Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Oknum Polwan Malut Ditangkap

Oknum Polwan Malut Ditangkap

Diposting pada 02/10/2019, 14:19 WIT
TERTANGKAP: Bripda Nesti yang ditangkap kembali diduga terlibat jaringan terorisme(ISTIMEWA)
TERTANGKAP: Bripda Nesti yang ditangkap kembali diduga terlibat jaringan terorisme(ISTIMEWA)

TERNATE – Seorang oknum polisi wanita (polwan) yang bertugas Polda Maluku Utara diduga kuat terlibat jaringan terorisme. Dugaan ini terungkap setelah polisi menangkap D alias Syuhada (19), seorang terduga anggota jaringan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di Indramayu, Jawa Barat, beberapa hari lalu. Polda Malut sendiri masih bersikap tertutup dengan kasus ini, meski di sisi lain mengaku telah mendapat kabar anggotanya itu sudah ditangkap di Jogjakarta.

Oknum polwan tersebut, Bripda NOS alias Nesti (23), sebelumnya pernah ditangkap di Surabaya, Jawa Timur, oleh Polda Jatim Mei lalu. Kala itu ia diamankan dengan dugaan menganut paham radikal serta menggunakan identitas palsu untuk terbang dari Ternate ke Surabaya. Namun hal itu dibantah Polda Malut yang mengatakan Nesti diamankan karena desersi alias melarikan diri dari tugas.

Saat ini, Nesti kembali meninggalkan Malut sebulan belakangan. Perempuan asal Pulau Obi, Halmahera Selatan itu disebut melarikan diri ke Pulau Jawa dan tertangkap di Jogjakarta. Polda Jabar sendiri sebelumnya menyatakan Nesti diketahui memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris Wawan Wicaksono (40) di Salatiga yang berencana melakukan aksi bom bunuh diri.

Kapolda Malut Brigjen (Pol) Suroto yang dikonfirmasi membenarkan kabar Nesti ditangkap di Jogjakarta. Namun ia mengaku belum bisa memberi penjelasan lebih. “Belum cek lagi ke sana, baru dapat info,” tuturnya, Selasa (1/10).

Nama Nesti mencuat setelah polisi menangkap D, eks anak punk yang juga terduga teroris Sabtu (28/9) lalu. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, D aktif berkomunikasi dengan jaringan simpatisan ISIS melalui aplikasi Telegram. Bahkan, dari hasil pemeriksaan D terlibat dengan jaringan Nesti dan Wawan Wicaksono. Mereka ini berencana melakukan aksi bom bunuh diri. "Diduga kuat berhubungan dengan jaringan kelompok Nesti Ode Samili dan juga Wawan Wicaksono yang berencana melakukan aksi bom bunuh diri," kata Truno dilansir dari Detik.com.

D sendiri terindikasi hendak merancang aksi bunuh diri. Polisi membaca gerak-gerik dari akun Telegram-nya. "D pemilik Asy Syahid Al Indunisy @kitabullah_sunnah. Mengirimkan //chat// konten yang berisi seruan untuk bertemu di jannah dan sedang mencari ahli pembuat 'adonan'," terang Truno.

Trunoyudo mengatakan, D terlibat aktif berkomunikasi dengan jaringan simpatisan ISIS. "Akun Telegram-nya itu aktif di 11 grup simpatisan ISIS," ungkapnya.

Dari tangan D, aparat menyita sejumlah barang seperti stoples, botol beling, belerang, styrofoam dan lainnya.

Sementara itu, Polda Malut sendiri berencana memecat Nesti yang masih tercatat sebagai anggota polisi aktif yang bertugas di Satuan Logistik Polda Malut. Pasca diamankan Mei lalu, perempuan kelahiran 14 Juli 1996 ini sempat menjalani pembinaan di Polda. “Rencananya kami akan PTDH Nesti itu, karena sudah tidak bisa dibina lagi,” tegas Kapolda.

Disentil terkait dugaan terpapar paham radikal, Kapolda menjelaskan yang menyatakan dugaan tersebut adalah polisi yang menangkap Nesti. Selama ini, lanjut Kapolda, pemeriksaan yang dilakukan Polda Malut terhadap Bripda Nesti hanya berkaitan dengan tindakannya meninggalkan tugas tanpa izin. “Dan itu sudah kami lakukan pembinaan. Kami juga belum tahu radikal apa tidak. Saya juga belum tahu seperti apa perilaku Nesti ini,” ujar Suroto.

Saat bertolak ke Surabaya Mei lalu, Nesti menggunakan identitas palsu dengan nama Arfila M. Said, pekerjaan swasta dan beralamat di Waringin, Kecamatan Obi Utara, Halsel. Ia mengaku memiliki keluarga di Porong, Sidoarjo, dan hendak berbelanja di Surabaya.

Informasi yang diperoleh Malut Post, selain Nesti ada pula satu anggota polwan Malut yang terpapar radikalisme. Namun rekan Nesti ini berinisial RI alias Rin ini sudah lebih dulu dipecat beberapa waktu lalu. Polda memecatnya dengan alasan desersi juga.

Saat ini, Nesti masih menjalani pemeriksaan di Jogjakarta. Namun kabarnya ia akan dibawa ke Malut untuk menjalani sidang etik terlebih dulu.(aby/dtc/okz/kai)

 

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

TKW Tewas Jatuh Saat Berusaha Kabur

07/09/2019, 12:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan