Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / POLITIK / Puluhan Pegawai Palang Kantor Kesbangpol

Puluhan Pegawai Palang Kantor Kesbangpol

Diposting pada 04/10/2019, 15:05 WIT
PALANG: Tampak dua pegawai Badan Kesbangpol Malut saat memalang pintu Kantor Kesbangpol, Kamis (3/10).
PALANG: Tampak dua pegawai Badan Kesbangpol Malut saat memalang pintu Kantor Kesbangpol, Kamis (3/10).

Desak Gubernur Copot Omar Fauzy
Omar : Itu hanya Miskomunikasi

Peliput: Gunawan Tidore
Editor: Jufri Duwila   

SOFIFI - Puluhan pegawai di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku Utara (Malut), Kamis (3/10) kemarin kompak memalang pintu kantor mereka. Aksi palang kantor tersebut sebagai bentuk protes terhadap sikap Kepala Badan Kesbangpol Malut Omar Fauzy.

Pasalnya, Omar dinilai tidak transparan dalam pengelolaan anggaran rutin di instansi yang dipimpinnya. "Anggaran rutin di Kesbangpol itu dipergunakan hanya untuk beliau (Omar, red). Tidak pergunakan untuk eselon 3 dan 4 maupun staf. Beliau clop semuanya, tidak mengalir  ke bawah," ungkap salah satu staf yang enggan namanya dikorankan.

Tak hanya itu, para pegawai menganggap Omar pilih kasih, hanya mengistimewakan pegawai tertentu dalam setiap kegiatan di kabupaten/kota. Saat ada kegiatan Kesbangpol, staf atau pegawai yang ditunjuk tidak berdasarkan tupoksi, melainkan atas dasar suka tidak suka."Setiap kegiatan Kesbangpol dan staf yang dilibatkan itu atas dasar kemauannya sendiri. Kalau ada nama-nama sudah masukkan  dalam kegiatan, namun kalau beliau tidak senang, beliau coret dan ganti dengan staf lain," ungkapnya.

Menurutnya, disharmonis Omar dengan para pegawai sudah berlangsung lama. Hanya belum ada waktu tepat untuk protes. "Masalah ini sudah lama. Tapi pemicunya itu ketika rapat RKA Kaban bersama kepala-kepala Bidang pada Rabu kemarin, dimana Sekretaris dan para kepala Bidang diusir dari ruang rapat. Dan puncaknya hari ini (kemarin, red)," terangnya.

Karena itu, mereka meminta kepada Gubernur agar segera mencopot Omar dari jabatannya sebagai Kaban Kesbangpol. Mereka juga mengancam mogok kerja jika tuntutan tersebut tidak diindahkan Gubernur. "Kami meminta Gubernur mencopot Omar Fauzy dari jabatan. Jika tidak kami akan mogok kerja," tegasnya.

Amatan Malut Post, aksi palang pintu kantor sejak pagi kemarin. Pintu utama kantor dipalang menggunakan kayu balok dan tripleks yang dipaku tepat pada pintu. Tak hanya pintu utama yang dipalang, di ruang rapat pun dipalang dan seluruh ruang kerja dihambur dengan sampah sisa sobekan kertas. Namun aksi palang tidak berlangsung lama. Sekitar jam 2 siang pintu yang dipalang sudah dibuka. Berselang kemudian, Omar bersama para pegawai rapat untuk selesaikan masalah tersebut.
Sementara Omar Fauzy dikonfirmasi membantah tudingan stafnya. Menurutnya, masalah yang terjadi hanya miskomunikasi. "Ini hanya miskomunikasi saja. Mungkin ada saran dari mereka (staf) yang tidak tembus sampai ke saya. Karena itu saya sampaikan ke Kebid-kabid kalau ada aspirasi atau saran dari staf tolong sampaikan ke saya supaya saya juga tau," tutur Omar usai pertemuan dengan para Kabid dan Staf.

Omar juga membantah tuduhan bahwa dirinya pilih kasih dalam pelaksanaan kegiatan Kesbangpol. "Itu (pilih kasih) tidak ada. Mekanisme sudah ada semua. Kita sudah sepakat  untuk kedepan kita akan memperbaiki semua, komunikasi tetap terjalin dengan baik," tukasnya.

Sementara Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba menganggap protes para staf Kesbangpol itu wajar. "Itu tidak masalah. Kita semua, baik SKPD termasuk saya (Gubernur). Kalau tidak puas silahkan protes. Tapi harus tanya apa yang mereka tidak puas," kata Gubernur. (cr-01/jfr)

Share
Berita Terkait

Jokowi-Ma’ruf di Atas Angin

18/04/2019, 14:36 WIT

SS DPR RI Diduga Disembunyikan

18/04/2019, 14:25 WIT

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan