Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / / Ulah Kades Picu Aksi Demo

Ulah Kades Picu Aksi Demo

Diposting pada 02/10/2019, 14:12 WIT
Aksi ratusan masyarakat lingkar tambang di kecamatan Kao Utara saat menggelar aksi di depan kantor PT. Emerald Selasa (1/10) kemarin.
Aksi ratusan masyarakat lingkar tambang di kecamatan Kao Utara saat menggelar aksi di depan kantor PT. Emerald Selasa (1/10) kemarin.

TOBELO- Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kao Utara, Selasa (1/10) kemarin menggelar aksi di depan kantor PT. Emerald, desa Gulo kecamatan Kao Utara.

Aksi ratusan masyarakat ini akibat ulah Andatje Mangeteke, Kades Gulo yang diduga diskriminasi terhadap masyarakat lingkar tambang tambang saat perekrutan tenaga kerja yang dipekerjakan di PT. Emerald. Dalam aksinya, massa menuntut agar pihak PT. Emerald segera menempatkan para pekerja secara adil, sebagaimana kesepakatan sebelumnya sehingga tidak menimbulkan kesan pilih kasih. Tidak hanya itu, massa juga meminta Kades Gulo, Andatje Mangeteke supaya bertanggungjawab dengan membayar biaya hidup sejumlah warga pemilik lahan yang menjadi wilayah operasi PT. Emerald karena ditipu dengan iming-iming pekerjaan.

Warga pemilik lahan yang merasa dirugikan bahkan meminta agar per bulannya, Andatje Mangeteke memberikan uang sebesar Rp 2.500.000 sebagai biaya hidup lantaran ditipu. "PT. Emerald harus mengakomodir masyarakat lokal di empat desa, sebagaimana menjadi kesepakatan sebelumnya. Yakni desa Gulo, Tonuo, 

Warudu dan Dowongimaiti,"teriak Jekson Pormes, koorlap aksi. Selain itu, massa juga meminta agar  Andatje Mangeteke selaku Kades dikeluarkan dari PT. Emerald agar dapat menjalankan tugasnya sebagai Kades. Belakangan diketahui, Andatje Mangeteke yang masih aktif sebagai Kades Gulo ini disinyalir telah meninggalkan tugas dan tanbggungjawab sebagai pemimpin desa dan bekerja sebagai karyawan PT. Emerald. “Kami juga mendesak agar karyawan yang berasal dari luar Kao Utara dikeluarkan,”koar  Jekson. Massa berharap, pihak perusahaan dapat mengakomodir tuntutan mereka yang juga disampaikan secara tertulis. 

"Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan masyarakat yang diasingkan pihak perusahaan dan merasa dibohongi oleh perusahaan bahkan kades Gulo,"kata Jekson. Menanggapi ini, Manager Operasional PT Emerald,  Akbar yang sempat menemui massa aksi mengatakan, pihaknya akan mencermati apa yang menjadi tuntutan massa.

Olehnya itu, pihaknya bakal berkoordinasi di internal perusahaan untuk menindaklanjuti tuntutan masyarakat. “Butuh waktu untuk  menjalankan itu semua,”kata Akbar. Terkait dengan Kades Gulo yang disinyalir sudah menjadi karyawan aktif PT Emerald dibantah Akbar. Kata Akbar kehadiran Kades Gulo adalah permintaan dari perusahaan untuk membantu pendataan terhadap masyarakat yang nantinya dipekerjakan sebagai karyawan PT. Emerald.

“Terutama mempekerjakan warga desa Gulo yang telah menjual lahannya ke pihak perusahaan,”akunya. Sementara mengenai jaminan hidup yang ikut disuarakan massa aksi tidak seperti yang dibayangkan. Dikatakan Akbar, jaminan hidup masyarakat di lingkar tambang akan dipenuhi dalam bentuk pekerjaan yang akan dipekerjakan sebagai karyawan perusahaan. "Kami berharap masyarakat di empat desa ini tidak terprovokasi pihak-pihak luar yang memiliki kepentingan tersendiri. Intinya, kami akan mengutamakan masyarakat yang telah menjual lahannya ke pihak perusahan,"pungkasnya. Mendengar pernyataan Akbar, massa lalu membubarkan diri dengan tertib.(cr-04/aji)
 

 

Share
Berita Terkait

TKA Tiongkok Kuasai Malut

26/01/2019, 15:24 WIT

Oknum Anggota DPRD Halut Pesta Miras

06/02/2018, 15:55 WIT

Ketua KPU Halut Nyaris Dipukul Napi

18/04/2019, 13:16 WIT

Tutup Tambang Roko

07/02/2018, 13:57 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan