Ambil Kerang

18/04/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan