Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Sultan Tidore: Otsus Harga Mati

Sultan Tidore: Otsus Harga Mati

Diposting pada 07/10/2019, 15:23 WIT
HUSAIN ALTING SJAH
HUSAIN ALTING SJAH

PERJUANGAN mendapatkan status otsus bukan hanya disuarakan para pejuang pemekaran Provinsi Maluku Utara. Sultan Tidore Husain Alting Sjah yang saat ini duduk sebagai senator di Senayan selama ini dikenal juga vokal memperjuangkan otsus Malut. Bagi Sultan, otsus menjadi salah satu amanat rakyat yang harus ia perjuangkan di pusat.

Kepada //Malut Post//, Sultan Husain menegaskan dirinya akan memperjuangkan agar Maluku Utara diberi hak istimewa dari Pemerintah Pusat, salah satunya adalah otsus. Menurut dia, Malut sudah selayaknya mendapatkan perlakuan yang adil dari Pempus. “Sudah tentu otsus tetap akan saya perjuangkan. Sebagai DPD terpilih otsus Maluku Utara tetap harga mati," tegasnya, Minggu (6/10).
Sultan bilang, perjuangan mendapatkan otsus butuh dukungan bersama dari Gubernur, DPRD, Wali Kota, Bupati serta DPR. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memperjuangkan agar otsus segera terpenuhi. "Serta dukungan masyarakat untuk menyuarakan terkait aspirasi soal otsus ini, karena otsus adalah bagian dari harga diri orang Maluku Utara," kata dia.

Saat ini, sambung Sultan, Malut masih tertinggal jauh dibandingkan provinsi lain. Dia yakin, otsus dapat mengubah taraf hidup masyarakat di Malut, baik dari segi pembangunan, ekonomi, serta sosial dan budaya. “Contohnya Papua justru selangkah lebih maju dari Maluku Utara, begitu juga Aceh dan Jogjakarta. Bahkan bukan otsus saja yang mereka dapat justru ada keistimewaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, kenapa Maluku Utara tidak? (Karena itu) saya tegaskan demi Maluku Utara otsus penting digapai dan diperjuangkan untuk mendapatkannya," ujarnya.

Pemerataan pembangunan juga disebut sebagai kebutuhan mendesak Malut saat ini. Sultan menegaskan, membangun Indonesia tidak hanya dari Jakarta. “Harus didistribusikan. Kearifan-kearifan di berbagai daerah harus jadi perhatian serius. Untuk memacu laju pertumbuhan dari sisi ekonomi, pembangunan, dan sebagainya, saya berharap Pemerintah Pusat bisa memperhatikan masing-masing daerah dengan kekhasannya, sehingga daerah bisa tumbuh secara simultan,” jabarnya.

Bagi Sultan, aspirasi masyarakat Malut yang sejauh ini belum didengarkan Pemerintah Pusat adalah tuntutan daerah otonomi khusus. Maluku Kie Raha dinilai layak mendapatkan status tersebut atas kontribusinya terhadap NKRI. “Perjuangan ini adalah perjuangan semesta untuk masyarakat Maluku Kie Raha. Kita sama-sama berjuang, tidak hanya menjadi tanggung jawab seorang sultan atau anggota DPD saja tapi seluruh masyarakat Maluku Utara. Kita bergandengan tangan untuk memperjuangkannya karena kita juga telah berkontribusi terhadap negeri ini, sama seperti daerah lain, bahkan lebih. Karena itu, saya ingin pemerintah bisa memberikan kado istimewa dengan memberikan Maluku Kie Raha sebagai daerah istimewa atau daerah otonomi khusus,” paparnya.
Sedangkan dari sisi sumberdaya manusia, Sultan Husain optimis Malut layak menyandang status daerah otsus. Hal ini, katanya, tak lepas dari kemampuan leluhur-leluhur sebelumnya mengelola kerajaan masing-masing sebelum bersatu dengan NKRI. “Kita punya pengalaman, bukan hanya mengurus kabupaten atau provinsi, tapi sebuah negara besar, Maluku Kie Raha. Dan talenta itu mengalir dalam darah tiap anak negeri. Talenta itu jadi modal dasar kita untuk mengusung Malut menjadi otsus. Jadi kalau cuma SDM dan SDA, saya rasa tidak masalah. Permasalahannya hanya apakah kita mau atau tidak berjuang mendapatkan otsus, Gubernur, Wali Kota, Bupati dan DPRD seharusnya tidak diam dan harus saling bahu membahu agar tuntutan ini didengar oleh pemerintah pusat, kita tidak bisa lagi tertinggal kita harus maju dan memperjuangkan hak masyarakat kita,” pungkasnya.

Malut Post juga berupaya menghubungi anggota DPR RI terpilih asal Malut, Achmad Hatari, Irine Yusiana Roba Putri dan Alien Mus untuk dimintai pandangannya terkait tuntutan otsus Malut. Namun ketiganya belum memberikan keterangan hingga berita ini diturunkan.(aya/kai)

 

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan