Minggu, 20 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / / Peringatan Dini Bencana Lewat SLG

Peringatan Dini Bencana Lewat SLG

Diposting pada 27/09/2019, 14:24 WIT
SLG: Panitia dan peserta kegiatan berpose usai kegiatan.
SLG: Panitia dan peserta kegiatan berpose usai kegiatan.

TIDORE - Sekolah lapang gempa bumi (SLG) merupakan salah satu program dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi bahaya yang mengancam mereka sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi. Berangkat dari hal tersebut, BMKG Ternate melaksanakan kegiatan sekolah lapang gempa bumi selama dua hari yakni 24-25 September yang bertempat di aula kantor Wali Kota. Kegiatan yang diikuti 31 peserta ini dibuka Sekretaris Kota Tikep, Asrul Sani Soleman mewakili Wali Kota.

Sekkot dalam membacakan sambutan Wali Kota mengatakan bahwa sekolah lapang gempa bumi ini menjadi wadah bagi Pemkot, BMKG, BPBD serta instansi terkait untuk saling berkoordinasi menguatkan peran masing-masing dalam upaya pengurangan risiko bencana gempa bumi dan tsunami. BPBD sebagai ujung tombak dari penyebarluasan informasi gempa bumi dan tsunami di daerah diharapkan memahami pesan yang disampaikan BMKG untuk segera ditindaklanjuti, sehingga bencana gempa bumi dan tsunami dapat diminimalisir.

Kegiatan seperti, lanjutnya, hendaknya terus dilakukan dan disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar masyarakat dan pemerintah menjalin sinergitas yang baik dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana gempa bumi dan tsunami. "Tentunya ke depan diharapkan akan ada kerja sama-kerja sama yang akan dijalin lebih luas lagi, khususnya antara BMKG dengan Pemkot Tikep," ujarnya.

Kepala Balai BMKG Wilayah IV Makassar, Darmawan, dalam sambutannya mengatakan bahwa di Indonesia pada tahun 2019 ini, ada 30 sekolah lapang geofisika dan tsunami. Kota Tidore Kepulauan dipilih dari 30 daerah dengan tingkat potensi kerawanan tinggi. Pelaksanaan sekolah lapang geofisika di Tidore ini berdasarkan pada informasi Indeks Risiko Bencana Indonesia yang dikeluarkan oleh BNPB tahun 2013 yang menyatakan bahwa Tikep adalah salah satu daerah yang memiliki nilai indeks risiko gempa bumi dengan klasifikasi tinggi.

Sehingga pengetahuan tentang mitigasi bencana gempa bumi serta tsunami sangat diperlukan, baik pada tingkat pemerintah daerah maupun masyarakat. “Setiap tahunnya, kami mengundang peserta dari BPBD kabupaten/kota di wilayah potensi bencana gempabumi dan tsunami di Indonesia agar memiliki kapasitas yang sama untuk ikut berperan bersama BMKG dalam penyebarluasan informasi gempa bumi dan tsunami, serta mampu menindaklanjuti informasi tersebut dengan respons yang tepat," ujarnya.

Sementara laporan ketua panitia sekolah lapang Tahun 2019, Hermizal, menyampaikan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini menguatkan peran UPT Gerofisika sebagai perpanjangan tangan BMKG Pusat dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai rantai peringatan dini tsunami dan produk peringatan dini tsunami kepada BPBD sebagai institusi Interface dan menguatkan peran BPBD sebagai simpul utama, serta rantai peringatan dini tsunami di daerah dalam memberikan informasi dan arah yang benar kepada masyarakat maupun OPD terkait.

Kegiatan ini, kata dia, diikuti sebanyak 31 peserta yang terdiri dari BPBD Provinsi Maluku Utara dua orang, Kantor SAR Ternate satu orang, Puslab Geologi UMMU Ternate satu orang, Pusat Studi Bencana Unkhair Ternate sebagai observe satu orang, Ma’had Alkazim satu orang, RRI Ternate satu Orang, Malut Post satu orang, dan dinas terkait penanggulangan bencana Pemkot Tikep sebanyak 23 Orang. (cr-03/lex)

Share
Berita Terkait

Sultan Tidore Apresiasi Rizal Ramli

05/04/2018, 12:36 WIT

Tak Terima, Yaser Marah

10/10/2018, 11:34 WIT

Tuan Rumah KKN Kebangsaan

19/02/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan