Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / NASIONAL / Bripda Nesti Diduga Terlibat ISIS

Bripda Nesti Diduga Terlibat ISIS

Diposting pada 05/10/2019, 13:15 WIT
BARANG BUKTI: Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan) dan Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, menunjukkan sejumlah gambar barang bukti hasil penangkapan sejumlah teroris saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/5) ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
BARANG BUKTI: Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan) dan Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, menunjukkan sejumlah gambar barang bukti hasil penangkapan sejumlah teroris saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/5) ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

JAKARTA – Kepolisian RI akhirnya angkat bicara terkait penangkapan Bripda Nesti Ode Samili (23), seorang polisi wanita yang bertugas di Polda Maluku Utara. Polri menyatakan, Nesti diduga berafiliasi dengan jaringan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Hingga kini, Polri masih menyelidiki bagaimana caranya seorang anggota polisi bisa terpapar paham radikal itu.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra mengungkapkan, Bripda Nesti ditangkap Densus 88 Antiteror atas dugaan keterlibatan dalam jaringan teroris. Penangkapan beberapa waktu lalu itu merupakan yang kedua kalinya. “Anggota Polwan ini sudah dua kali diamankan karena diduga terpapar radikalisme ISIS," ucap Asep dilansir dari Tirto.id.

Namun untuk pengamanan kedua kalinya ini Asep belum mengungkap detail waktu dan lokasi penangkapan yang bersangkutan. Ia juga belum mau menjelaskan detail perkara yang melibatkan Nesti dan bagaimana polwan tersebut dapat terpapar maupun afiliasinya dengan kelompok teroris tertentu. Densus 88 kini masih memeriksa Nesti untuk mengetahui seberapa jauh perempuan itu terpapar paham radikalisme. Namun informasi yang tersebar, Nesti ditangkap di Solo, Jawa Tengah, setelah sebelumnya diberitakan tertangkap di Jogjakarta.

Menurut Asep, jika betul terbukti keterlibatan Nesti dengan ISIS, perempuan asal Halmahera Selatan itu dapat dipecat dari kepolisian. "Secara aturan organisasi, (kini) menuju untuk menjalani sidang kode etik. Jika nanti memang terbukti, maka akan dilakukan PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat)," kata Asep.

Pada 26 Mei 2019, jajaran Polda Jawa Timur meringkus Nesti di Bandara Juanda, Surabaya, lantaran menggunakan identitas palsu dan meninggalkan tugas tanpa izin atasan. Saat penangkapan Mei lalu, ia tiba di Bandara Juanda dari Ternate menggunakan maskapai penerbangan Lion Air. Ia menggunakan nama samaran, Arfila M Said, ketika melancong. Saat dimintai keterangan oleh petugas, Nesti mengaku ke Surabaya untuk berbelanja dan mengklaim memiliki kerabat yang tinggal di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur.

Pada penangkapan keduanya ini, Bripda Nesti diduga memiliki keterkaitan dengan terduga teroris Wawan Wicaksono yang ditangkap di Salatiga, Jumat (27/9) lalu serta D alias Syuhada yang ditangkap di Indramayu, Sabtu (28/9). Mereka dikabarkan tengah merencanakan aksi bom bunuh diri.(trt/kai)

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan